「Menikah dengan Rut」
(Rut 4:3-8 [ITB])
3 Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: “Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab. 4 Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku.” Lalu berkatalah ia: “Aku akan menebusnya.” 5 Tetapi kata Boas: “Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya.”
6 Lalu berkatalah penebus itu: “Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya.” 7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel. 8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: “Engkau saja yang membelinya.” Dan ditanggalkannyalah kasutnya.
Kemarin kita membaca bahwa kerabat terdekat melepaskan hak untuk membeli tanah dan menikahi Rut, dan hari ini kita fokus pada keputusan Boas yang berkebalikan dengan kerabat terdekat, Bosa menikahi Rut. Boas melakukan sesuai dengan prosedur hukum Taurat, ia tidak melanggar batas haknya, dia hanya dengan sabar menunggu kesempatan, dan setelah orang itu melepaskan haknya, dia mengambil alih tanggung jawab kerabat untuk menebus.
Kerabat terdekat itu melepaskan hak penebusan karena Boas berkata, 「Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya.」 Ada dua kemungkinan untuk kalimat ini: pertama, syarat tambahan pembebasan tanah adalah menikahi Rut sebagai istrinya, yaitu hak penebusan disandingkan dengan tata cara 「perkawinan ipar」. Arti lain yang mungkin adalah bahwa kerabat dekat menebus tanah, dan Boas bersedia mengambil Rut sebagai istrinya, sehingga almarhum dapat menyimpan namanya dalam warisan; penebusan tanah dan pernikahan istri tidak ada hubungannya satu sama lain, mereka adalah dua hal yang berbeda. Tapi apapun kemungkinannya, dari sudut pandang ekonomi, itu tidak menguntungkan untuk kerabat dekat itu, dan itu adalah investasi yang merugi. Karena itu, dia melepaskan haknya untuk menebus tanah itu dan menikah.
Karena Boas bukan putra Elimelekh atau saudara Mahlon, dia tidak bertanggung jawab untuk memberikan keturunan bagi keluarga Elimelekh dan Mahlon. Kesediaannya untuk menikahi Rut adalah pilihan yang sepenuhnya bebas, berdasarkan cinta dan kasih sayangnya kepada Rut, yang melampaui persyaratan dan tanggung jawab hukum Taurat. Pernikahan Boas dengan Rut tidak ada hubungannya dengan 「perkawinan ipar」 (lihat Ulangan 25:5-10).
Dalam peraturan 「perkawinan ipar」, jika saudara laki-laki tidak ingin menikahi janda dari saudara laki-laki yang meninggal, Musa memiliki instruksi yang jelas bahwa istri saudara laki-lakinya akan pergi ke hadapan para penatua, melepas sepatunya, dan meludahi wajah laki-laki, dia berkata 「Beginilah harus dilakukan kepada orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya」 (Ul. 25:9; lihat Ul. 25:7-10). Jelas, tindakan melepas sepatu 「perkawinan ipar」 berbeda dengan tindakan kerabat dekat dalam kisah Rut; yang pertama adalah wanita yang mengambil inisiatif untuk melepas sepatunya, tidak ada ketentuan tertulis mau diapakan sepatu tersebut; yang kedua dalam kisah Rut adalah di saat itu tidak ada wanita yang berada di tempat kejadian maka kerabat dekat yang menyerahkan sepatunya kepada Boas; yang pertama wanita meludahi wajah pria, yang berarti mempermalukannya; yang kedua dalam kisah Rut sama sekali tidak menyebutkan meludahi wajah pria, tidak mempermalukan kerabat dekatnya. Semua indikasi di atas menunjukkan bahwa Boas tidak menikahi Rut untuk memenuhi kewajiban 「perkawinan ipar」.
Narator menggambarkan tindakan kerabat dekat dan Boas. Dia tidak mengutuk kerabat dekat atau memuji Boas, tetapi hanya membandingkan kerabat dekat dan Boas secara berdampingan, menunjukkan bahwa keduanya memiliki pertimbangan yang berbeda. Pilihan kerabat dekat itu adalah tindakan yang bisa diprediksi sesuai pikiran orang secara umum; tetapi Boas yang bersedia mengambil risiko kerugian finansial, memberikan contoh sempurna, sebuah keputusan kasih yang melampaui akal sehat. Singkatnya, keputusan Boas untuk menikahi Rut bukan karena kasihan kepada janda Moab yang miskin dan tidak berdaya, atau karena keuntungan finansial untuk mendapatkan ladang tambahan, tetapi karena keyakinan moral, pengorbanan tanpa pamrih menjalankan kewajiban yang seharusnya ditanggung kerabat terdekat, memberikan keturunan untuk keluarga Elimelekh dan Mahlon dan mempertahankan warisan mereka.
Renungkan: Keputusan Boas untuk menikahi Rut dimotivasi oleh keyakinan moral, bersedia menjalankan kewajiban yang seharusnya ditanggung kerabat terdekat, tidak memperhitungkan untung rugi pribadi. Tindakan dan keputusan yang Anda dan saya perbuat apakah lebih mendekati Boas atau kerabat dekat itu?
Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).