「Seruan dari dasar lobang yang dalam」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ratapan 3:55-66 [ITB])
55 「Ya TUHAN,
aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam.
56 Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku! 57 Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!」
58 「Ya Tuhan,
Engkau telah memperjuangkan perkaraku,
Engkau telah menyelamatkan hidupku.
59 Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku, ya TUHAN; berikanlah keadilan!
60 Engkau telah melihat segala dendam mereka, segala rancangan mereka terhadap aku.」
61 「Engkau telah mendengar cercaan mereka, ya TUHAN, segala rancangan mereka terhadap aku, 62 percakapan orang-orang yang melawan aku, dan rencana mereka terhadap aku sepanjang hari. 63 Amatilah duduk bangun mereka! Aku menjadi lagu ejekan mereka.」
64 「Engkau akan mengadakan pembalasan terhadap mereka, ya TUHAN, menurut perbuatan tangan mereka.
65 Engkau akan mengeraskan hati mereka; kiranya kutuk-Mu menimpa mereka!
66 Engkau akan mengejar mereka dengan murka dan memunahkan mereka dari bawah langit, ya TUHAN!」
Ratapan Yeremia 3:55-66 adalah akhir pasal 3, di antaranya terdapat bentuk kata kerja yang sangat istimewa di ayat 55-61, karena di ayat ini semua kata kerja adalah bentuk telah selesai (perfect), ditambah kata kerja di ayat 52-54 (renungan kemarin) juga menggunakan bentuk telah selesai (perfect tense), jadi ternyata ayat 52-61 semuanya menggunakan bentuk telah selesai, bagaimana kita memahami tense ini? (ayat 52-54 renungan kemarin,「52 Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab. 53 Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu. 54 Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: 『Binasa aku!』」)
Seorang peneliti bernama Iain Provan melakukan kajian mendalam tentang kata kerja bentuk telah selesai ini, ia mengemukakan bahwa penggunaan kata kerja bentuk telah selesai itu dapat dibagi menjadi tiga telah: dulu, sekarang, dan yang akan datang. Paragraf pertama (ayat 52-54) menjelaskan pengalaman penyair Ratapan di masa lalu, serangan dan penghinaan musuh, dan diakhiri dengan 「Binasa aku!」. Paragraf kedua, hanya satu ayat saja (ayat 55), penyair Ratapan menggunakan kata kerja bentuk telah selesai untuk menjelaskan apa yang sedang ia lakukan sekarang, di dasar lobang yang dalam berseru kepada Allah. Paragraf ketiga (ayat 56-61) juga menggunakan bentuk telah selesai, tetapi ini adalah semacam wujud telah selesai yang didoakan, yang menunjukkan bahwa penyair Ratapan percaya secara mendalam atas apa yang dia doakan pasti terjadi di masa depan. Dia percaya bahwa apa yang dia doakan pasti akan digenapi, dan seperti telah selesai digenapi, sehingga beberapa orang berpendapat bahwa ini adalah bentuk kata kerja yang bersifat telah selesai dalam nubuatan (prophetic perfect) (Tambahan penerjemah: nubuat pasti akan digenapi kelak dan menjadi “telah”, dan di dalam pikiran yang penuh iman, sekarang seolah-olah telah digenapi. Nubuat juga bisa digenapi beberapa kali, bisa juga digenapi bertahap, dahulu, sekarang dan kelak.). Dengan demikian, ayat 56-61 menjelaskan bahwa penyair Ratapan yakin bahwa Tuhan akan mendengar suaranya dan menyelamatkannya suatu hari (ayat 56), dan percaya bahwa suatu hari Tuhan akan berkata kepadanya: 「Jangan takut!」 (ayat 57), Tuhan pasti akan menegakkan keadilan baginya dan menebus menyelamatkannya (ayat 58), melihat bahwa ia diperlakukan tidak adil (ayat 59), melihat adanya orang-orang yang membencinya (ayat 60), dan mendengar adanya orang yang menghinanya (ayat 61), penyair Ratapan memiliki iman yang mendalam kepada Tuhan, betapapun buruknya situasi saat ini, ia selalu percaya bahwa ini hanya sementara, akan ada satu hari saat Tuhan menanggapi doanya dan memahami penderitaannya. Dan ketika kita mengamati kata-kata yang digunakan pada ayat 55-61, kita melihat kata kerja ini: 「berseru」 (ayat 55), 「mendengar」 (ayat 56), 「berseru」 (ayat 57), 「melihat」 (ayat 59), 「melihat」 (ayat 60), 「mendengar」 (ayat 61), semua kata kerja ini terkait dengan mulut, telinga dan mata, penyair Ratapan yakin bahwa Tuhan akan menjawab dengan telinga dan mata-Nya atas seruan dari mulut penyair Ratapan. Betapa besar iman itu!
Ayat 55 adalah satu-satunya di seluruh paragraf yang bisa dipahami sebagai tindakan saat ini yang sedang berlangsung. Ayat ini menjelaskan tentang penyair Ratapan yang menyerukan nama Tuhan dari dasar lobang yang dalam. Ini mengingatkan kita pada Yusuf yang dimasukkan ke dalam lubang yang dalam oleh saudara-saudaranya (Kejadian 37:20-24), juga mengingatkan tentang Yunus berdoa di dalam perut ikan, berkata bahwa dia telah sampai di pintu dunia bawah (Yunus 2:5-6, 「Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.」) Di titik terendah dalam hidupnya, penyair Ratapan tidak menangis sendirian, juga tidak membiarkan dirinya berkutat dalam suasana hati yang negatif, ia memilih untuk berdoa, memilih menaikkan ratapan. Dengan segala cara ia berdoa kepada Tuhan, bahkan jika Tuhan tidak menanggapi, dia mempertahankan iman yang kuat, percaya bahwa Tuhan akan menyelesaikan apa yang dia doakan dalam ayat 56-61. Sampai di penghujung hidup, penyair ratapan tetap tidak melepaskan tangan dari Tuhan, inilah ketekunan dan keyakinan dasar dari nyanyian ratapan.
Renungkan:
Ayat 63 Kembali ke tema berdoa memohon Tuhan melihat, penyair Ratapan berdoa agar Tuhan melihat semua kejahatan musuh, dia percaya akan pandangan Tuhan, Ia pasti akan menegakkan keadilan bagi dirinya. Apakah kita memiliki iman seperti itu dalam doa kita? Ketika kita berada di jurang lembah paling dalam, apakah kita memilih untuk menyerah, atau memilih untuk berdoa?
Renungan pemahaman Kitab Ratapan
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.