Seruan 「Kembalilah!」
Oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kid. 6:13 [ITB])
13 Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau!
Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?
Ayat 13 dalam Alkitab bahasa Ibrani termasuk ayat 7:1. Ada beberapa pertanyaan yang harus dipikirkan dalam ayat ini: (1) Sepertinya tidak ada hubungannya dengan yang teks sebelumnya di atas, siapa yang berbicara? Siapakah 「kami」? (2) Pertama kali 「gadis Sulam」 muncul di ayat ini, siapakah 「engkau」? Bagaimana memahami nama ini? (3) Siapa yang akan berbicara di paruh kedua, ayat 13b?
Para ahli Perjanjian Lama berpendapat bahwa ini adalah ayat yang berdiri sendiri, lalu di sini adalah kata-kata yang diucapkan oleh dua orang/kelompok yang berbeda. Ayat 13a 「Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau!」, dapat dilihat semestinya seruan kepada gadis Sulam bukan berasal dari 「gadis Sulam」 sendiri, dan kata 「kami」 mungkin memberitahu kita bahwa ayat 13a ini diucapkan oleh sekelompok orang, beberapa peneliti berpendapat bahwa kemungkinan besar adalah 「putri-putri Yerusalem .」
Dari seruan 「putri-putri Yerusalem」 kepada 「gadis Sulam」 dan teks sebelumnya, kita memiliki alasan untuk percaya bahwa 「gadis Sulam」 ini adalah tokoh wanita itu sendiri. Mungkin, 「gadis Sulam」 adalah 「nama julukan」 , bukan nama sebenarnya, dan nama ini seperti nama 「Salomo」 mengandung arti 「damai」, dengan kata lain, kemungkinan penggunaan nama ini adalah untuk membuat efek simetris secara sastra antara tokoh pria dan tokoh wanita.
Mengikuti ayat 12a karena tokoh utama wanita 「tak sadar diri aku; …」 maka putri-putri Yerusalem berseru memanggil gadis Sulam agar 「kembali」, seolah-olah membuat kita merasakan suasana hati tokoh wanita yang dalam kebingungan, sehingga mereka harus empat kali berseru kepada tokoh wanita 「kembalilah」. Ayat 13b jelas merupakan respons atas bagian pertama ayat ini, oleh karena itu, orang yang berbicara juga berbeda dari yang di depan, kemungkinan besar tokoh wanita menjawab seruan putri-putri Yerusalem dengan sebutan orang ketiga 「wanita Sulam」. Mereka berseru kepada dia 「Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah」 dengan tujuan agar 「dapat melihat engkau」, namun, dia balik bertanya 「Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?」
Bagaimana kita memahami 「seperti tari-tarian perang」? Frasa ini dapat diterjemahkan sebagai: 「seperti tari-tarian dua pasukan tentara (the dance of the two camps / a dance before two armies)」; mengikuti teks sebelumnya ayat 6:10 「dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya」 yang menggambarkan keanggunan tokoh wanita yang melampaui yang lain, di sini putri-putri Yerusalem ingin melihat tokoh wanita 「seperti tari-tarian dua pasukan tentara」. Peneliti Perjanjian Lama menunjukkan bahwa pertemuan dari dua pasukan tentara di medan perang menyebabkan mereka bukan lagi berfokus pada urusan strategi mobilisasi, ofensif atau defensif tetapi mengalihkan semua perhatian mereka pada satu sama lain; dan kecantikan gadis Sulam menarik perhatian semua orang, sehingga semua orang mengalihkan perhatian pada dirinya.
Renungkan:
Tokoh wanita (「gadis Sulam」) telah menarik perhatian 「putri-putri Yerusalem」. Sebelumnya tokoh wanita berkata kepada mereka, ia menggambarkan dirinya 「memang hitam aku, tetapi cantik」 (ayat 1:5), dan mengusulkan 「janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku」 (ayat 1:6), itu mengingatkan kita bahwa 「kecantikan」 tokoh wanita bukan hanya terletak pada penampilan luar. Sebenarnya, seluruh uraian 《Kitab Kidung Agung》 membuat kita melihat kecantikan internal dirinya, oleh karena itu, 「kecantikan」 dirinya dapat dikatakan dalam dan luar, ditambah dengan ketulusan cintanya kepada sang tokoh pria, sehingga kita melihat daya tarik sang tokoh wanita.
Bagaimana kita mendefinisikan 「kecantikan」? Ketika kita hanya melihat kondisi eksternal penampilan luar, apakah kita tertarik dengan kecantikan internal diri pasangan kita? Jika pengejaran kecantikan hanya sebatas penampilan di luar, ini bukan apa yang penulis 《Kitab Kidung Agung》 ingin kita lihat. Faktanya, dalam hubungan interpersonal, 「keindahan」 hati dapat membuat orang cantik dari dalam diri menuju ke luar!
Renungan pemahaman Kitab Kidung Agung
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kidung Agung ditulis oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.