「Panggilan yang Berorientasi Akhir Zaman 」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
(Luk. 21:29-33 [ITB])
29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 「Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. 30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. 31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. 33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.」
Topik akhir dunia, secara umum, komunitas gereja akan cenderung mulai menyukai topik ini dan memberikan pengajaran tentang topik ini setiap peristiwa negara dan negara yang berperang. Tidak dapat dipungkiri bahwa selama terjadi perang di dunia, maka akan ada kaitan dengan ajaran akhir zaman dari Yesus, dan gereja secara alami memasuki topik ini untuk membawakan nasehat dan agar waspada. Tetapi pada kenyataannya, ketika gelombang perang di dunia ini perlahan-lahan surut, kita perlahan-lahan merasa bahwa hari-hari datang kembalinya Tuhan tidak begitu mendesak.
Dalam perikop hari ini, Yesus menggunakan gambaran pohon ara yang bertunas untuk menjelaskan kebenaran kedatangan kembali Tuhan. Jika memahaminya menurut perumpamaan biji sesawi, Kerajaan Surga pada akhirnya akan menjadi pohon yang besar, yang memungkinkan burung menghuninya. Dengan kata lain bahwa penderitaan, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus di salib adalah langkah pertama penyataan Kerajaan Surga di antara bangsa-bangsa. Dengan cara yang sama, saat pohon ara atau pohon apa saja memasuki tahap awal bertunas, perlahan-lahan akan memasuki pertumbuhan yang disebutkan dalam Kisah para rasul pasal 2 hingga 4. Pohon-pohon simbolis surgawi ini mulai tumbuh kuat.
Karena itu, makna dari perumpamaan Yesus adalah bahwa, sesuai perkembangan gereja, saat Injil berkemenangan di dalam hati generasi manusia, maka hari Tuhan datang lagi sudah dekat. Karena itu, fokus perikop bukanlah meletakkan pandangan mata pada apa-apa saja yang terjadi di dunia, di mana ada gempa bumi besar, bencana malapetaka, di mana ada pertempuran antar bangsa, tetapi semakin Injil menyebar tiada henti, semakin dekat hari Tuhan akan datang lagi.
Ini memaksa kita untuk tidak lagi secara pasif melihat bagaimana peristiwa dunia terjadi ─ ada atau tidak ada perang dan bencana sebagai cara menafsirkan akhir zaman. Sebaliknya, kita mengambil inisiatif untuk meletakkan segala sesuatu bagi perkembangan pelayanan Injil, inilah satu-satunya pemikiran untuk bersiap menyambut Tuhan datang kembali.
Sejujurnya, kedatangan Kerajaan Allah tidak sepenuhnya tergantung pada bagaimana tanggapan orang atas perluasan Injil. Tetapi menuntun gereja dan orang-orang yang rela menderita bagi Injil, mereka rela menanggung aniaya tekanan ketekunan sebagai tanggapan kepada Tuhan dan bekerja bersama Tuhan untuk memenangkan lebih banyak jiwa.
Tetapi kita tidak bisa hanya sekadar terharu karena jiwa yang terselamatkan. Di tempat Injil berada, apakah itu desa, tempat komunitas berada, atau tempat kekuatan politik, akan membawa pembaruan dan perubahan yang tidak dapat dijelaskan. Injil adalah membawa kebenaran Allah ke dunia, sehingga kekuatan jahat dapat melihat bahwa Kerajaan Allah benar-benar ada di dunia.
Akhirnya, perikop ini juga mengingatkan kita bahwa Pencipta langit dan bumi ini adalah penguasa seluruh bumi, dan segala berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Firman-Nya, keselamatan-Nya, tidak akan dihapuskan dalam keadaan apa pun, perkataan-Nya tidak akan berlalu.
Renungkan:
Awal dari akhir zaman adalah saat Tuhan Yesus disalibkan, mati, bangkit, dan naik ke surga. Lalu, perkembangan Injil dan perwujudan kebenaran membuat orang tahu bahwa Tuhan akan segera datang. Inilah yang memimpin konsep kehidupan, konsep panggilan, dan konsep tempat kerja. Tidakkah demikian?
Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa beaya.