Lukas 18:15-17

「Hanya satu pilihan saja」
oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 18:15-17 [ITB])
15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: 「Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. 17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.」

Mengikuti ayat-ayat dua hari ini, kita tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadi orang yang memiliki 「iman」, sehingga kita dapat mengenali siapa Mesias itu ketika Anak Manusia menyatakan diri. Dalam ayat kemarin, Yesus mengajar kita untuk menghindari perangkap pembenaran diri sendiri, tetapi hendaknya bersuka dalam kerendahan. Perendahan diri ini bukanlah kerendahan hati dari diri sendiri, tetapi perasaan yang mendalam bahwa di hadapan Tuhan, ia hanya pendosa yang mendapatkan anugerah, sehingga ia dapat mengenali tindakan dan pekerjaan dari Mesias serta mengakui bahwa Yesus yang merendah yang disalibkan adalah Juruselamat yang sejati.

Dalam ayat hari ini, Yesus mengajar kita dari sudut lain bagaimana kita dapat melihat pekerjaan Tuhan dan di mana pintu keselamatan berada.

Ketika seseorang menggendong bayinya untuk bertemu Yesus, para murid mencela orang-orang ini. Apakah ini masuk akal? Di mana kebenaran dari celaan para murid ini? Dalam konteks Perjanjian Lama, bayi harus disunat pada hari kedelapan, tetapi jika mereka masih belum disunat, mereka akan dianggap sebagai yang najis dan bukan umat Allah Israel. Mungkin karena alasan inilah bayi-bayi yang dipegang oleh orang-orang ini masih belum disunat, dan jika Yesus menyentuh mereka, akan melanggar peraturan kenajisan. Karena itu para murid menyalahkan mereka.

Apa yang para murid lakukan adalah sama seperti perbuatan orang-orang Farisi, dan mereka tidak mengerti bahwa apa yang Yesus lakukan adalah menafsirkan ulang hukum Taurat Musa (Reinterpretation of Mosaic Laws). Mereka masih hanya sekadar memandang tinggi hukum Taurat, dan memandang rendah mereka yang kecil, yang tidak memiliki status, dan tidak mengizinkan mereka datang kepada Tuhan Yesus, lupa bahwa pelaksanaan hukum Taurat hendaknya membawakan pembebasan.

Kali ini para murid mengalami apakah itu yang rendah akan ditinggikan ─ Yesus membiarkan anak yang rendah ini datang kepada-Nya dan membiarkan mereka memasuki perjamuan surga yang kaya melimpah. Bukankah ini yang orang-orang Yahudi doakan?

Sebenarnya, perumpamaan ini hendak menjelaskan makna dari merendahkan diri. Mereka yang sama sekali tidak memiliki status, nilai, dan tidak memiliki keinginan untuk berebut apapun, tepat seperti halnya bayi yang tidak berdaya, perlu bergantung pada orang lain, perasaan tidak berdaya ini sudah merupakan kualitas memasuki Kerajaan Surga. Tidakkah kita melihat semua orang yang datang kepada Yesus semuanya adalah yang sudah tidak punya harapan. Hanya mengandalkan satu hati bersandar percaya yang murni, percaya bahwa Yesus adalah Dia yang benar-benar bisa membantu mereka. Harus diklarifikasi bahwa memandang Yesus sebagai salah satu pilihan kita dari banyak pilihan yang bisa kita pilih dan miliki, itu bukan iman yang bersandar. Iman yang sejati adalah kita menyerah untuk memilih dari pilihan yang banyak, dan menyerahkan segala sesuatu pada Yesus.

Para murid tidak tulus berserah segala sesuatu hanya pada Yesus, tetapi mereka percaya bahwa Dia dapat menyelesaikan apa yang mereka perhitungkan dan inginkan dalam hati mereka sendiri karena melihat mukjizat dan penyembuhan yang telah Yesus lakukan. Yesus menggunakan contoh bayi untuk menunjukkan bahwa iman bayi itu bukan pada rencana dirinya sendiri, tetapi dalam satu-satunya keyakinan bahwa Yesus adalah Dia yang dapat diandalkan.

Renungkan:

Pergumulan para murid juga merupakan pergumulan orang-orang Farisi, dan mungkin pergumulan orang-orang percaya dewasa ini. Kita takut untuk melompat keluar dari bingkai kita sendiri dan takut bahwa perhitungan kita tidak akan terwujud. Mendobrak keluar dari pilihan-pilihan yang ada dalam hati ini, merangkul Kristus saja, itu adalah iman.

Dalam pengalaman orang-orang kudus, khususnya di antara orang-orang percaya yang dianiaya, bukankah hidup mereka merupakan kesaksian iman yang nyata?


Tambahan penerjemah:

Bandingkan dengan Sola Gratia dan Sola Fidei


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 13 – 18 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Februari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.