「Tahun Kelimpahan dan Tahun Kelaparan」
Tahap awal janji Allah mulai digenapi
(Kej. 41:25-30 [ITB])
25Lalu kata Yusuf kepada Firaun: 「Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.」
26「Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.」
27「Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.」
28Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: 「Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
29Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir. 30Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.」
(Bacalah Kej. 41, klik di sini untuk membuka.) Yusuf menjelaskan mimpi bagi Firaun, merupakan titik balik perubahan dari kehidupannya, dari sini kepahitan yang maksimal berganti datangnya rasa manis, mencapai puncak. Terdapat beberapa poin khusus yang berharga diperhatikan:
(1) Mengejar hikmat: pasal ini penuh warna sastra hikmat. Firaun bermimpi lembu betina dan bulir gandum, hanya menghargai bentuk fisik luar (indah, baik, gemuk dengan buruk, kurus kering. Gemuk, besar, berbobot kontras dibandingkan kurus, lemah, loyo), tetapi Yusuf bukan melihat bentuk baik fisik luar, ia mampu membedakan dari dalamnya tentang sifat dasar 「baik」 (ṭôb, 2 kali disebutkan dalam Kej. 41:26), seperti kitab Kejadian pasal 1 Allah memandang semua ciptaan-Nya disebut-Nya 「baik」 (ṭôb). Adam dan Hawa menuruti godaan ular, menyangka boleh seperti Allah membedakan baik dan jahat, justru karena tidak memiliki rasa hormat kepada Allah sehingga diusir keluar Taman Eden. Sebaliknya, Yusuf menolak godaan tuan wanita, memiliki rasa hormat kepada Allah, maka mendapatkan kuasa membedakan baik dan jahat. Apa yang merupakan kehilangan dari Adam manusia pertama dalam Kitab Kejadian, didapatkan kembali oleh Yusuf, orang paling akhir dalam kitab Kejadian. Yusuf adalah wakil yang sesungguhnya dari hikmat.
(2) Pelambangan raja: Firaun mengutus Yusuf mengatur seluruh tanah Mesir, memberi ia cincin meterai dipakai di jari tangan, memberi ia pakaian dari kain halus, digantungkan kalung emas pada lehernya, memberi ia keretanya yang kedua, dan ada orang yang berseru di depan Yusuf membuka jalan, sangat dihormati orang dan para pejabat (Kej. 41:42). Mimpi Yusuf saat usia 17 tahun, sampai usia 30 tahun secara langkah awal sudah digenapi. Terjadinya demikian, karena ia adalah seorang yang penuh dengan 「Roh Allah」 (Kej. 41:38), seperti kelak Yosua dan Daniel (Bil. 27:18; Ul. 34:9; Dan. 4:8, 18; 5:11, 14). Di pasal berikutnya para kakak Yusuf menggambarkan ia adalah 「tuan atas negeri itu」 (hā’îš ’ădōnê hā’āreṣ, Kej. 42:30, 33. Kata ădōnê (tuan) serumpun dengan kata Adonay nama sebutan untuk TUHAN). Yusuf melambangkan Yesus Kristus, tidak hanya 「makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia」 (Luk. 2:52), dan terlebih lagi kelak 「Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.」 (Wahyu 11:15).
(3) Perasaan hati dia saat anaknya lahir: 「Manasye」 (mǝnašeh) artinya adalah 「membuat lupa」, karena ia berkata: 「Allah membuat saya melupakan semua penderitaan」(Kej. 41:51), dan 「Efraim」 (’eprayim) artinya adalah 「berkelimpahan」, karena ia berkata: 「Allah membuat aku berkelimpahan (berbuah lebat) dalam negeri kesengsaraanku」 (CUVT, Kej. 41:52) (KJV「God hath caused me to be fruitful in the land of my affliction」). Kedua anak laki-laki ini kelak menjadi dua suku Israel, menjelaskan bahwa Yusuf mendapatkan berkat hak anak sulung. Dan Efraim lebih menang melampaui anak sulung Manasye, mewarisi topik kitab Kejadian bahwa anak bungsu mendapat pemilihan.
(Di dalam rasa takut akan Allah ada penyertaan Allah atas diri Yusuf, ia mendapatkan hikmat, dikasihi Allah dan orang sekitarnya, dan mendapatkan penghiburan. Allah membuat ia melupakan semua penderitaan, bahkan membuat ia mendapat kelimpahan di negeri kesengsaraan.)
Renungkan: Apakah anda sedang bersabar menantikan datangnya hal yang manis dan indah setelah penderitaan yang maksimal beratnya? Mohon ingat 「Ujung dari penderitaan adalah kemuliaan, upah dari salib adalah takhta sorgawi」. Kiranya penderitaan sekarang ini, menyingkirkan semua ampas ketidakmurnian, menggenapi mahkota kehidupan.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).