Kej. 40:5-8

「Juru Minuman dan Juru Roti」

Manusia bisa lupa, Allah justru tidak akan lupa.

(Kej. 40:5-8 [ITB])
5Pada suatu kali bermimpilah mereka keduanya–baik juru minuman maupun juru roti raja Mesir, yang ditahan dalam penjara itu–masing-masing ada mimpinya, pada satu malam juga, dan mimpi masing-masing itu ada artinya sendiri.
6Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati. 7Lalu ia bertanya kepada pegawai-pegawai istana Firaun yang ditahan bersama-sama dengan dia dalam rumah tuannya itu: 「Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?」
8Jawab mereka kepadanya: 「Kami bermimpi, tetapi tidak ada orang yang dapat mengartikannya.」 Lalu kata Yusuf kepada mereka: 「Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu kepadaku.」

(Bacalah Kej. 40, klik di sini untuk membuka) Nama jabatan 「juru minuman dan juru roti」 walaupun tidak mencolok, namun sebenarnya kedudukan yang mempunyai kekuasaan yang sangat tinggi. 「Juru minuman」 (mašqeh) artinya adalah orang yang menyampaikan gelas minuman, 「juru roti」 (’ôpeh) adalah tukang masak raja. Di dalam Alkitab juga terdapat Nehemia yang adalah 「juru minuman」 negara Persia (Neh. 1:11). Makanan dan minuman raja di daerah timur dekat zaman kuno, semua dicicipi dahulu oleh pejabat tinggi ini baru diberikan kepada raja untuk dimakan, merupakan orang yang terdekat dengan raja, biasanya dipilih dari semua pejabat tinggi yang berpengalaman dan yang dipercaya, penampilan yang berwibawa, bijaksana banyak pengetahuan, serta yang sangat setia. Karena senantiasa melayani di hadapan raja, harus ikut dalam urusan yang rahasia dan penting, bahkan selain sebagai juru minuman juga ikut punya tanggung jawab lain yang besar, seperti Nehemia diutus menjadi gubenur Yehuda, juga pada tahun 701 S.M Sanherib raja Asyur mengutus Rabshakeh juru minuman agung orang Lakhis memimpin tentara datang menyerang Yerusalem, menyampaikan surat kepada Hizkia raja Yehuda (Yes. 36:2; 2 Raj. 18:17), ini 「Rabshakeh Lakhis」 (rab šāqeh) mungkin bukan nama orang, tetapi adalah nama jabatan, artinya adalah 「juru minuman」, dan justru adalah panglima yang menyertai raja dalam ekspedisi pengiriman tentara untuk berperang.

Tetapi menemani raja adalah seperti menemani harimau, mereka berbuat salah terhadap tuan mereka sang Firaun raja Mesir, dua orang dipenjarakan, dilayani oleh Yusuf. Pada malam yang sama, mereka masing-masing bermimpi, adalah Allah yang memberikan mereka mimpi penglihatan, masing-masing punya mimpi yang ada 「penjelasan」 (pitrôn) sendiri (lihat Kej. 41:11), terkait dengan jalan kehidupan mereka. Di dalam Alkitab, Allah memberi orang mimpi penglihatan, dapat dibagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah yang ada penglihatan dan penyataan oral, seperti Yakub di Betel bermimpi tangga dari sorga, TUHAN memberi ia jaminan penyertaan, janji pasti akan pulang (Kej. 28:11-17). Golongan yang lain, hanya penglihatan, tidak ada penyataan oral, perlu ada orang yang memberikan penjelasan. Di dalam kisah catatan tentang Yusuf, tidak peduli mimpi dirinya sendiri, mimpi juru minuman dan juru roti, bahkan mimpi Firaun, setiap kali selalu ada dua buah mimpi yang datang bersamaan, tetapi orang yang mengalami mimpi sendiri tidak memahami, semua perlu ada orang yang memberikan penjelasan. Di daerah timur dekat zaman kuno menjelaskan mimpi adalah pekerjaan orang berhikmat, Yusuf bukan saja mampu menjelaskan mimpi, bahkan terlebih lagi mampu melihat keterkaitan kedua mimpi, sebenarnya adalah menunjuk kepada satu perkara yang sama, ini menunjukkan hikmat Yusuf di daerah timur dekat zaman kuno itu tidak ada bandingannya. Kenyataannya Yusuf menjelaskan mimpi dengan sangat tepat, juru minuman dipulihkan jabatan, juru roti dihukum gantung.

Renungkan: Apakah ada orang yang lupa atas budi kebaikan anda? Yusuf walaupun mempunyai budi yang sangat besar terhadap juru minuman, juga pernah memohon bagi dia di hadapan Firaun, namun 「juru minuman justru tidak ingat Yusuf, melainkan dilupakannya.」 (Kej. 40:23) (Pasal 40 ditutup dengan kalimat penting ini.) Manusia bisa lupa, Allah justru tidak akan lupa. Tibalah saatnya maka pasti akan menggenapi mimpi penglihatan yang Ia berikan kepada Yusuf.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).