Yehezkiel 1:1-3

「Seorang nabi di zaman besar penawanan」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 1:1-3 [ITB])
1 Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.
2 Pada tanggal lima bulan itu, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang, 3 datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.

Panggilan seorang nabi selalu bersifat pada zamannya, singkatnya, zaman membentuk nabi, dan nabi merespons zaman, oleh karena itu nabi tidak bisa dipisahkan dari zaman. Yehezkiel 1:1-3 menggunakan dua ekspresi yang berbeda untuk menunjuk pada zaman yang sama. Yang pertama adalah tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan (ayat 1), dan yang lainnya adalah tanggal lima bulan itu, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang(ayat 2) selain melaporkan tanggalnya juga mengandung makna yang lebih dalam, yaitu menunjukkan bahwa itulah zaman saat Yehezkiel dipanggil. (Zaman menunjukkan keadaan saat itu)

Pertama-tama, frasa tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan memicu diskusi di kalangan peneliti. Pengasingan Yoyakhin terjadi pada tahun 597 SM, jadi tanggal lima bulan itu, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang (ayat 2) mengacu pada tanggal lima bulan empat tahun 593 SM, maka mungkin tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan di ayat 1 adalah terhitung dari tahun 623 SM. Ini mungkin mengacu pada hari ketika raja Yosia menemukan kitab hukum Taurat di Bait Suci di Yerusalem (621 SM, 2 Raja-raja 22:8). Atau dapat dihitung dari hari ketika Raja Nebukadnezar menjadi raja (Kekaisaran Babilonia didirikan pada 625 SM, lihat Yeremia 52:29-30), atau mungkin juga dihitung berdasarkan umur Yehezkiel sendiri (Origen, Josephus), yang berarti bahwa Yehezkiel dipanggil ketika dia berumur tiga puluh tahun. Dengan cara ini, frasa tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan memiliki banyak arti. Ini merujuk pada tiga puluh tahun setelah kitab hukum ditemukan di Bait Suci, dan itu juga mengacu pada tiga puluh tahun setelah raja Nebukadnezar menjadi raja, dan terlebih lagi ketika nabi Yehezkiel berusia tiga puluh tahun.

Kita tahu bahwa Yehezkiel adalah seorang imam, menurut catatan Alkitab, usia orang Lewi bertugas adalah 30 sampai 50 tahun (Bilangan 4:23, 30, 35, 39-40, 43-44, 47-48), oleh karena itu, kita memahami bahwa Yehezkiel, yang memasuki usia tiga puluh tahun, adalah tepat pada tahun ketika dia harus memasuki Bait Suci untuk melayani, tetapi pada tahun ini, dia berada di Babilonia. Karena lima tahun yang lalu dia dibawa ke pembuangan, ini tidak hanya tubuh jasmaninya yang ditawan, tetapi juga menawan masa depannya dan kesempatan untuk melayani di Bait Suci — di Babilonia tidak ada Bait Suci, tidak ada Kemah Pertemuan, tidak ada mezbah, dan tidak ada persembahan pengorbanan. Sebagai anggota keluarga imam, secara logis Yehezkiel sudah sepatutnya menanti-nantikan hari dia masuk ke Bait Suci untuk melayani. Namun, ketika hari ini akan tiba, dia ditawan oleh raja Nebukadnezar.

Zaman Yehezkiel hidup adalah zaman besar penawanan: kebebasan, masa depan, iman, komunitas, dll. semuanya ditawan, dan di zaman keputusasaan yang hebat ini, Yehezkiel melihat langit terbuka dan menerima wahyu ilahi penglihatan-penglihatan tentang Allah. Bahkan jika semua keadaan di bumi berubah buruk dan bangsanya sendiri dibawa ke pembuangan dan ditawan, namun dunia surgawi dan kuasa Tuhan tetap tidak berubah. Allah masih memanggil nabi-Nya di zaman yang bergelombang besar ini, sehingga Yehezkiel di dalam keadaan yang penuh perubahan tidak terduga-duga dapat melihat keteguhan tetap yang ilahi dari Allah, dalam angin dan hujan melihat matahari di atas awan, jadi dia tahu bahwa masa depannya sepenuhnya ada di tangan-Nya. Bahkan jika tidak ada kesempatan lagi untuk melayani di Bait Suci, apakah berpengaruh besar? Panggilan Allah itulah letak jalan kehidupan Yehezkiel berada. Dunia sedang berubah, namun misi tetap tidak berubah.

Renungkan:
Kita semua berada di zaman yang besar, dan kekacauan dunia telah membuat kita tertawan. Namun, justru karena kita hidup di zaman yang besar maka panggilan dari Allah tampak makin nyata. Berdoa agar hati kita kepada Tuhan tidak hilang tertawan.
Di masa-masa kekacauan, bagaimana Anda akan menghidupi jalan panggilan Anda?

(Marilah kita ingat: bahkan jika semua keadaan di bumi berubah buruk, namun dunia surgawi dan kuasa Tuhan tetap tidak berubah. Allah masih memanggil kita di zaman yang bergelombang besar ini, sehingga di dalam keadaan yang penuh perubahan tidak terduga-duga dapat melihat keteguhan tetap yang ilahi dari Allah, dalam angin dan hujan melihat matahari di atas awan, jadi kita tahu bahwa masa depan kita sepenuhnya ada di tangan-Nya. Bahkan jika tidak ada kesempatan lagi seperti yang kita pikir seharusnya, apakah berpengaruh besar? Tidak. Panggilan Allah itulah letak jalan kehidupan kita berada. Dunia sedang berubah, namun misi panggilan yang kita terima dari Allah tetap dan tidak berubah.)


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.