「Allah memilih yang dianggap dunia sebagai yang bodoh dan rendah!」
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 1:26-27 [ITB])
26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. 27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
Kita yang percaya kepada Tuhan yang tersalib harus sepenuhnya memperbarui nilai-nilai kita dan memperbarui cara kita melihat urusan dunia dan orang, sesuai dengan Injil. Orang yang tidak percaya pada Tuhan sering menghakimi orang dari penampilan luar, ketika orang lain lebih berhikmat, lebih memiliki kemampuan dan status yang lebih tinggi dari kita, kita cenderung rendah diri atau cemburu; ketika kita lebih berhikmat, lebih mampu dan kedudukan lebih tinggi daripada yang lain, kita cenderung untuk menjadi bangga, sombong atau memandang rendah orang lain. Jika setelah kita percaya kepada Tuhan lalu masih melakukan ini, kita tidak benar-benar mengenal Kristus, dan kita akan dengan mudah meremehkan saudara dan saudari lain, atau sebaliknya merasionalkan rasa rendah diri kita yang tidak masuk akal lalu mundur, menarik diri.
Dalam 1 Korintus 12, Paulus mengingatkan kita dengan memakai metafora 「tangan dan mata, kepala dan kaki, kaki dan tangan, telinga dan mata」. Beberapa orang melihat diri mereka sebagai kaki, atau sebagai telinga, merasa rendah diri lalu menarik diri, dan bahkan di dalam keluarga Tuhan berkata: 「Karena aku bukan tangan, aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh, juga tidak membutuhkan saya!」 Ada juga orang yang sombong dan sering memandang diri sendiri seperti mata atau kepala, dan dengan bangga berkata kepada orang lain: 「Aku tidak membutuhkanmu.」 Untuk mengatasi perselisihan dan perpecahan gereja, Paulus menuntun kita pada pemahaman yang lebih dalam terhadap kebenaran salib Kristus, dan ingin kita berhenti menilai orang menurut ukuran jasmani dan penampilan luar orang.
Frasa 「menurut ukuran manusia」 (kata sarka), according to flesh (menurut daging), frasa ini adalah ekspresi khusus Paulus, dalam Perjanjian Baru hanya muncul dalam tulisan-tulisan Paulus, total 20 kali (Roma 1:3; 4:1; 8:4-5, 12-13; 9:3, 5; 1 Kor. 1:26; 10:18; 2 Kor. 1:17; 5:16; 10:2-3; 11:18; Gal. 4:23, 29; Ef. 6:5; Kol. 3:22), frasa ini dapat diterjemahkan sebagai 「menurut penampilan luar, menurut cara pandang dan nilai-nilai dunia.」 Dalam 2 Korintus 5:16, Paulus meninggalkan kalimat terkenal yang membalikkan akar nilai-nilai terdahulu dalam kehidupannya: 「kami tidak lagi menilai seorang jugapun 『menurut ukuran manusia, cara pandang manusia』(kata sarka). Dan jika kami pernah menilai Kristus 『menurut ukuran manusia, cara pandang manusia』(kata sarka), sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian」. Paulus setelah bertemu setelah Tuhan Yesus yang bangkit, pandangan hidupnya berubah total, dia tidak lagi menilai orang dan Kristus dengan cara pandang manusia. Betapa berharga identitas orang percaya, mereka telah menjadi anak-anak Allah yang berharga dan akan memerintah bersama Kristus. Tetapi berharganya kita tidak bergantung identitas dan kekuatan sekuler dunia kita, tetapi peduli bahwa kita percaya kepada Kristus, milik Kristus, dan mengenakan Kristus (bukan oleh diri kita sendiri tetapi oleh Kristus). Di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru, di dalam Kristus di mana kita tidak lagi terbagi-bagi 「Yahudi dan Yunani, merdeka, hamba atau orang merdeka, laki-laki atau perempuan」 (Gal. 3:26-28) semua itu ukuran manusia.
Di awal pelayanan-Nya, Yesus mengutip Yesaya 61:1-2 sebagai pernyataan misi mesianik diri-Nya 「Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang」(Luk. 4:18-19). Ketika Yohanes Pembaptis bertanya-tanya apakah Yesus adalah Sang Mesias, Yesus mengingatkan murid yang diutus oleh Yohanes bahwa tanda Mesias adalah yang menggenapi janji dalam Kitab Yesaya tersebut, 「Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku!」 (Lukas 7:22-23). Tuhan Yesus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, lahir di palungan miskin, dan dibesarkan dalam kemiskinan Nazaret, Ia memanggil dan membina 「orang biasa yang tidak terpelajar」 (Kis. 4:13), dan melayani begitu banyak orang miskin. Yesus tidak pernah menilai orang dari penampilan luar mereka!
Tetapi bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan gereja Korintus? Tercatat di 1 Korintus pasal 11, dalam perjamuan kasih dan pertemuan kudus, mereka 「membagi diri dalam kategori」 menurut latar belakang kekayaan masing-masing, akibatnya 「yang satu lapar dan yang lain mabuk.」 Nilai-nilai mereka sama sekali tidak seperti Kristus, jadi betapa menyakitkan hal itu bagi Paulus gembala mereka! Yesus mengutuk orang-orang Yahudi, mengatakan: 「Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun」 (Yoh. 8:15). Paulus berkata: 「mengenai mereka yang dianggap terpandang itu bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka …」 (Gal. 2:6)
Orang-orang dunia yang berpikir bahwa mereka memiliki hikmat, berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang mulia dan berkuasa, mereka sering meremehkan orang-orang rendah, membenci kebenaran salib dan Tuhan yang disalibkan. Mereka menolak Injil, memandang rendah orang Kristen yang miskin, dan mereka tidak bertindak sesuai dengan kehendak Allah dan nilai-nilai Allah! Pada akhirnya apa yang telah menunggu orang-orang sombong ini? Murka Allah, hukuman kekal, dan rasa malu yang tak ada habisnya! Karena itu, mengapa kita harus iri pada mereka?
Orang yang sombong akan direndahkan dan mendapat malu! Orang yang tidak bertindak sesuai cara pandang Allah bukanlah orang yang berkenan kepada Allah! Allah mengasihi manusia di dunia! Allah mengasihi orang miskin, tawanan, orang buta, dan yang tertindas. Yesus berkata: 「Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. 21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa」(Lukas 6:20-21).
Renungkan:
• Yesus memanggil murid-murid, apakah di antara mereka itu banyak memiliki hikmat, memiliki kemampuan, terhormat? Mengapa Tuhan memilih orang-orang seperti ini? Mengapa sepanjang waktu banyak misionaris sering melaksanakan pekerjaan kudus Allah bagi orang-orang miskin?
• Anda adalah apakah ada kebiasaan menilai orang dari penampilan, melihat secara permukaan saja? Apakah Anda melihat bahwa para pemimpin, saudara dan saudari tertentu di gereja sering menilai orang dari penampilan? Bagaimana kita bisa mengubah nilai yang salah ini?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.