「Dukacita yang membuat orang bertobat」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 7:5-16 [ITB])
5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan. 6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus. 7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.
8 Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu kendatipun untuk seketika saja lamanya, 9 namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat.
Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami.
10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
11 Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.
12 Sebab itu, jika aku telah menulis surat kepada kamu, maka bukanlah oleh karena orang yang berbuat salah, atau oleh karena orang yang menderita perbuatan salah, melainkan supaya kerelaanmu terhadap kami menjadi nyata bagi kamu di hadapan Allah.
13 Sebab itulah kami menjadi terhibur. Dan selain penghiburan yang kami peroleh itu, kami lebih lagi bersukacita oleh karena sukacita Titus, sebab kamu semua menyegarkan hatinya. 14 Aku memegahkan kamu kepadanya, dan kamu tidak mengecewakan aku. Kami senantiasa mengatakan apa yang benar kepada kamu, demikian juga kemegahan kami di hadapan Titus sudah ternyata benar. 15 Dan kasihnya bertambah besar terhadap kamu, apabila ia mengingat ketaatan kamu semua, bagaimana kamu menyambut kedatangannya dengan takut dan gentar. 16 Aku bersukacita, sebab aku dapat menaruh kepercayaan kepada kamu dalam segala hal.
Kemarin disebutkan bahwa hubungan emosional dapat memiliki dampak yang besar pada seseorang. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan beberapa orang yang berjalan dalam arah yang salah dalam iman mereka, mereka membutuhkan untuk dibantu agar mereka dapat membawa emosi dan pikiran mereka kembali kepada Yesus Kristus, dan orang yang mencoba untuk membantunya perlu membangun dengan orang-orang ini secara emosional atau memulai kembali relasi yang ada dahulu, dan perikop 2 Kor. 7:5-16 dalam batas tertentu memainkan peran ini. Di sini Paulus menyebutkan kembali surat yang terdahulu dikirimkan kepada gereja Korintus, yakni surat yang penuh air mata dan menyakitkan ini disebutkan di awal 2:1-11, dan sekarang Paulus kembali membicarakan topik ini. Mengapa pengalaman yang tidak menyenangkan ini perlu disebutkan di sini lagi? Salah satu alasan adalah agar jemaat Korintus mengetahui bahwa Paulus selalu memikirkan mereka, walaupun di mana-mana mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan (ayat 5), Paulus dan tim misinya akan merasakan penghiburan dan sukacita ketika mendengar berita tentang jemaat Korintus (7:7).
Paulus senantiasa menaruh hati atas keadaan rohani dan kehidupan jemaat Korintus, dan kemudian ketika dia tahu di antara gereja Korintus ada orang yang berbuat kesalahan yang merugikan orang lain (7:12), ia segera menulis surat kepada mereka. Apa yang orang itu lakukan sehingga merugikan orang lain? Siapa yang yang dirugikan? Paulus dalam surat itu tidak menyebutkan. Kita dapat menyimpulkan dari apa yang tersirat, orang ini seharusnya telah melakukan tindakan yang sangat menyerang Paulus dan tim misinya, dan bahkan telah mempengaruhi beberapa orang di gereja, sehingga Paulus harus mengirim mereka surat yang sangat keras, berduka dan sedih. Paulus juga pernah menyesalinya setelah mengirim surat ini ── 「Memang pernah aku menyesalkannya」(7:8).
Namun, Paulus mengatakan ia sekarang tidak menyesal, karena surat yang menyakitkan membuat orang penuh air mata itu justru memiliki efek positif di tengah mereka: 「namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat」(7:9). Bagi Paulus, hal yang benar-benar membuat dia merasa terhibur dan sukacita adalah melihat saudara-saudari memiliki kemauan dan tindakan nyata untuk bertobat. Apa yang melebihi sukacita melihat orang bertobat? Yesus pernah mengajarkan tiga perumpamaan ── perumpamaan domba yang hilang (Lukas 15:1-7), perumpamaan koin yang hilang (Lukas 15:8-10) dan perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-32), semua untuk menunjukkan: tidak ada yang membuat Dia lebih bersukacita daripada melihat satu orang berdosa yang bertobat ── 「akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat …」(Lukas 15:7) Paulus juga memiliki hati Yesus, juga akan bersukacita melihat bahwa saudara-saudari karena adanya dukacita sehingga membuat mereka bertobat. Selain iman, pertobatan adalah unsur penting lain dalam iman. Dari sudut pandang manusia, keselamatan Allah berasal dari pertobatan: 「 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan」 (7:10). Dengan demikian, orang yang「diselamatkan」 akan memiliki beberapa manifestasi eksternal yang dapat dilihat orang, termasuk percaya kepada Yesus, sedih atas dosa, dan pertobatan yang tulus. Pertobatan itu tidak hanya perubahan kehendak tetapi juga memiliki tindakan eksternal. Tidak seperti dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian, dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman, Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah (7:11). Ketika orang-orang percaya di Korintus memiliki sikap pertobatan setelah menerima surat yang membuat mereka berduka, itu menunjukkan bahwa keselamatan Allah bekerja di dalam diri mereka, pada saat yang sama juga menunjukkan bahwa kehangatan mereka terhadap Paulus belum menjadi dingin (7:12). Sehingga surat yang membuat orang berduka itu, bisa dikatakan bukan mengenai siapa yang bersalah dan siapa yang dirugikan, tetapi lebih daripada itu adalah memberikan mereka kesempatan melalui tindakan pertobatan membuktikan bahwa hati mereka masih tertuju kepada Allah!
Dalam bagian ini Paulus sekali lagi menyatakan kepada penerima surat bahwa hatinya selalu memikirkan mereka, yang paling ingin dia lihat serta yang paling membawakan sukacita dan penghiburan adalah Korintus masih memiliki iman dalam Tuhan dan kehangatan hati atas diri Paulus beserta tim misinya, yang dinyatakan dalam dukacita dan pertobatan mereka (7:13). Perikop ini penuh dengan ekspresi emosi dan kata-kata ── ketenangan, kesusahan, ketakutan, terhibur, dukacita, kesedihan, penyesalan, kejengkelan dan sukacita, dll, orang yang membaca surat ini akan mudah tergerak dan terhubung. Paulus berbicara kepada mereka dengan nada sebagai bapa rohani (6:13), tentu saja memiliki sisi teguran, tapi di balik itu adalah agar mereka bisa mendapatkan keselamatan Allah. Oleh karena itu, Paulus walau pernah menyesal, sedih, tapi akhirnya mendapatkan penghiburan dan sukacita dari tindakan pertobatan mereka. Dalam memberikan teguran nasihat, hubungan emosional memainkan peran penting. Memberikan nasihat bukanlah sesuatu yang sekadar dapat dicapai dengan tutur kata penalaran saja.
Renungkan:
Apakah saya memiliki hati yang takut hormat pada Tuhan? Bagaimana takut hormat pada Tuhan itu diungkapkan dari kesedihan dan pertobatan seseorang? Bagaimanakah pertobatan yang sungguh-sungguh hati? Kapan terakhir kali saya melakukan pertobatan yang tulus di hadapan Tuhan? Untuk alasan apa?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.