「Tanggung jawab dan motivasi menasihati orang」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 5:11-15 [ITB])
11 Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu.
12 Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah. 13 Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. 15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Di sini, Paulus membuat ringkasan terhadap 2:14-5:10, dalam bahasa asli dimulai dengan kata 「Jadi」 (οὖν oun). Sebelumnya, kita telah melihat, di 4:1-6 Paulus telah membuat ringkasan kecil, di sini adalah kedua kalinya, topik kembali berbicara tentang merekomendasikan sendiri (3:1; 5:12). Dalam membuat ringkasan, Paulus sering membuat ajaran-ajaran praktis dan pengingat dari hal-hal yang ia sebutkan sebelumnya, tetapi pada saat yang sama juga memperkenalkan topik baru untuk dibahas di teks selanjutnya. Dalam perikop hari ini, kita melihat bahwa setengah bagian pertama adalah perpanjangan dari ayat 5:10, sementara bagian berikutnya membawakan topik ── 「kasih Kristus」 yang akan ia bahas di teks selanjutnya.
Berdasarkan fakta bahwa setiap orang harus berdiri di hadapan takhta pengadilan Kristus, Paulus tahu bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan dan menasihati orang: 「Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, … Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang」 (5:11) Mengapa Paulus khusus menyebutkan 「takut akan Tuhan」? Karena Yesus Kristus akan datang untuk menghakimi orang lagi suatu hari nanti. 「Takut akan Tuhan」 adalah perasaan yang datang dari mengetahui bahwa penghakiman adalah fakta yang objektif, oleh karena itu, jika kita tidak memiliki perasaan takut akan Tuhan ini di dalam hati kita, itu berarti kita sama sekali tidak percaya bahwa Dia adalah Hakim. Orang Kristen sering mengabaikan hal ini, berpikir bahwa Yesus adalah saudara dan teman kita, sehingga mereka dapat bertindak sesuai dengan pikiran dan keinginan mereka sendiri. Yesus adalah sahabat yang tahu hati saya, dan Yesus mengerti perasaan saya, Yesus mendukung semua yang saya lakukan, maka di hadapan Yesus yang setia mendampingi, saya hanya perlu menjadi diri saya sendiri, 「jadilah diri sendiri」 telah menjadi moto banyak saudara -saudari, slogan di mulut. Tetapi masalahnya, Yesus Kristus juga adalah Tuhan yang menghakimi semua orang (termasuk Kristen dan non-Kristen) harus berdiri di hadapan-Nya 「supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat」, maka 「jadilah diri sendiri (seperti apa yang kamu mau)」 pada akhirnya mungkin tidak memiliki akhir yang baik. Paulus mengetahui bahwa penghakiman bukanlah permainan anak-anak, ia tahu dirinya memiliki tanggung jawab untuk menasihati, mengingatkan, dan memperingatkan saudara-saudari. Ketika pemberita Injil telah dengan jelas menyatakan tuntutan Allah, maka bukan tanggung jawab pemberita Injil jika saudara-saudari melanggar Allah dengan melakukan dosa 「Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu」(Kis. 2:10:26-27) Dapat dilihat, pemberita Injil adalah tugas penting menggunakan Firman Tuhan untuk memperingatkan dan menasihati orang, sehingga mereka dapat menghadapi pengadilan Kristus di masa depan. Menasihati adalah didasarkan karena mengetahui fakta bahwa 「takut akan Tuhan」 itu harus, jika hanya mengucapkan kata-kata manis kepada saudara-saudari yang menutup mata, akhirnya tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan saudara-saudari di sekitar.
Demi menasihati orang, Paulus bahkan melakukan hal-hal yang tampaknya cukup 「hilang akal (out of minds)」 / 「tidak menguasai diri」 di mata orang luar (5:13) Bagaimana kita memahami 「hilang akal」 / 「tidak menguasai diri」 yang disebutkan di sini? Para peneliti memiliki banyak pemikiran yang berbeda. Dalam teks asli, yang dua kata kerja 「kami hilang akal / tidak menguasai diri」 (ἐξέστημεν exestēmen) dan 「kami menguasai diri / waras」 (σωφρονοῦμεν sōphronoumen) saling bertentangan satu sama lain, dan 「menguasai diri / waras」 mengacu bahwa pemikiran seseorang adalah sehat dan benar. Oleh karena itu, ketika Paulus mengatakan bahwa mereka 「hilang akal / tidak menguasai diri」 demi Tuhan, ia menunjuk ke semua tentang kemuliaan pelayanan Perjanjian Baru yang disebutkan di teks sebelumnya di atas, termasuk: Kristus adalah gambar Allah, dan orang-orang percaya dalam Roh Kudus menjadi seperti gambar Tuhan, pemberita Injil yang menderita dapat menyatakan hidup Yesus Kristus, di masa depan harus menghadapi pengadilan Kristus, mendapatkan tempat tinggal surgawi. Perkataan Paulus ini mungkin dirasa orang terlalu hebat, sehingga orang mengkritik bahwa ada masalah dengan akal pikiran Paulus. Ketika Festus mendengarkan kata-kata naik banding dari Paulus, dia tidak bisa menahan diri dan mengatakan dengan suara keras: 「Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila」 (Kis. 26:24) Apa yang Paulus katakan saat itu, sehingga Festus bereaksi begitu besar? Sebenarnya, ia hanya mengatakan bahwa di Damsyik ia bertemu dengan Yesus bangkit (Kis. 26:12-18). Bagi sebagian orang yang tidak bisa menerima atau pemikiran mereka yang telah dibutakan oleh dunia (2 Kor. 4:4), kebangkitan Kristus dan Injil merupakan hal 「gila」. Namun, demi karena Allah dan saudara-saudari, tidak peduli seberapa gila bagi mata manusia, pemberita Injil harus dengan kejujuran dan serius menyampaikan Injil seutuhnya, tidak ada yang disimpan-simpan. Paulus menekankan, dia dan tim misionarisnya senantiasa melakukannya seperti itu, Tuhan tahu itu. Jemaat Korintus dengan berdasarkan hati nurani seharusnya tahu bahwa kata-kata dan perbuatan mereka, tidak lain adalah berasal dari Tuhan dan untuk Tuhan (5:11). Paulus tidak perlu mempromosikan diri atau merekomendasikan diri kepada mereka, alasan mengapa dia ingin membela diri, pada kenyataannya adalah hendak memberi mereka kesempatan untuk memegahkan Paulus supaya mereka dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah (5:12).
Kemudian selanjutnya Paulus menyebutkan「kasih Kristus」, ini adalah kekuatan pendorong motivasi untuk mengajar, menasihati orang lain. Dalam teks di atas disebutkan rasa takut hormat juga merupakan kekuatan pendorong (karena semua orang harus menghadapi pengadilan Tuhan, sehingga harus menasihati orang lain). Ayat 5:14 menyebutkan bahwa adalah kasih Kristus yang mendorong mereka, dan daya motivasi ini jauh lebih positif. Kasih Kristus seperti apa? Paulus tidak ragu-ragu untuk menunjukkan 「satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati」 ini adalah kasih yang mengorbankan diri. Kita tahu, 「satu orang sudah mati untuk semua orang」 mengacu pada kematian Yesus dalam daging, 「maka mereka semua sudah mati」adalah kematian rohani, mengungkapkan fakta bahwa mereka yang dipersatukan dengan Kristus telah mati bagi dosa (Rom . 6:2). Oleh karena itu, mereka yang mengikuti Kristus harus hidup untuk Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk mereka, dan salah satu perwujudan adalah mengingatkan dan menasihati orang lain kelompok orang percaya. Mengingatkan dan menasihati adalah tindakan mengasihi orang tanpa pamrih (lihat Renungan Imamat 19:17 klik untuk membuka), walau orang yang dinasihati mungkin tidak senang menerimanya, tetapi karena dilakukan adalah bagi Tuhan, maka pemberita Injil perlu memiliki semangat untuk mengorbankan diri bagi orang lain. (Im. 19:17 「berterus terang menegor orang sesamamu … kasihilah sesamamu manusia」)
Renungkan:
Apa dasar alasan dan motivasi Paulus menasihati dan mengajar orang lain? Ketika saya melihat saudara-saudari saya mengalami masalah, apakah saya memiliki keyakinan dan keberanian untuk menggunakan firman Tuhan menasihati mereka? Dalam menghadapi nasihat dari gembala atau orang lain, dapatkah saya dengan rendah hati mendengarkan dan menerimanya? Jika seorang hamba Tuhan tidak pernah menasihati atau mengingatkan saudara dan saudari, itu mewakili apa?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.