Amsal 3:27-35

「Pengajaran 4: Memelihara Hidup Berhikmat (2) – Tetangga」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 3:27-35 [ITB])
27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi, sedangkan yang diminta ada padamu.
29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.
31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya, 32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. 34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya. 35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.

Dalam ayat 21-26 yang kita renungkan kemarin ada dua perintah janganlah yang ditujukan kepada individu orang, untuk perikop hari ini ada lima perintah larangan, terkait tentang hubungan dengan orang lain, yaitu bagaimana memperlakukan sesama. Dari ayat 27 sampai 31, setiap ayat memiliki perintah janganlah, dan total ada enam. Mengapa jangan melakukannya? Atau apa penyebab jangan melakukan hal-hal tertentu tersebut? Sampai di ayat 32 diberitahukan kepada kita bahwa itu adalah karena … TUHAN.

Memelihara hikmat sejati tidak hanya akan memberikan daya vitalitas bagi hidup kita, tetapi membuat kita memahami bagaimana bergaul dengan tetangga kita. Dalam ayat 27 sampai 31 terdapat dua pembicaraan tentang tetangga dan pengingat tentang bagaimana berinteraksi dengan sesama dalam kehidupan. Pertama, ketika memiliki kemampuan jangan mengelak, tetapi menjadi dukungan bagi mereka yang membutuhkan; kedua, jangan menunda-nunda, hendaknya berbuat baik pada waktunya; ketiga, jangan merencanakan kejahatan terhadap sesama; keempat, jangan bertengkar, jika tidak dirugikan maka jangan bertengkar dengan sesama tanpa alasan. Kelima, jangan iri hati, ketika menghadapi orang yang kejam, seharusnya memilih untuk tidak mengikuti perbuatan jahat mereka. Oleh karena itu, orang yang memiliki hikmat sejati tidak akan melakukan dua jenis dosa, yaitu tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan (dosa kelalaian / sins of omission) dan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan (dosa perbuatan / sins of commission).

Sesama / tetangga tidak hanya mengacu pada tetangga tempat tinggal, tetapi juga mencakup anggota keluarga, kerabat, dan majikan. Bagaimana mengatur prinsip hidup berkelompok? Yang pertama adalah berbuat baik kepada tetangga dan mereka yang membutuhkan (ayat 27-28; 14:31; 17:5; 22:16, 22-23), lebih lanjut lagi jangan memiliki pikiran jahat terhadap sesama / tetangga (ayat 29), atau bertengkar atau membuat tuduhan yang salah terhadap sesama (ayat 30), dan jangan mengikuti tindakan yang tidak benar (ayat 31).

Melanjutkan setelah enam larangan jangan, orang bijak menyimpulkan dengan empat pasang kalimat untuk menggambarkan bahwa mereka yang hidupnya yang memiliki daya hidup pada akhirnya akan diberkati. Ayat 32-35 adalah perbandingan empat jenis kehidupan dan konsekuensi hasilnya. Empat jenis orang yang akan mendapatkan bencana adalah orang yang sesat, orang fasik, orang pencemooh, dan orang bebal, sedangkan empat orang yang diberkati adalah orang jujur, orang benar, orang yang rendah hati, dan orang yang bijak. Orang-orang yang mendapatkan rahmat anugerah Allah ini mencerminkan hikmat sejati dalam sikap hidup, perilaku, berinteraksi dengan orang lain, dan sikap berbicara. Di sini, bencana dan berkat muncul bersama lagi, juga menegaskan kembali kepada pembaca agar dengan waspada dan hati-hati mengambil keputusan, membuat pilihan dan hidup.

Renungkan:
(1) Berbuat kebaikan adalah tema penting dari Amsal, yang diajarkan Alkitab bukanlah harus berbicara tentang kemampuan berbuat baik, tetapi inti semangatnya, renungkan kemampuan pribadi dan semangat Anda dalam berbuat baik;

(2) Pada renungan hari pertama disebutkan bahwa hikmat adalah kecakapan / keterampilan hidup sosial, renungkan interaksi Anda dengan orang lain, adakah yang perlu ditingkatkan?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.