Titus 2:15

「Tanggung Jawab Titus」

Apakah anda sebagai pemimpin atau yang dipimpin? Apa tugas dan sikap kita?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Titus 2:15 [ITB])
15Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

Di akhir surat Titus pasal dua, Paulus sekali lagi berpesan kepada Titus tentang urusan yang hendaknya ia bereskan. Paulus telah tiga kali secara langsung menunjukkan kepada Titus (Tit. 1:5; 2:7-8, 15). Sebenarnya apa yang Paulus maksudkan dengan kata 「semuanya itu」 (ayat 15)? Ini semestinya menunjuk kepada hal yang ditulis dalam 2:1-14, yakni kebajikan orang percaya dan kasih karunia keselamatan dari Allah. Paulus telah dengan jelas memberikan konsep Alkitab tentang 「 berbuat baik 」bagi orang percaya dan dasar fondasinya (dasar teologis), yakni penyataan kasih karunia keselamatan dari Allah melalui tindakan yang nyata dari Yesus Kristus di atas kayu salib. Sekarang Paulus berpesan kepada Titus hendaknya dengan setia memberitakan perintah tersebut. Tiga kata kerja dalam ayat ini menjadi pedoman bagi Titus untuk melaksanakan 「semua hal itu」 yakni: 「Beritakan」 (speak / ajarkan), 「nasihatilah」 (exhort atau memberi dorongan), dan 「yakinkan」 (rebuke atau mengkoreksi). Tiga macam tugas yang Paulus tunjukkan kepada Titus ini, juga merupakan kategori tugas penggembalaan zaman kini.

Saat Paulus menuliskan surat kepada gereja Tesalonika, ia berpesan kepada orang percaya agar memperlakukan dengan baik orang yang di dalam Tuhan telah mengurus dan menasehati mereka, karena mereka perlu ada hikmat untuk menghadapi keadaan yang tidak sama dari berbagai anggota tubuh: 「tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang」 (1 Tes. 5:14). Sekarang Titus melalui pengajaran, pemberian semangat dan teguran, untuk menyelesaikan 「semuanya itu」 di dalam gereja. Paulus dalam teks sebelumnya juga sudah pernah dengan jelas berkata kepada Titus tentang tiga macam tugas ini: beritakanlah / ajarkan (Titus 2:1), nasihatilah / berikan dorongan (Titus 2:6), dan tegorlah / koreksilah (Titus 1:13). Sekarang Titus hendak melaksanakan tugas-tugas ini:

  1. Terlebih dahulu ia hendak mengajarkan serta menjelaskan kepada orang percaya yang di dalam Kristus agar mengejar pertumbuhan kehidupan rohani.
  2. Kemudian Titus juga perlu mendorong orang percaya agar berdasarkan kebenaran menjadi orang percaya yang「melakukan keadilan, berbuat penuh belas kasih」.
  3. Dan lebih penting lagi, adalah Titus hendaklah dengan berani menegur anggota tubuh yang menyeleweng dari kebenaran Injil atau yang menolak kebenaran, membuat mereka bisa bertobat kembali kepada Allah.

Dengan demikian, gereja baru bisa berlari menuju pertumbuhan dan keadaan yang sehat. (Demikian juga jika kita lakukan di dalam rumah tangga kita.)

Titus mengajar, memberikan dorongan dan menegur adalah bukan dengan kuasa dirinya sendiri, tetapi membawa wibawa kuasa Tuhan yang mengutus Paulus pergi ke gereja, dan sekarang Titus mewakili rasul Paulus untuk mengajarkan kehendak Allah kepada orang percaya dan mendirikan gereja yang sehat. Selain itu, 「kuasa」 ini adalah berdasarkan kuasa Tuhan Yesus Kristus yang telah bangkit, Ia pemilik kuasa atas langit dan bumi, Ia yang mengutus para murid pergi ke berbagai penjuru dunia, untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-murid-Nya. Rasul Paulus melalui kuasa Tuhan menyelesaikan misi dari Dia, demikian juga Titus berpegang pada kuasa Tuhan untuk menyelesaikan misi-Nya. Ini terkait dengan penutupan pasal ini, Paulus berkata terhadap Titus: 「Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah」 (ayat 15). Perkataan ini kita semua sudah kenal dengan baik, Paulus juga pernah berikan nasehat yang sama kepada Timotius yang muda (1 Tim. 4:12). Walaupun Titus di Kreta berbeda keadaan dengan Timotius di Efesus, mereka juga menghadapi tantangan yang berbeda, namun mereka sama perlu mendapat dorongan. Paulus selain secara pribadi mendorong Titus dan Timotius, juga memberikan dorongan kepada gereja dan orang percaya agar menghormati mereka. Paulus memberitahukan orang percaya di gereja Korintus: 「Jika Timotius datang kepadamu … janganlah ada orang yang menganggapnya rendah! Tetapi tolonglah dia, …」 (1 Kor. 16:10-11). Yesus berkata: 「Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.」 (Mat. 10:40). (Sepatutnya demikian bagi orang tua, pemimpin di kantor, pemimpin rohani, pemimpin bangsa, dll. Hendaknya jangan berbuat hal yang membuat orang memandang engkau rendah dan kehilangan wibawa kuasa yang Yesus berikan.)

Renungkan: (1) Saat gembala memberikan pengajaran, dorongan, atau teguran, apakah saya memiliki hati yang mau menerima? (2) Dalam zaman yang melawan hirarki kuasa kepemimpinan ini, bagaimana sepatutnya saya memperlakukan orang yang berada dalam struktur kepemimpinan? (Di pemerintahan, tempat bekerja, keluarga, atau gereja) (3) Berdoa memohon Tuhan menganugerahkan hati yang teguh agar tidak memandang rendah diri sendiri dalam pelayanan.