「Apakah Kita Merasa Sedih Bagi Keselamatan bangsa?」
Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.
(Rom. 9:1-2 [ITB])
1Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, 2bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.
Apakah engkau pernah menangis dan merasa terluka karena keluarga engkau belum diselamatkan? Apakah engkau pernah mengambil tekad bagi keselamatan warga bangsamu? Spurgeon berkata: 「Orang-orang yang berusaha untuk menyelamatkan jiwa pertama-tama harus menjadi orang-orang yang menangis bagi jiwa-jiwa.」 Alkitab mencatat: 「maka menangislah Yesus. 」 (Yoh. 11:35) dengan hati yang terluka ketika melihat teman dan kerabat meninggal, Spurgeon berkata: 「karena keadaan penderitaan manusia, Tuhan Yesus melakukan lawatan yang paling dekat dan simpati terdalam, dan Dia merendahkan dirinya masuk ke dalam situasi kesedihan kita. Jika kita hendak menyelamatkan jiwa lepas dari dosa, kita harus menjadi seperti Tuhan Yesus, dan kita harus dekat dengan jiwa-jiwa ini, dengan helaan nafas Tuhan bersama kita menghela nafas bersama mereka, meneteskan air mata bagi mereka dengan air mata Tuhan. Hanya dengan hati Kristus, kita baru bisa secara aktif terlibat dalam keselamatan jiwa.」
Paulus dapat menjadi rasul yang dihormati orang, adalah karena dia penuh memiliki hati Kristus. Dia adalah seorang hamba yang berduka bagi jiwa yang terhilang dan keselamatan bangsanya. Dalam Roma pasal 9 sampai 11, Paulus berbicara tentang kedaulatan Tuhan, tentang janji Allah untuk menyelamatkan pilihan-Nya Israel dan bangsa lain, dan juga tentang tugas kita untuk mengabarkan Injil, dan berbicara tentang cetak biru rencana keselamatan penuh hikmat ajaib Tuhan. Allah tidak hanya hendak menyelamatkan banyak orang dari berbagai suku bangsa, juga akan memimpin banyak orang Israel pada masa akhir untuk diselamatkan.
Terjemahan literal Rom. 9:1 「di dalam Kristus aku mengatakan 『kebenaran』, 『aku tidak berbohong』: hati nuraniku dalam Roh Kudus 『bersaksi bagi ku. 』」
Terjemahan literal Rom. 9:2 adalah 「Aku memiliki duka yang besar dan rasa sakit yang tiada henti dalam hatiku.」
Paulus memakai tiga jenis cara pernyataan yang sejenis dengan sumpah, mengacu kepada Kristus dan Roh Kudus sebagai saksi bagi dia, untuk menunjukkan kepada dunia betapa dia mencintai warga bangsanya, berapa besar kerinduannya bahwa bangsanya diselamatkan, dan bagaimana ia merasakan sakit karena sesama warga bangsanya menolak Injil. Paulus yang memberitakan Injil kepada bangsa lain, bukanlah orang yang tidak mencintai bangsanya!
Paulus pernah merupakan seorang teladan dan seorang pria muda yang luar biasa di antara orang Yahudi. Di Damaskus ia bertemu Kristus yang mulia, Paulus yang dahulu dihormati oleh bangsanya, tetapi karena memberitakan Injil di mana-mana, maka ia dipandang sebagai pengkhianat terhadap keyakinan leluhur mereka dan menjadi musuh oleh bangsanya, dianggap sebagai 「penyakit sampar」 (Kis. 24:5), 「sampah dunia, kotoran dari segala sesuatu」 (1 Kor. 4:13). Ini adalah rasa sakit seumur hidup Paulus karena salah paham dan penolakan warga bangsanya. Di sini, Paulus menunjukkan tekad hatinya: dia mencintai bangsanya, dan sangat berharap percaya Tuhan sehingga diselamatkan!
Martin Luther mengatakan: 「Cinta kemalangan dan meletakkan penderitaan orang lain pada diri sendiri. Dengan demikian, Kristus dalam kesakitan terbesar dalam kematian-Nya, membakar cinta kasih-Nya.」 Wesley mengatakan, 「Berikanlah kepadaku 100 pengkhotbah — orang-orang yang tidak takut apapun kecuali dosa, yang tidak menginginkan untuk apa pun kecuali Allah. Tidak peduli gembala maupun orang percaya, mereka akan menggoyangkan gerbang neraka dan mendirikan Kerajaan Surga di bumi.」 Song Shang Jie berkata: 「Jika engkau dapat menyelamatkan jiwa, hidup usia pendek juga tidak ada masalah.」 Orang-orang di masa lalu yang bersedia untuk menyerahkan diri mereka sendiri, seringkali mengalami penderitaan di dalam hati dan menangis bagi dosa diri mereka dan orang-orang dunia yang terhilang. Setelah pengalaman pergumulan pahit, mengambil tekad untuk tidak lagi menjadi penonton, menyerahkan dirinya, meminta untuk dipakai Allah, menjadi utusan Injil.
Renungkan: Apakah engkau pernah merasa sedih dan air mata untuk jiwa manusia yang terhilang? Apakah engkau bersedia menyerahkan diri dipakai Tuhan menjadi duta besar Injil? Apakah engkau pernah sedih, bergejolak dan menderita bagi keselamatan keluargamu, masyarakat, sesama bangsa dan suku terabaikan? Ada banyak jiwa yang akan tenggelam kekal, apakah engkau peduli? Apakah engkau mau berdoa untuk mereka? Apakah engkau bersedia mengalami 「rasa sedih spiritual」?
Daftar renungan pemahaman Surat Roma (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).