2 Tes. 3:6

「Peringatan kepada yang Mengabaikan Pekerjaan」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Tes. 3:6 [ITB])
6Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.

Paulus di ayat ini memakai nada perkataan sangat serius untuk memberikan peringatan kepada orang percaya yang bertindak tidak berdasarkan aturan dan tidak menaati pengajarannya. Teguran lain yang serius adalah di 1 Kor. 5:3-4 Paulus atas nama Tuhan Yesus Kristus memberikan teguran kepada orang yang mengambil istri ayahnya sebagai istri! Ini memperlihatkan bagaimana Paulus memberikan perhatian yang sama kepada orang percaya yang tidak mampu memikul tanggung jawab di zaman sekarang, dan juga kepada mereka yang salah memahami kebenaran tentang kedatangan Yesus yang kedua kali di akhir zaman. Paulus tahu bahwa adalah hal yang sangat penting jika komunitas di gereja saling bertanggung jawab, saling bersandar, masing-masing berusaha memenuhi tugas bagiannya, adil dalam bertindak, orang percaya di Tesalonika yang tidak bersedia bekerja akan merusak keharmonisan dan kestabilan seperti ini.

Tindakan Paulus mengemukakan permasalahan ini kepada keseluruhan saudara-saudara di gereja, tentu saja juga pasti mencakup saudari-saudari, memperlihatkan bahwa disiplin gereja adalah tugas dari seluruh gereja, bukan hanya merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh pemimpin gereja, tetapi adalah hal yang tidak dapat diabaikan oleh keseluruhan anggota gereja. Selain itu, seperti yang Paulus tuliskan di surat mengenai disiplin gereja, ia menekankan bagaimana orang percaya di dalam gereja memperlakukan anggota tubuh yang berbuat kesalahan, Paulus kuatir orang percaya yang lain akan jatuh ke dalam keadaan yang sama, maka di sini ia menyebutkan agar hendaklah menjauhi para pemalas tersebut, yakni mereka yang tidak menaati pengajarannya.

Kita mungkin berpendapat bahwa ini adalah sebuah cara yang kekurangan kasih, bahkan mencurigai apakah orang Kristen membutuhkan reaksi keras berlebihan seperti ini? Bukankah sangat banyak bagian di dalam Alkitab yang mengajar kita hendaknya berbagi dengan orang lain, memperhatikan kebutuhan orang lain dan membantu orang lain menyelesaikan kesulitan? Namun, tingkah laku yang menolak pekerjaan adalah saling bertolak belakang dengan pengajaran Alkitab secara keseluruhan. Kita perlu memperhatikan bagaimana Paulus dengan yakin menuliskan peringatannya: ia adalah atas nama Tuhan Yesus Kristus. Di Injil Yohanes 5:17 Tuhan Yesus berkata 「Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.」 Terlebih lagi Ia memberitakan kebenaran ini di hari Sabat saat orang Yahudi tidak perlu bekerja! Sebelum kejatuhan manusia, Allah sudah menugaskan pekerjaan kepada manusia. Setelah Adam diciptakan, segera harus bekerja ── mengurus taman Firdaus dan memberi nama kepada binatang. Allah sendiri juga adalah pekerja, Dia menciptakan hal yang indah dan ajaib di alam semesta. Karena manusia diciptakan berdasarkan gambar Allah, maka mampu menerima kekuatan dan sumber daya dari Allah untuk bekerja; selain itu pekerjaan bisa membuat orang mendapatkan kepuasan di dalam Allah.

Renungkan: ada yang berpendapat bahwa orang percaya di gereja Tesalonika tidak bersedia bekerja adalah karena mereka berpendapat bahwa Tuhan Yesus akan sangat cepat datang kembali, membuat pengharapan atas kedatangan Tuhan yang kedua kali menjadi ekstrim. Paulus di pasal ini tidak menjelaskan penyebab mereka berhenti bekerja, ia hanya mengatakan sedang menghadapi kenyataan yang membuat ia bersedih hati. Orang-orang percaya mungkin hidup bersama-sama di sebuah komunitas orang Kristen, berbagi pekerjaan, makanan dll, tepat seperti keadaan gereja mula-mula yang dicatat dalam Kisah Para Rasul, mungkin terdapat sebagian orang yang hidup dengan cara memperalat kemurahan dan kebaikan hati orang lain. Paulus dengan sangat serius memberikan peringatan kepada mereka, berpesan agar orang yang lainnya hendaklah menjauhi mereka. Apakah kita pernah atau ada memperalat kemurahan dan kebaikan hati orang lain?