Dasar Motivasi Berbuat Baik

Apa motivasi anda saat berbuat baik? Perbedaan esensial motivasi berbuat baik membawakan efek yang berbeda bahkan cara hidup yang berbeda.

Perbuatan baik bertujuan mendapatkan keselamatan Perbuatan baik bagi orang yang sudah mendapat anugerah keselamatan
Motivasi dasar: untuk kepentingan diri sendiri Motivasi dasar: untuk bersyukur
Dasar pemikiran: dirinya mampu membeli (buy) keselamatan Dirinya tidak mampu, hanya Allah yang mampu memberi
Berdasarkan dua unsur diatas: kesombongan (saya bisa), pengutamaan diri dalam ketakutan (bagaimana caranya yang penting saya harus selamat) Berdasarkan kedua unsur diatas: kerendahan hati, mau mengalah (tidak apa-apa karena saya sudah punya pengharapan pasti), penuh damai sejahtera
Manusia: hidup dan berbuat baik bukan berdasarkan kasih.

Allah tidak punya bukti bahwa Ia penuh kasih. Hanya memberi perintah tetapi tidak menolong secara langsung, hanya bicara saja.

Manusia: hidup dan berbuat baik berdasarkan kasih.

Allah sudah memberikan bukti bahwa Ia penuh kasih, mau berkorban, menolong secara langsung dalam tindakan datang ke dalam dunia. Ia rela dan mampu datang karena Ia Maha Kuasa.

Kekristenan yang benar adalah berdasarkan anugerah keselamatan, bukan satu set hukum atau aturan agama tentang perbuatan baik untuk mendapatkan keselamatan masuk sorga, tetapi aturan perbuatan baik karena rasa syukur sudah diselamatkan. Dasar kekristenan lebih dari sekedar aturan agama, berdasarkan relasi kasih sayang yang aktual dengan Allah (kata aktual harus dipahami secara mendalam). Bahkan kita diijinkan menyebut Allah dengan panggilan intim: Bapa.

(Titus 3:4 [ITB]) Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia.