「Dipenuhi Roh Kudus」
Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Efesus 5:18-21 [ITB])
18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
Paragraf ini dimulai dengan 「janganlah kamu mabuk oleh anggur」 sebagai sebuah perintah. Dalam kalimat berikutnya teks langsung menunjukkan masalah mabuk, kita tidak dapat menyangkal bahwa minum anggur hampir tidak bisa dihindari dalam budaya daerah Mediterania, dan Alkitab sering mencatat adanya minum anggur dalam situasi sehari-hari atau dalam situasi perjamuan perayaan, dan merupakan elemen yang perlu. Jadi kita perlu berhati-hati dengan memperbandingkan antara mabuk dan kepenuhan Roh Kudus.
Padahal, kata 「mabuk」 juga berarti 「penuh」. Kata ini secara harfiah berarti minum sampai mabuk, tetapi ada juga banyak penggunaan metaforis untuk mengungkapkan arti kepenuhan, kepuasan, meluap, dan juga dapat diperluas untuk perjamuan perayaan dan kegembiraan. Dalam Mazmur 65:9, kata mabuk dan kata kepenuhan digunakan dalam ayat yang sama: 「Engkau memelihara tanah. Engkau mengairinya (bentuk partisip dari kata mabuk) dan menyuburkannya. Aliran sungai-Mu selalu penuh dengan air. Demikianlah Engkau membuat benih tumbuh」 (terjemahan Indonesia VMD. Lihat KJV 「You visit the earth, and water it: you greatly enrich it with the river of God, which is full of water: you prepare them corn, when you have so provided for it. 」). Dapat dilihat bahwa kata 「mabuk」 juga berarti 「penuh」 adalah dua konsep yang berkaitan erat, dan menunjuk ke dengan cara apa yang diperlukan dapat dipenuhi. (Kata mabuk שָׁכַר shakar dalam kamus bahasa Ibrani memiliki penjelasan “dipenuhi dengan minum berkelimpahan”)
Elemen-elemen apa yang dibutuhkan dalam pertemuan komunitas agar kita dapat menikmati kebersamaan? Persekutuan macam apa yang dapat memenuhi semua orang dengan kegembiraan? Dilihat dari budaya masyarakat saat itu, minum anggur harus ada dalam perjamuan makan. Seperti pada pesta pernikahan di Kana, perayaan tidak akan cukup tanpa anggur yang cukup, sehingga ibu Yesus meminta Yesus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tetapi Paulus menunjukkan di sini bahwa apa yang dibutuhkan dalam pertemuan orang percaya bukanlah anggur yang dianggap perlu oleh budaya pada saat itu, tetapi elemen lain.
Paulus dengan sederhana menyatakan bahwa kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus, dan kemudian melengkapi arti dipenuhi dengan Roh Kudus dengan serangkaian kata kerja bentuk partisip (bentuk kata kerja yang berguna untuk menambahkan deskripsi pada sebuah kalimat, menggambarkan partisipasi dalam tindakan yang dilakukan oleh kata kerja. Memiliki peran yang mirip dengan kata sifat atau kata keterangan), bentuk partisip ini jelas merupakan fungsi dari kata keterangan. Penggunaannya di sini memiliki dua kemungkinan, salah satunya adalah menganggap partisip ini sebagai konsekuensi dari dipenuhi Roh Kudus, menunjukkan bahwa orang percaya, setelah dipenuhi Roh Kudus, akan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani, bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. Tetapi partisip terakhir dalam serangkaian ini, 「rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain」 dalam 5:21, tidak mudah dipahami sebagai konsekuensi dari kepenuhan Roh Kudus. Cara penjelasan ini juga tidak membahas bagaimana orang dipenuhi dengan Roh Kudus. Meskipun pekerjaan Roh Kudus pasti memiliki unsur misterius tertentu, karena orang percaya diperintahkan agar dipenuhi Roh Kudus, mereka harus tahu bagaimana menjalankan perintah ini.
Cara kedua untuk memahami rangkaian partisip ini 「berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani, bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita」 adalah melihatnya sebagai sarana untuk menggenapi perintah sebelumnya. Dengan kata lain, Paulus, setelah memerintahkan para pembacanya agar dipenuhi dengan Roh Kudus, menunjukkan bahwa mereka perlu berada dalam persekutuan komunitas mereka, untuk bersekutu satu sama lain dalam Mazmur, satu hati memuji Tuhan dalam satu keselarasan, untuk mengucap syukur kepada Allah dalam nama Yesus Kristus, dan merendahkan diri seorang kepada yang lain. Tentu saja, ini bukan untuk mengatakan bahwa memiliki kegiatan ini secara otomatis sama dengan kepenuhan Roh Kudus, tetapi kegiatan dan sikap ini akan membawa setiap orang kepada Tuhan dan membuat pekerjaan Tuhan lebih mungkin untuk diwujudkan dalam komunitas kita.
Renungkan:
Dalam budaya modern kita, kita bertemu bersama dan mungkin berfokus pada makanan, permainan, atau hiburan olahraga. Tetapi kita perlu berpikir, apakah kegiatan ini membawa kita dekat dengan Tuhan, memiliki Roh Kudus di dalam kita, dan memberi kita kepenuhan sukacita?
Renungan pemahaman Surat Efesus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.