「Pesan agar Melakukan Pekerjaan dengan Tenang」
Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(2 Tes. 3:10-12 [ITB])
10Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 11Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. 12Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.
Paulus terlebih dahulu di ayat 10 menyebutkan pesannya yang dahulu, yakni orang yang tidak bersedia bekerja tidak boleh makan. Walaupun 1 Tes. tidak terdapat catatan tentang pesan ini, tetapi orang percaya seharusnya mengetahui pesan Paulus secara oral saat berada di antara mereka.
Perhatikan Paulus di sini tidak berkata 「jika ada orang tidak mampu bekerja」, yang ia katakan adalah 「jika ada orang tidak bersedia bekerja 」. Terdapat sebagian orang tidak mampu bekerja mungkin adalah tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan, atau telah kehilangan kekuatan untuk bekerja, ini adalah orang-orang yang sesungguhnya membutuhkan bantuan kita, Paulus bukan menunjuk keadaan semacam ini. Lalu, hari ini masih tetap ada orang yang mampu bekerja namun lebih senang tidak bekerja, karena mereka merasa lebih lagi mudah meminta-minta atau menipu uang orang lain!
Tuhan Yesus dalam khotbah di bukit pernah mengingatkan kita: 「Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu」 (Mat. 5:42). Percaya bahwa apa yang Yesus sebutkan seharusnya tidaklah sama dengan golongan orang yang Paulus sebutkan di sini. Paulus berkata, jika orang percaya di Tesalonika menemukan bahwa ada sebagian orang yang mampu bekerja namun tidak bersedia bekerja, maka tidak sepatutnya membantu mereka, bahkan termasuk juga tidak sepatutnya menyediakan makanan bagi mereka.
Paulus berkata, seandainya mereka tidak bersedia bekerja, maka biarlah mereka kelaparan. Paulus memakai cara yang keras semacam ini, sebenarnya adalah hendak menghentikan keadaan yang jelek ini terjadi. Ia kuatir jika membiarkan orang-orang ini, mereka akan menjadi pengangguran, lalu suka ikut campur urusan orang; ikut campur dalam urusan yang tidak sepatutnya ikut serta, berakibat munculnya permasalahan di gereja, menimbulkan perselisihan. Paulus di 2 Tes. 3:12 bahkan memberikan pesan yang sedikit banyak membawa nada teguran kepada sebagian orang ini agar pergi mencari pekerjaan, kemudian menjaga sikap, dengan tenang bekerja, sehingga bisa mendapatkan nafkah hidup bagi diri sendiri.
Paulus di ayat 11 telah memakai trik gaya penulisan untuk menonjolkan sindiran kepada orang-orang yang malas ini, pekerjaan apapun semuanya tidak dilakukan, malahan ikut campur urusan orang lain (sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna), dalam bahasa asli adalah tidak bersedia bekerja namun berkeliling menimbulkan perkara. Mereka tidak hanya bermalas-malasan terlebih lagi adalah suka ikut campur urusan! Maka Paulus di ayat 12 mengingatkan mereka hendaklah dengan tenang bekerja. Bekerja dengan tenang bukanlah artinya saat bekerja diam tidak bersuara, namun menunjuk jangan menggangu orang lain melahirkan permasalahan, membuat kekacauan dan perselisihan dalam komunitas di mana mereka berada, lapor sana sini menyebarkan gosip di mana-mana.
Renungkan: di dalam masyarakat tidak sedikit orang terdapat kecenderungan mania bekerja, mereka hanya peduli pekerjaan dan mengabaikan aspek hidup lain yang penting, tetapi juga terdapat sangat banyak orang yang sikap bekerjanya adalah asal selesai saja, bermalas-malasan bekerja dengan enggan. Apakah engkau hari ini memiliki sikap kerja yang tenang, konsentrasi melakukan tugas bagian diri sendiri, tidak ikut campur urusan orang lain?