Rut 4:22

Keputusan yang terbaik

Ini adalah hari terakhir Renungan Rut; setelah membaca keempat pasal Kitab Rut ini, yakin kita sudah mengetahui isi Kitab Rut. Hari ini mari kita meninjau kembali kisah Rut, atau, lebih tepat kisah Naomi. Kita meninjau kembali kisah empat babak dengan pilihan masing-masing tokoh dan konsekuensinya.

Peristiwa dimulai dari sebuah kota Betlehem yang penuh dengan rahmat Allah, yang dikenal sebagai Rumah makanan (House of Food). Namun masa-masa indah itu tidak bertahan lama, dan Betlehem mengalami kelaparan. Sebagian orang memilih untuk tinggal, dan ada beberapa yang memilih untuk pergi. Elimelekh memutuskan untuk membawa istrinya Naomi dan dua putranya, Mahlon dan Khilion, ke tanah Moab yang berdekatan untuk mencari tempat tinggal. Sangat disayangkan baru saja sedikit penyesuaian di negeri asing Elimelekh meninggal. Kedua anak laki-laki juga menikah mengambil istri wanita berbeda bangsa. Sepuluh tahun kemudian, kedua anak laki-laki meninggal satu demi satu, meninggalkan tiga janda tanpa anak dan tanpa nafkah. Pada saat ini, Naomi mendengar bahwa TUHAN Yahweh telah memperlakukan Betlehem dengan baik, jadi dia memutuskan untuk pulang dan kembali ke pelukan Allah. Kedua menantu pergi dengan ibu mertuanya.Dalam perjalanan ke Betlehem, percakapan antara ibu mertua dan kedua menantu sangat mengharukan. Kebaikan ibu mertua dan menantu perempuan terungkap di antara baris-baris percakapan. Pada akhirnya, Orpa memilih untuk kembali ke Moab, tetapi Rut memutuskan untuk mengikuti ibu mertuanya. Tampaknya pilihan keduanya terkait erat dengan iman (1:15). Rut bersedia mengikuti ibu mertuanya untuk mengenal Allahnya (1:16-17).

Setelah kembali ke Betlehem serta telah menetap sebentar, ibu mertua dan menantu perempuan harus menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. Untungnya, Betlehem memiliki panen yang baik, dan TUHAN telah membuat hukum bahwa orang Israel akan dengan murah hati mengizinkan orang miskin mengumpulkan bulir gandum yang tersisa untuk memperhatikan dan memberi makan kepada yang kurang beruntung. Rut pergi ke ladang dan memungut di belakang penuai, dan dia kebetulan datang ke ladang seorang pria yang melakukan kebenaran, kaya dan murah hati bernama Boas. Boas memperhatikan hamba-hambanya dan memperhatikan orang miskin; dia baik kepada Rut, membiarkan dia memungut, dan menjaga keselamatannya, dia memerintahkan pelayannya untuk lebih baik kepada Rut. Ternyata dia sudah mendengar kabar bahwa Rut mengasihi ibu mertuanya dan bersedia berlindung kepada TUHAN (2:11-13). Rut kembali ke rumah ibu mertuanya saat senja dengan membawa bulir gandum. Baru pada saat itulah ia mengetahui dari ibu mertuanya bahwa Boas adalah kerabat dekat. Orang-orang Yahudi selalu percaya bahwa Allah ada di balik segalanya dan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada mereka bukanlah kebetulan, selalu ada pimpinan Allah. Oleh karena itu, di bawah bimbingan tangan tak kasat mata itu, Rut bertemu dengan Boas!

Janda yang tak berdaya dan tidak memiliki sandaran, adalah terbaik untuk menikah lagi, dan menemukan pria yang setia adalah jalan terbaik. Naomi tahu bahwa perjumpaan Rut dengan Boas bukanlah suatu kebetulan, melainkan tuntunan Tuhan yang penuh kasih. Jadi Naomi menawarkan rencana untuk Rut, agar ia pergi ke tempat pengirikan di malam hari untuk mengambil inisiatif untuk mengungkapkan niat menikah kepada Boas. Beralih ke tempat pengirikan di malam hari, pembaca mengetahui adat budaya Timur Tengah di masa lalu, dan memahami bahwa seluruh proses sejalan dengan adat dan itu adalah masalah integritas. Boas adalah orang yang jujur dan takut akan TUHAN, dan dia pasti akan memenuhi tanggung jawab sebagai kerabat dekat, menebus tanah untuk Elimelekh, dan menikahi Rut sebagai istrinya. Berkembang di sini, dan sebenarnya bisa saja berakhir dengan sukses, tetapi siapa yang tahu bahwa tarikan tegangan masih belum terselesaikan, karena ada orang yang merupakan kerabat yang lebih dekat dibandingkan Boas (3:12). Pembaca menantikan pembicaraan di gerbang kota keesokan harinya untuk mengetahui bagaimana hasilnya!

Adegan terakhir adalah pembicaraan pagi hari di gerbang kota. Kerabat terdekat tidak mau memenuhi tanggung jawab, takut bahwa hal itu akan merusak warisannya sendiri (4:6), tetapi Boas yang mengambil tanggung jawab sebagai kerabat untuk meneruskan nama keturunan dan menikahi Rut. Catatan penulisan seharusnya dapat berakhir bahagia di sini. Namun, penulis meninggalkan petunjuk untuk dilanjutkan melalui silsilah, membuat pembaca di masa lalu menantikan kelahiran Daud, dan pembaca setelah Daud menantikan Raja Mesianik yang akan datang.

Renungkan: Elimelekh, Naomi, Orpa, Rut, Boas, semua orang masing-masing membuat keputusan mereka dan memiliki konsekuensi yang berbeda. Maukah Anda mengandalkan Tuhan agar dapat dengan kebijaksanaan menghadapi setiap keputusan dengan hati-hati?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).