「Teladan Giat Bekerja」
Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(2 Tes. 3:7-9 [ITB])
7Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 8dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 9Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
Paulus di perikop ini menunjukkan dirinya sendiri dan rekan kerjanya sebagai teladan dalam hal pekerjaan bagi orang percaya di Tesalonika. Di surat pertama, 1 Tes. 1:6; 2:14 Paulus pernah memuji mereka mengikuti teladan dari dirinya serta jemaat-jemaat Allah di Yudea, tetapi di sini terlebih lagi dengan jelas membeberkan isi detil dari teladan yang harus diikuti, yakni sikap bekerja dari Paulus dan rekan kerjanya. Sebenarnya di 1 Tes. 2:9 Paulus juga menyatakan diri sendiri pernah bersusah payah sibuk bekerja siang dan malam saat berada di antara mereka, juga di 1 Tes. 4:11 mendorong mereka agar memakai tangan sendiri bekerja membereskan urusan diri sendiri.
Paulus di 2 Tes. 3:7 sekali lagi memakai kata 「lalai bekerja」 (sesuai ITB, yang oleh CUVT diterjemahkan sebagai 「bertindak tidak berdasarkan aturan」), adalah kata yang sama yang dipakai di ayat 6 (oleh ITB diterjemahkan sebagai 「tidak melakukan pekerjaan」), dipakai Paulus untuk menggambarkan saudara yang harus dijauhi oleh orang percaya, pengulangan pemakaian kata yang sama ini adalah ingin menonjolkan tingkah laku yang tidak masuk akal dari orang-orang, dan memperbandingkannya dengan diri sendiri yang bertindak berdasarkan aturan. Dua aspek dari teladan Paulus adalah tidak makan dengan percuma dari makanan orang, dalam bahasa asli adalah makan roti. Tidak peduli apa makanannya, di sini menunjukkan bahwa karena saudara-saudara ini mengambil keuntungan dari orang lain, membuat gereja kehilangan keharmonisan dan kesatuan, maka Paulus menyebutkan teladan dari dirinya sendiri, terlebih lagi menyebutkan ia bersusah payah, sibuk, bekerja siang dan malam, ia di 1 Tes. 2:9 juga pernah mengatakan demikian. Paulus mungkin hanya diam di Tesalonika selama tiga hari Sabat saja (Kis. 17:2), tidak peduli bagaimanapun, ia dan rekan kerja seharusnya tidak bisa tinggal terlalu lama, karena terdapat serangan pengikut Yudaisme yang sangat ekstrim, tetapi mereka semuanya tetap dapat menunjukkan sikap rajin dalam kesulitan, dari pagi sampai malam sekuat tenaga bekerja, dan tujuannya adalah tidak ingin menjadi beban bagi siapapun orang percaya di Tesalonika. Walaupun Paulus memiliki alasan untuk memakai hak, tepat seperti yang pernah disebutkan di 1 Tes. 2:6, namun ia rela merendahkan diri, menjadi teladan bagi orang percaya.
Paulus dan rekan kerjanya mengajarkan kepada kita sebuah kebenaran yang sangat sesuai untuk diaplikasikan, yakni orang tidak hanya membutuhkan pekerjaan, terlebih lagi hendaknya rajin bekerja. Paulus terdapat kecukupan hak dan alasan berhenti bekerja, karena penginjil boleh mendapatkan dukungan kehidupan dari orang yang menerima pengajarannya, seorang pekerja patut mendapat upahnya adalah hal yang tidak bisa dipungkiri dan sudah seharusnya. Paulus walaupun mengetahui ia memiliki hak yang demikian, tetapi ia memilih tidak memakainya. Karena ia tidak ingin menjadi beban satu orangpun di gereja Tesalonika. Paulus adalah seorang pendahulu, ia mengabarkan Injil di ladang yang baru, kemudian baru mendirikan gereja. Paulus tidak ingin orang-orang yang baru meninggalkan berhala asing dan datang di hadapan Allah yang benar, mereka ini baru mengenal kebenaran rohani, lalu menanggung kebutuhan hidup ia dan rekan kerjanya. Kelak ia dari gereja Filipi mendapatkan dukungan kehidupan yang sepatutnya, barulah ia tidak perlu membagi waktunya menenun tenda untuk mempertahankan nafkah hidup. Paulus khusus meninggalkan teladan bagi orang lain, membuat mereka paham bagaimana orang bisa tidak mengeluarkan uang namun bisa mendapatkan kebaikan Injil.
Renungkan: pekerjaan adalah sebuah panggilan, tidak keberatan jika banyak pekerjaan, karena pekerjaan tidak hanya memiliki makna, juga memberikan sangat banyak tantangan dan kegembiraan. Namun, ada orang mungkin akan berkata: 「pekerjaanmu mungkin demikian, tetapi pekerjaanku sangat teratur, butuh mengulang hal yang sama tiada henti, membuat aku sangat bosan.」 Memang terdapat pekerjaan yang demikian, tetapi jawaban Alkitab terhadap keadaan ini: 「segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur melalui Dia kepada Allah, Bapa kita」 (Kol. 3:17). Apakah engkau memiliki sikap yang demikian?