Amsal 23:19-21

Hindari peminum anggur dan pelahap daging
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 23:19-21 [ITB])
19 Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.
20 Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. 21 Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping.

Dalam Amsal ini, orang bijak berusaha keras untuk menasihati pembacanya untuk mengikuti jalan yang benar dan menghindari dua atau tiga keburukan dalam hidup. Di antaranya, orang bijak dua kali mengingatkan pembaca agar hendaknya, yang pertama dengarkanlah (hendaknya mendengarkan), yaitu mendengarkan dengan seksama, yaitu memperhatikan peringatan yang diterima; yang kedua adalah jadilah bijak (hendaknya bijaksana), ketika pembaca memiliki kebijaksanaan, maka hasilnya adalah membimbing pikiran pendengar di jalan yang benar. Seperti apakah jalan yang benar ini? Amsal mengemukakan beberapa jalan yang benar, yaitu jalan hikmat (wisdom, 4:11), jalan pengertian (understanding, 9:6), jalan kebenaran (righteousness, 16:31), dan jalan orang baik (good men, 2:20). Orang bijak mengharapkan pembaca untuk menyimpan dalam hatinya pelajaran yang telah didengarnya, dan berjalan atau menghidupi di jalan yang benar. Ketika pembaca mempraktikkan kehidupan mendengar, mengetahui, dan melakukan, itu mencerminkan bahwa mereka telah benar-benar mencapai kebijaksanaan.

Dalam ayat 20 Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging, orang bijak secara khusus menasihati para pembacanya untuk tidak menjadi rakus dan peminum. Isu rakus telah muncul masing-masing pada amsal ke-8 dan ke-9. Kata anggur muncul 20 kali dalam Amsal, dan 6 kali dalam amsal ke tiga puluh ini (yaitu ayat 22:17 hingga 24:22), terutama terkonsentrasi di 23:19-35. Orang bijak itu menunjukkan bahwa orang yang bergaul dengan pelahap mempermalukan ayahnya (28:7) dan menjadi anak yang keras kepala dan tidak patuh, dan akhirnya sang ayah akan membawa anaknya kepada para tetua di gerbang kota, dengan mengatakan, Anak kami ini degil dan membangkang, ia tidak mau mendengarkan perkataan kami, ia seorang pelahap dan peminum (Ulangan 21:20).

Apakah ada hubungan antara kerakusan pelahap dan minuman keras dengan ketidaktaatan keras kepala, dan penghinaan terhadap orang tua? Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa minum dan kerakusan pelahap dapat menjadi bentuk pesta pora atau bahkan pemanjaan nafsu tanpa kekang diri. Di lingkungan kehidupan pedesaan di masa lalu, anggur dan daging terbatas, dan jika kebiasaan makan tidak diatur, pengeluaran akan meningkat, maka kebutuhan dasar keluarga dan ekonomi akan terpengaruh. Dan orang pelahap yang rakus dan peminum itu bukan terjadi satu hari, orang berangsur-angsur menjadi minum tetes pertama alkohol, dan akhirnya menjadi pecandu alkohol (peminum); selain itu, beberapa orang beralih dari menikmati selera menjadi rakus (pelahap), tanpa kekang diri menuruti nafsu makan berlebihan. Dengan cara ini, kehidupan pribadi mereka terpengaruh, dan bahkan mungkin ada sifat buruk ketiga, yaitu kemalasan. Ayat 21 menunjukkan konsekuensi serius dari hal ini, karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping. Ulangan 21:20-21 memberitahu kita bahwa anak yang keras kepala dan durhaka adalah seorang pelahap dan peminum, dan hukuman mereka adalah haruslah semua orang sekotanya melempari anak itu dengan batu, sehingga ia mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. Dalam perikop hari ini, orang bijak menunjukkan bahwa rakus dan pecandu alkohol akan berakhir dalam kemiskinan. Ini adalah karena ketika mereka kenyang, mereka sudah terpengaruh oleh alkohol dan menjadi mengantuk (drowsiness NIV), yang membuat mereka kurang motivasi untuk melakukan apa pun. Oleh karena itu, rakus dan peminum tidak bekerja ketika mereka sepatutnya bekerja, dan mereka menjadi malas. Karena kebiasaan buruk satu orang, seluruh keluarga juga ikut terlibat, bahkan sampai mengakibatkan memakai pakaian compang-camping.

Dalam ayat 21, orang bijak itu berulang kali mengingatkan pembaca bahwa janganlah kamu bersama… dan jangan bergaul dengan…. Dalam ayat-ayat Amsal lainnya, juga dinyatakan di banyak tempat bahwa jangan bergaul dengan orang-orang tertentu (lih. 1:15; 22:26 dan 24:21). Dengan cara ini, seseorang terhindar dan tidak akan menempuh jalan kejahatan.

Renungkan:
1) Meskipun Alkitab tidak melarang minum alkohol, apakah yang diingatkan kepada Anda oleh pelajaran hari ini tentang peminum anggur?
2) Beberapa orang kadang-kadang menuruti nafsu mereka sendiri, makan dan minum dengan sekehendak diri, bagaimana Anda akan menangani ini?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 22-24 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juli 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).