Yohanes 3:6

「Antara daging dan Roh」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 3:6 [ITB])
6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Sekilas, ini adalah bersifat dualistik (paham bahwa dalam kehidupan ini ada dua prinsip yang saling bertentangan, satu sama lain saling bertentangan atau tidak sejalan, misal kebaikan dan kejahatan, terang dan gelap): apa yang lahir dari daging adalah daging, dan apa yang lahir dari Roh adalah roh. Daging dan roh telah menentukan jalan mereka sendiri, tidak ada hubungan antara keduanya, dan tidak ada kemungkinan melampaui batasan (tidak ada transendensi).

Namun, karena kelahiran kembali air dan Roh, kita berada dalam daging (tubuh) dan Roh. Kita memiliki tubuh daging, tapi kita bersifat rohani spiritual. Setiap orang Kristen mengalami ketegangan tarikan hidup ini setelah dia dilahirkan kembali. Kita awalnya dilahirkan dalam daging, tetapi karena kelahiran kembali di dalam Kristus, pada saat yang sama kita dibaptis dengan Roh Kudus dan memperoleh hidup baru dalam Roh. Namun kehidupan baru ini tidak lepas dari kehidupan fisik tubuh daging. Spiritualitas rohani kita ada di antara daging dan roh.

Oleh karena itu, spiritualitas umat Kristiani tidak mengisolasi diri dari dunia ini. Jika spiritualitas kita melarikan diri dari dunia, itu disebut spiritualitas melambung di atas tanah. Spiritualitas rohani pada dasarnya adalah relasi antara manusia dengan Tuhan, spiritualitas rohani yang tanpa tubuh daging akan terreduksi menjadi bahasa yang kosong dan abstrak. TUHAN membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup, kalimat ini memberitahu kita bahwa Roh Tuhan ada di dalam debu tanah. Spiritualitas rohani tanpa debu tanah, atau spiritualitas yang mengisolasi dunia, sedang menuju ke arah yang indah tetapi salah.

Spiritualitas rohani yang meninggalkan tubuh adalah agama buatan manusia. Spiritualitas semacam ini tidak perlu dipelajari, karena spiritualitas ini dangkal dan nikmat yang mudah ditelan (kenikmatan yang lezat di mulut). Sebaliknya, untuk menemukan Tuhan debu tanah dunia, untuk mewujudkan spiritualitas rohani di dunia, dan bahkan untuk mewujudkan spiritualitas ini dalam penderitaan dan keburukan dunia, membutuhkan tempaan yang menjemukan dan membosankan — seperti mencari air oasis di kehausan gurun pasir — butuh kesabaran dan ketekunan.

Renungkan:
Kita adalah manusia spiritual. Namun, perwujudan rohani sering kali harus konkret dan nyata. Hari ini, apakah Anda melatih spiritualitas rohani Anda dengan hal yang konkret?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.