Amos 6:8-14

「Penghakiman Ke-3 atas Israel, (6) Penghancuran Ultima」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 6:8-14 [ITB])
8 Tuhan ALLAH telah bersumpah demi diri-Nya, demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam: Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada purinya; Aku akan menyerahkan kota serta isinya. 9 Dan jika masih tinggal sepuluh orang dalam satu rumah, mereka akan mati. 10 Dan jika pamannya, pembakar mayat itu, yang datang mengangkat dan mengeluarkan mayat itu dari rumah itu, bertanya kepada orang yang ada di bagian belakang rumah: Adakah lagi orang bersama-sama engkau? dan dijawab: Tidak ada, ia akan berkata: Diam! Sebab tidaklah patut menyebut-nyebut nama TUHAN! 11 Sebab sesungguhnya, TUHAN memberi perintah, maka rumah besar dirobohkan menjadi reruntuhan dan rumah kecil menjadi rosokan.

12 Berlarikah kuda-kuda di atas bukit batu, atau dibajak orangkah laut dengan lembu? Sungguh, kamu telah mengubah keadilan menjadi racun dan hasil kebenaran menjadi ipuh! 13 Hai kamu, yang bersukacita karena Lodabar, dan yang berkata: Bukankah kita dengan kekuatan kita merebut Karnaim bagi kita? 14 Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan suatu bangsa melawan kamu, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam, dan mereka akan menindas kamu dari jalan yang menuju ke Hamat sampai ke sungai yang di Araba.

TUHAN, Allah semesta alam bersumpah demi diri-Nya tentang Israel, di sini sekali lagi menyebutkan bahwa TUHAN adalah Tuan dari Israel, juga adalah Tuan dari semesta alam, Ia adalah Allah segala bala tentara (KJV: LORD the God of hosts; NET: The LORD God of Heaven’s Armies) artinya Allah berkuasa atas bala tentara di surga di langit, pada saat yang sama juga memegang kendali atas bala tentara segala bangsa — termasuk musuh-musuh Israel. Pada zaman itu, orang bersumpah dengan menunjuk pada sesuatu yang bisa diandalkan yang lebih besar dari diri mereka sendiri, Allah bersumpah dengan menunjuk pada diri sendiri karena tidak ada yang lebih besar dari Dia, Allah dengan nada hukum dan keseriusan khidmat yang besar menyatakan keputusan penghakiman atas para pembesar Israel.

Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada purinya adalah kalimat paralel, arti dari keji dan benci adalah paralel, menunjukkan bahwa alasan penghakiman Allah adalah bahwa Ia menolak umat-Nya, Ia membenci kesombongan umat-Nya. Arti asli dari kata kecongkakan adalah arogan menggila, yang juga dapat diterjemahkan ke dalam besar dan mulia (lihat CUV, FAYH, KJV). Anehnya, Tuhan tidak memanggil umat-Nya di sini dengan nama Israel — nama mulia … sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang (Kej. 32:28) — tapi memanggil mereka dengan nama Yakub, mereka yang kapan saja di mana saja selalu mengandalkan kepintaran kecilnya sendiri dan merenggut (menarik paksa) ke sana ke sini (Kej. 25:26 dengan tangan memegangi tumit Esau), tetapi Yakub yang ini adalah Yakub yang sombong dan merasa diri besar. Kemakmuran suatu negara adalah hal yang sangat mulia — sama seperti Israel diperintah oleh Yerobeam II pada waktu itu, tetapi jika orang berpikir bahwa semua prestasi adalah karena upaya manusia, mereka secara bertahap menjadi sombong, seperti kata bijak: Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Ams. 16:18) Israel bangga akan keistimewaan dirinya sendiri, berpikir bahwa istana di bukit Samaria tidak akan terkalahkan karena sifat strategis geografis dan juga kekuatan negeri ini, pasti akan menang dalam segala peperangan; tetapi Allah telah bersumpah untuk mengambil kota itu dan segala yang ada di dalamnya — penghuni dan harta benda, semuanya diserahkan kepada musuh. Ini adalah hukuman yang diberikan Tuhan kepada Israel, dan Tuhan menyerahkan mereka sepenuhnya.

Ketika Allah hendak menghancurkan Israel sepenuhnya, tidak hanya kota itu saja yang dihancurkan, bala pasukannya dihancurkan, dan manusia pun juga akan punah. Umat Israel akan menderita pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan jika masih ada tersisa sepuluh orang dalam rumah, mereka semua akan mati (lihat Amos 5:3 Kota yang maju berperang dengan seribu orang, dari padanya akan tersisa seratus orang, dan yang maju berperang dengan seratus orang, dari padanya akan tersisa sepuluh orang). Jikalaupun bersembunyi di rumah, ia tidak bisa menghindari terbunuh; atau jika ia berhasil melarikan diri dari perang dan kembali ke rumahnya, tetapi meninggal karena sampar (lih. Amos 4:10); atau ia meninggal dalam gempa bumi di rumah (lih. Amos 4:11 kota dijungkirbalikkan). Bagaimanapun, ketika kerabat almarhum datang untuk membersihkan mayat, mereka bertanya dengan keras apakah ada orang di rumah itu, orang yang bersembunyi di sudut rumah menjawab bahwa tidak ada mayat di dalamnya, membawa ketakutan besar, tidak berani menyebutkan nama TUHAN Yahweh, takut menimbulkan amarah TUHAN. Rumah-rumah besar maupun kecil menjadi pecahan remuk, dan kota telah menjadi puing-puing hancur, yang kaya atau yang miskin tidak bisa menghindar, bisa karena perang atau karena gempa bumi, tidak ada yang bisa meloloskan diri dari hukuman TUHAN. (Amos 5:19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!)

Nabi Amos menggunakan dua pertanyaan retoris untuk membawakan dua hal yang tidak mungkin. Tidak ada orang yang akan membiarkan kuda berlari di atas bukit berbatuan, karena kuda harus berlari di dataran, kekerasan batu akan melukai kuku kuda; demikian juga, orang tidak akan membiarkan lembu membajak di bukit berbatuan (KJV, ISV, NASB), atau diterjemahkan CEV, RSV, ITB sebagai dibajak orangkah laut dengan lembu, itu tidak mungkin. Tetapi nabi Amos menghela napas bahwa keadilan yang pada awalnya dicintai dan disambut oleh Israel kini dibuat mereka menjadi pahit seperti empedu membuat orang membencinya; buah dari keadilan yang seharusnya baik dan bermanfaat, tetapi Israel mengubahnya menjadi ipuh pahit beracun. Ini seharusnya tidak mungkin, tetapi sekarang ini menjadi kenyataan.

Ketika orang Israel bersukacita menari dan merayakan bahwa mereka telah memenangkan kota-kota Lodebar dan Karnaim, bangga dan sombong berpikir bahwa mereka dengan kekuatan dan tentara mereka sendiri, Tuhan semesta alam Allah segala bala tentara menyatakan nubuat bahwa Allah akan membangkitkan sebuah kerajaan untuk menyerang Israel. Kerajaan ini akan menyerang dan menindas mereka mulai dari utara, di jalan yang menuju ke Hamat sampai ke selatan, ke sungai yang di Araba – Laut Mati, kerajaan Israel akan ditindas oleh bangsa asing ini.

Renungkan:
Ketika kita bahagia dan senang atas pencapaian sukses hari ini, apakah kita lupa bahwa semua itu datang dari Tuhan? Bersyukurlah atas pemberian Tuhan.

Sambil menunggu, saat bertemu Tuhan apa yang Anda harapkan Tuhan katakan kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.