Lukas 17:20-30

「Menutup diri membuat kita tidak melihat Kerajaan Allah」
oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 17:20-30 [ITB])
20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, 「apabila Kerajaan Allah akan datang」, Yesus menjawab, kata-Nya: 「Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 21 juga orang tidak dapat mengatakan: 『Lihat, ia ada di sini』 atau 『ia ada di sana!』 Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.」
22 Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: 「Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. 23 Dan orang akan berkata kepadamu: 『Lihat, ia ada di sana』; 『lihat, ia ada di sini!』 Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. 24 Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. 25 Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. 26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. 28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.」

Kapan Kerajaan Allah datang? Pertanyaan ini sederhana dan langsung, arah jawaban dari Yesus dan asumsi di dalam hati orang-orang Farisi secara garis besar berbeda seperti utara dan selatan. Di belakangnya mewakili dua pandangan berbeda tentang Kerajaan Surga .

Bagi orang-orang Farisi, ahli Taurat, dan para pemimpin agama Yahudi, mereka menantikan pemulihan dalam bentuk sebuah rezim pemerintahan politik. Sesungguhnya, mereka mencari 「Kerajaan Allah」 yang menguntungkan dan berguna untuk diri mereka. Khususnya bagi orang-orang Farisi, setelah melalui pengalaman pemerintahan dinasti Makabe — mereka pernah dipercayakan tanggung jawab yang besar, juga setelah pernah mengalami hampir dipunahkan, pandangan mereka atas Kerajaan Allah mungkin hanya berfokus pada kelangsungan hidup mereka sendiri, menghindari pengulangan kesalahan yang sama, dan bagaimana membuat agar status posisi mereka dapat berkesinambungan. Mereka takut bahwa ketika Kerajaan Allah yang sebenarnya datang, mereka tidak memiliki posisi, dan tidak ada bagian lagi bagi mereka. Karena alasan inilah mereka mencobai dan bertanya kepada Yesus kapan datangnya Kerajaan Surga.

Lalu, pandangan Yesus tentang Kerajaan Allah sama sekali berbeda dari pandangan mereka. Yesus pertama-tama menunjukkan bahwa Firman Tuhan bukan apa yang terlihat dengan mata jasmani, ini menunjukkan bahwa mereka sering memperhatikan dengan teliti beberapa hal-hal yang menarik bagi mereka, untuk menilai di manakah Kerajaan Tuhan akan datang berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, mereka harus mengadakan perjamuan Mesianik, bersama-sama 「diskusi」 di mana Kerajaan Surga diwujudkan. Namun, Yesus menjawab mereka bahwa tidak mungkin untuk mengamati dengan mata jasmani.

Pandangan dunia mereka dan mekanisme keagamaan yang ada telah menghalangi serta mencegah mereka untuk melihat apa yang seharusnya mereka lihat, sehingga mereka terus tiada henti mencari orang-orang yang membicarakan Kerajaan Allah yang berbeda-beda ─ ada suatu waktu, beberapa orang mengatakan bahwa di sini tampaknya merupakan tunas kuncup Kerajaan Surga, atau yang lain mengatakan di sana ada tanda-tanda bangkitnya Kerajaan Allah. Pengharapan yang terombang-ambing lari ke sana ke sini yang semacam ini, tidak membuat orang benar-benar memahami arti sebenarnya dari Kerajaan Surga, mereka semua memutuskan Kerajaan Surga yang sejati berdasarkan mimpi-mimpi yang mereka kejar.

Ketika Yesus dengan sederhana mengungkapkan arti sebenarnya dari Kerajaan Allah — Kerajaan Surga ada di antara kita. Hati manusia dapat merasakan manifestasi Kerajaan Allah. Kehidupan yang awalnya tidak berpengharapan dapat dibangkitkan dari kematian, pemungut cukai, orang berdosa dapat diterima dan dibebaskan; orang Samaria yang menderita kusta juga dapat memiliki pengalaman menyembah Juruselamat!

Pada zaman Elisa, tidak ada penderita kusta Israel yang bisa mendapat penyembuhan. Tetapi hanya Naaman orang non-Yahudi yang mendapat berkat anugerah keselamatan, dan hidup mendapat pertobatan dan diperbarui. Inilah manifestasi Kerajaan Allah. Dengan kebenaran yang sama, di zaman Yesus, ketika kita melihat domba yang hilang dan dirham yang hilang, dapat menemukannya satu per satu. Anak bungsu dapat kembali ke pelukan Bapa, bukankah Kerajaan Allah sudah mendatangi kita?

Renungkan:

Apakah konsep Kerajaan Allah yang kita miliki terpengaruh oleh keterbatasan diri kita sendiri?

Apakah kita seperti di zaman Nuh, segalanya tampak aman damai, dan ketika kita dengan mata jasmani melihat keluarga Nuh membangun bahtera di gunung, menertawakan mereka? Atau seperti di era Lot, setiap orang bertindak dengan sewenang-wenang dan masing-masing mabuk dalam perkataan damai satu sama lain? Tanpa tahu bahwa penghakiman itu akan datang, kita akan kehilangan kesempatan atas Kerajaan Allah telah lama dinyatakan di antara kita dan kehilangan kesempatan pertobatan.

Sejarah keselamatan memberi tahu kita bahwa Kerajaan Surga bukan hanya dalam bentuk yang gegap gempita, tetapi juga dalam kehidupan kita sehari-hari yang biasa. Pekerjaan Tuhan tidak pernah berhenti. Ah! Apakah kita sudah melewatkannya?


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 13 – 18 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Februari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.