Kolose 1:23-29

「Dibentuk dan diubahkan oleh Injil」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kolose 1:23-29 [ITB])
23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. 24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. 25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. 29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Paulus melanjutkan dengan berbicara tentang Injil dan misi Injil: kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya, perkataan ini hampir sama dengan ayat 1:6. Kedua ayat tersebut menekankan: Injil adalah pesan yang sama kepada Anda, kepada saya, dan kepada semua orang di dunia.

Saudara-saudari, jangan terpengaruh oleh teologi busuk yang membanjiri hari ini, tidak ada Injil yang lain, dan tidak ada definisi yang berbeda tentang Injil. Injil adalah, dan hanya satu, Yesus Kristus dan Dia disalibkan, Dia bangkit. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Itulah Injil. Inilah Injil yang Anda dengar sejak semula, dan karena Injil inilah Anda menjadi orang Kristen. Tidak ada dua Injil, tidak ada definisi ganda dari Injil.

Kita bisa saling bertoleransi dalam posisi politik dan masalah sosial, tetapi tidak ada ruang untuk toleransi dan kompromi dalam hal otoritas Alkitab dan kebenaran Injil, bahkan jika kita diejek orang bahwa kita berpikiran sempit, tetap tidak bisa kompromi. Seperti yang Paulus katakan: firman Allah yang kami beritakan itu, bukan perkataan manusia, tetapi dan memang sungguh-sungguh demikian adalah firman Allah , Injil yang Paulus beritakan bukanlah pemikiran atau konstruksi manusia, tetapi wahyu Allah. Kita bisa melepaskan pendapat kita sendiri, tetapi kita tidak bisa memperlakukan Tuhan dengan murahan, kita hanya bisa berbicara sesuai dengan apa yang Alkitab katakan, dan kita tidak bisa kompromi.

Paulus berkata bahwa dia adalah pelayan Injil, dan pelayan berarti diaken. Pelayan adalah mereka yang menerima perintah dan melakukan, bukan mereka yang memiliki kekuasaan editorial atau merubah isi misi. Paulus bukan saja menerima Injil, bukan saja hidupnya diubah oleh Injil, tetapi juga tujuan perjuangan seumur hidupnya diubahkan karena Injil, ia hidup untuk memberitakan Injil. Paulus adalah hamba Injil, hamba Kristus, dan hamba Gereja. Diaken Injil memberitakan Injil kepada orang-orang di luar gereja yang belum percaya kepada Yesus, sedangkan diaken gereja berfokus pada memberitakan Injil kepada orang-orang di dalam gereja yang telah percaya kepada Yesus. Adapun isi pemberitaan, semuanya bersumber dari wahyu Tuhan: Firman Allah (Firman Allah telah datang menjelma menjadi manusia, Yesus Kristus).

Berbicara tentang firman Allah, Paulus mengulangi rencana Kristus, yang telah dia bicarakan sebelumnya. Rencana Kristus ini pada awalnya merupakan rahasia yang tersembunyi, tetapi sekarang telah diungkapkan kepada dunia dengan kedatangan Yesus Kristus (1:26). Paulus bertekad dengan sekuat tenaga memberitakan rahasia ini, untuk membuat semua orang mengerti dan menerima Yesus Kristus, dengan demikian memulihkan rekonsiliasi orang dengan Allah Bapa (1:28).

Untuk memenuhi tanggung jawab ini, Paulus, di satu sisi, melakukan semua yang dia bisa, tentu saja, dengan mengandalkan kekuatan Tuhan, bukan kekuatannya sendiri (1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku), di sisi lain, ia juga siap menerima penderitaan, bahkan dengan sukacita, itu adalah harga yang harus dibayar. Setiap orang yang berpartisipasi dalam rencana Kristus telah menjadi wakil Kristus pada saat ini, dan karena itu harus mengalami salib yang dialami Kristus. Paulus menggunakan perkataan yang seolah-olah bahwa selama tiga puluh tiga tahun keberadaan Kristus di bumi, masih ada beberapa penderitaan yang belum dialami Kristus, dan kita perlu mengalaminya (1:24 … aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat).

Kristus masih kurang menderita? Apakah itu berarti Dia tidak cukup minum cawan pahit? Apakah cambuk dan siksaannya tidak cukup parah? Bukan demikian. Secara sederhana berbicara tentang penderitaan dalam pengertian murni, apa yang diderita Kristus adalah puncak dari penderitaan manusia. Namun, Alkitab tidak pernah berbicara tentang penderitaan dalam pengertian terpisah, Yesus Kristus bukan cari-cari masalah, sengaja mencari penderitaan untuk dicicipi. Demikian juga, Paulus dan bahkan orang-orang percaya dari segala zaman, bukan orang yang sengaja mencari penderitaan dan membual tentang penderitaan. Penderitaan tidak memiliki nilai membuat orang merasa puas diri, tetapi adalah harga yang harus dibayar untuk memenuhi misi. Kristus menderita untuk memenuhi misi penebusan, dan kita menderita untuk memenuhi misi Injil. Penderitaan tidak ada artinya jika bukan untuk pemenuhan misi Injil, dan tidak layak untuk dibanggakan, apalagi sengaja mengejarnya secara aktif. Tetapi hanya demi menyelesaikan misi Injil, kita tidak akan menyesal dan tidak ada jalan mundur.

Kristus tidak melaksanakan seluruh misi Injil sendirian, tetapi mempercayakannya kepada Paulus dan orang-orang percaya sepanjang zaman; misi tetap harus dipenuhi, dan penderitaan masih harus dialami. Memang benar bahwa Kristus tidak dapat mengalami semua penderitaan, misalnya, Dia tidak mengalami penderitaan yang dihadapi gereja di abad ke-21, juga tidak mengalami bencana yang diderita orang Tiongkok ketika memberitakan kesaksian iman Injil mereka. Orang-orang percaya di setiap generasi dan di setiap tempat memiliki tantangan tersendiri terhadap iman mereka. Untuk mengikuti Kristus dan menjalankan misi mengharuskan mereka untuk memikul salib mereka.

Namun, dari sudut pandang rohani, penderitaan di berbagai zaman dan tempat ini sebenarnya bukan tidak ada hubungannya dengan Kristus, karena setiap orang percaya berpartisipasi dalam rencana Kristus, menjadi perpanjangan Yesus Kristus pada saat ini, dan kemudian mengalami berbagai penderitaan; dengan kata lain, mereka menderita demi Kristus dan bersama Kristus.

Saudara-saudari, di sini kita melihat seorang Paulus yang telah sepenuhnya diubahkan oleh Injil. Paulus tidak hanya menerima Injil dan mendapatkan kembali hubungan yang didamaikan dengan Allah; dia juga mengubah identitas dan misi hidupnya karena Injil. Dia menjadi hamba Injil dan menghabiskan sisa hidupnya memberitakan Injil, mengabdikan dirinya untuk membuat lebih banyak orang mendapatkan berkat Injil. Paulus juga mengubah tiga perspektifnya karena Injil: pandangan dunia, pandangan hidup, dan nilai. Dia menggunakan Yesus Kristus untuk memahami hidupnya, dan dia memiliki pemahaman yang sama sekali berbeda tentang kesuksesan dan kegagalan. Hidup adalah Kristus, dan menderita adalah perpanjangan penderitaan Kristus.

Renungkan:
Berpegang pada harapan yang datang dari Injil berarti menggunakan Injil untuk membentuk kembali nilai-nilai kita, harapan kita untuk masa depan, dan masa depan yang kita harapkan. Apa harapan Anda? Seperti apa masa depan dalam pikiran Anda? Apakah Anda menyediakan tempat bagi Yesus Kristus di dalamnya? Harapan adalah deskripsi terbaik dari pandangan kita tentang kehidupan dan nilai-nilai. Keinginan kita, pengejaran kita, kepedulian kita, penyesalan kita; kebahagiaan dan kepuasan terbesar yang kita dambakan, pemenuhan sejati hidup kita, dan penampilan terbaik dari hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita, semuanya ada dalam harapan kita. Harapan untuk masa depan, ada di dalam Injil.


Renungan pemahaman Surat Kolose

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Kolose ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).