Titus 1:1-4

「Salam Kepada Titus」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Titus 1:1-4 [ITB])
1Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita,
2dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, 3dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita.
4Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau.

Surat Titus adalah surat pribadi yang rasul Paulus tuliskan kepada Titus anak rohaninya. Selain surat Titus, terdapat surat 1, 2 Timotius dan surat Filemon yang juga merupakan surat yang dituliskan Paulus kepada pribadi. Surat Titus, 1 Timotius dan surat 2 Timotius dituliskan atas nama Paulus pribadi kepada penerima surat, ketiga pucuk surat ini sejak abad 18 disebut sebagai surat penggembalaan. Walaupun surat Titus dan surat 1 Timotius sebagian isinya mirip, bahkan surat Titus disebut sebagai surat 1 Timotius kecil, namun keadaan gereja dan masalah yang harus diurus berbeda. Titus dan Timotius sama-sama disebut sebagai anak rohani Paulus, mereka diutus Paulus menggembalakan gereja lokal di Kreta dan Efesus.

Berdasarkan format surat saat itu, biasanya di awal surat terdapat pengantar penulis, penerima surat dan salam. Surat Titus 1:1-3 adalah pengantar diri penulis surat. Tiga ayat ini adalah satu kalimat yang lengkap, titik beratnya hendak menekankan tujuan dirinya sebagai seorang rasul, yakni hendak memimpin umat Allah mendapatkan iman dan kebenaran, sehingga mendapatkan hidup; dan hidup ini adalah yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah, sampai sekarang, baru dinyatakan melalui pekerjaan pengabaran Injil oleh Paulus.

Dari ayat satu menunjukkan, Paulus memiliki dua macam identitas, pertama adalah hamba Allah, makna literalnya adalah budak; kedua adalah rasul dari Yesus Kristus, ia memakai kuasa rasul ikut terlibat dalam pelayanan. Dalam surat Titus, 「kebenaran」 dan 「kesalehan」 sering muncul bersama-sama, ini adalah sebuah konsep dan topik utama yang penting dalam surat penggembalaan ini. Dalam surat penggembalaan sering ditunjukkan bahwa guru palsu menolak kebenaran (Tit. 1:14; 2 Tim. 2:25; 3:7) dan menentang kebenaran (2 Tim. 3:8). Paulus dengan jelas mengatakan gereja Allah adalah tiang penopang 「kebenaran」 (1 Tim. 3:15「keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran」), ia juga mengajarkan orang percaya tetang makna yang benar dari 「kesalehan」 (1 Tim. 3:16; 6:3-6; 2 Tim. 3:5). Paulus hendak menekankan jangan meletakkan kebenaran atau pengetahuan akan kebenaran terhenti hanya pada pemahaman. Ia menggandengkan kesalehan dengan kebenaran: 「pengetahuan akan kebenaran dari kesalehan」 (CUVT) (Bandingkan dengan ITB 「pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah」, CCV「mengenal kebenaran mengenai kesalehan」; CNV「mengenal kebenaran yang sesuai tetang kesalehan」). Sebenarnya, pengetahuan umat pilihan Allah atas kebenaran sepatutnya sesuai dengan kesalehan yang sesungguhnya! Kehidupan kesalehan yang sesungguhnya adalah dibangun di atas dasar pengetahuan akan kebenaran.

Ayat 4 berisi penerima surat dan salam. Paulus memakai panggilan 「anakku yang sah」 yang 「menurut iman kita bersama」 untuk menyebutkan penerima surat, menyatakan relasi yang intim di antara Paulus dan Titus. Titus adalah bangsa asing (Gal. 2:3 「Titus … adalah seorang Yunani」), ia pernah mewakili Paulus melayani di gereja Korintus (2 Kor. 2:3-4, 13; 2 Kor. 7:6-7; 2 Kor. 8:16-24). saat Paulus mengatakan 「menurut iman kita bersama」, adalah mengakui kualifikasi Titus, Paulus orang Yahudi dan Titus orang bangsa asing namun memiliki iman yang sama. Bagian ketiga adalah salam yang menggunakan dua kosa kata yang sering dipakai, yakni salam dalam bahasa Yunani 「kasih karunia」 (charis), dan salam dalam bahasa Ibrani 「damai sejahtera」 (shalom). Kasih karunia datang dari Allah melalui Kristus, tujuannya adalah membawakan damai sejahtera. Gabungan「kasih karunia」 dan 「damai sejahtera」 ini berasal dari budaya Yahudi, oleh karena anugerah keselamatan datang dari Allah Bapa, melalui Juruselamat Kristus Yesus datang sampai kepada kita! Ini adalah berkat yang demikian besar!

Renungkan: dalam empat ayat ini, 「 Juruselamat」 muncul dua kali. Marilah kita merenungkan, kebenaran anugerah keselamatan datang dari Allah mempunyai makna apa bagi engkau dan instropeksi diri apa yang kita dapatkan? Jika 「kebenaran」 dan 「kesalehan」 adalah seperti koin bermuka dua, bagaimana dalam iman dan kehidupan anda menghasilkan kesesuaian? Kita didorong agar berusaha keras belajar membuat iman dinyatakan dalam kehidupan!


Tambahan Penerjemah:

Bandingkan ayat 2, “… pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta” dengan ayat 12 “… nabi mereka sendiri, pernah berkata: “Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas.”