Efesus 6:1-3

Hormatilah ayahmu dan ibumu

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 6:1-3 [ITB])
1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Dalam bagian penerapan hidup dalam hikmat dalam Roh Kudus pada hubungan keluarga, Paulus telah mengajarkan panjang lebar tentang hubungan antara suami dan istri, di perikop ini ia secara singkat membahas hubungan antara orang tua dan anak, serta hubungan antara tuan dan hamba.

Pertama adalah pengajaran kepada anak. Kata anak-anak (τέκνα tekna) yang digunakan di sini lebih erat hubungannya dengan kata yang biasa digunakan untuk menyatakan anak (ὑίος huios). Anak (ὑίος huios) adalah definisi identitas, tidak berubah seiring bertambahnya usia; sedangkan anak-anak umumnya mengacu pada orang yang masih bergantung pada orang tua mereka dan masih di bawah umur, dan merupakan kata benda netral, sehingga harus mencakup anak laki-laki dan perempuan. Adapun di bawah usia berapa orang dianggap anak-anak, dan kapan mereka mencapai tahap dewasa? Tidak ada batasan yang jelas. Secara umum bisa dikatakan remaja atau yang usianya lebih kecil lagi.

Pengajaran di sini ditujukan kepada anak-anak, tampaknya mencerminkan bahwa anak di bawah umur juga dianggap sebagai anggota gereja dan diterima ke dalam komunitas ini. Tentu saja, kita tidak dapat, berdasarkan keanggotaan gereja modern, berasumsi bahwa karena hanya mereka yang dibaptis ke dalam gereja yang menjadi anggota gereja, maka perikop ini mendukung baptisan bayi, karena keanggotaan ini tidak ada di gereja mula-mula. Sebaliknya, kita perlu menekankan bahwa meskipun mereka masih di bawah umur dan bahkan mungkin tidak cukup tahu tentang iman, tetapi karena anggota keluarga mereka percaya kepada Injil dan dengan demikian dapat termasuk dalam komunitas orang percaya, mereka mungkin terlebih membutuhkan kita untuk membimbing mereka secara rohani.

Di sini pengajaran kepada mereka yakni agar mereka menaati orang tua. Perintah ini berbeda dengan kewajiban seorang istri yang dijabarkan di perikop sebelumnya atas. Istri harus tunduk kepada suami dan di bagian kesimpulan dijelaskan tentang rasa hormat yang lebih merupakan perihal sikap. Tetapi taat lebih mutlak, yang menunjukkan bahwa anak-anak perlu menuruti perintah orang tuanya. Sebagaimana dikemukakan di atas, anak-anak, karena mereka masih di bawah umur, harus taat pada otoritas orang tua mereka, yang bukanlah sesuatu yang dapat mereka pilih. Di sini karena kata kerjanya diubah, itu menunjukkan bahwa mereka harus mematuhi orang tua mereka.

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, ada orang yang menafsirkan di dalam Tuhan sebagai deskripsi terhadap orang tua, seolah-olah mengatakan bahwa hanya orang tua yang ada di dalam Tuhan yang perlu dipatuhi. Tentu saja, jika orang tua yang tidak percaya meminta anaknya melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, anak-anak harus memilih untuk menaati Tuhan; tetapi ini tidak berarti bahwa anak-anak dapat mengabaikan tuntutan orang tua yang tidak percaya. Dalam Roma 1:30 dan 2 Tim. 3:2, Paulus menunjukkan bahwa ketidaktaatan kepada orang tua adalah tanda kerusakan.

Setelah itu Paulus menambahkan kutipan Perjanjian Lama untuk mendukung pengajaran ini sebagai perintah yang sepatutnya, Hormatilah ayahmu dan ibumu … Kutipan ini jelas didasarkan pada perintah kelima dari Keluaran 20:12. Kutipan ini memperluas pengajaran anak-anak ke tingkat yang lebih jauh, tuntutan mungkin terbatas pada anak-anak di bawah umur diperlebar cakupannya untuk semua orang, tetapi memperdalam ketaatan kepada arah yang lebih fokus yakni berbakti kepada ayah dan ibu.

Paulus menambahkan komentar setelah kutipan ini … ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi, menunjukkan bahwa ini adalah perintah pertama dengan sebuah janji. Tegasnya, semua perintah memiliki janji sehingga orang Israel dapat menerima berkat TUHAN setelah mereka taat, tetapi semua bersifat umum, hanya setelah perintah kelima ada janji khusus, untuk menunjukkan pentingnya. Berkat supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam tradisi Yahudi tidak memiliki penjelasan atau contoh yang jelas atas janji berkat ini. Kita juga tidak dapat melihat ini sebagai berkat rohani dalam teologi Paulus, karena dalam 1:3 Paulus telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa semua berkat rohani diberikan kepada semua orang percaya oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Oleh karena itu, seharusnya menurut literatur kebijaksanaan umum, yang mengacu pada hasil yang diperoleh orang yang bertindak sesuai dengan kebijaksanaan dan ajaran Tuhan, ia akan dipuji dan dihargai oleh manusia serta di hadapan Tuhan.

Renungkan:
Kita mungkin bukan remaja lagi, keluar dari tahap sebagai 「anak-anak」 menaati dalam segala hal, tapi bagaimana kita bisa menghormati orang tua kita dan membuat mereka menerima rasa hormat yang patut mereka terima?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.