「Kehidupan yang memiliki iman, kasih, pengharapan」
Yesus Kristus adalah inti pusat hidup orang percaya, lalu iman kasih pengharapan adalah karakter yang menyeluruh dari kehidupan orang percaya, tidak boleh kurang satu pun.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng ) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(1 Yoh. 1:1-2 [ITB])
1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
Surat 1,2, 3 Yohanes tidak mencantumkan siapa penulis dan penerima surat, namun dari dari isi ketiga surat, pemikiran, dan konsep yang mirip dengan Injil Yohanes, mayoritas peneliti berpendapat bahwa ketiga surat ini adalah satu penulis dengan Injil Yohanes, yaitu Yohanes murid Tuhan Yesus. Yohanes telah menuliskan lima kitab, termasuk kitab Wahyu, ia merupakan orang kedua terbanyak menuliskan kitab dalam Perjanjian Baru.
Isi dari kelima tulisan jelas memiliki titik berat yang berbeda:
- Injil Yohanes – menekankan iman, orang karena percaya kepada Yesus Kristus mendapatkan hidup; dan dasar kita percaya adalah Yesus Kristus Anak Allah 「Firman yang berinkarnasi menjelma menjadi manusia.」 Injil Yoh. 20:31 mencatat: 「tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.」
- Surat 1, 2, 3 Yohanes – menekankan kasih, agar orang karena bersekutu dengan Tuhan mendapatkan hidup yang berkelimpahan; kemampuan mengasihi datang dari hidup yang didapatkan di dalam Tuhan, bahkan membuktikan kita adalah hidup di dalam Tuhan dan mematuhi perintah-Nya, manifestasi yang sudah sepatutnya ada. Maka Yohanes memakai nada yang berat mengatakan: 「Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya」 (1 Yoh. 4:20). Yohanes dengan jelas menyatakan tujuannya menuliskan surat tersebut: 「supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal」 (1 Yoh. 5:13) (cetak tebal adalah dari blogger)
- Kitab Wahyu – menekankan pengharapan, agar orang karena pengharapan kedatangan Tuhan yang kedua kali sehingga dengan waspada bersiap-siap. Ini adalah janji yang jelas dan penuh kepastian yang Tuhan Yesus berikan kepada kita: 「Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada」 (Yoh. 14:2-3). Ini adalah pengharapan dan motivasi orang percaya yang hidup di dunia ini.
Kehidupan orang percaya yang memiliki iman, kasih, dan pengharapan mempunyai hubungan secara langsung dengan karya penebusan Kristus, Anak Allah jika tidak inkarnasi menjelma menjadi manusia, mati bagi kita, bangkit bagi kita, memberikan janji akan datang lagi kepada kita, maka iman kepercayaan kita adalah kosong, tidak ada lagi kekuatan mengasihi orang, pengharapan kekal menjadi penantian kabur yang jauh tanpa kepastian. Seorang ayah membawa anak kecil pulang sampai di depan pintu rumah, tiba-tiba bertanya kepada anak kecil apakah membawa kunci, sang anak berkata tidak membawa, ayahnya bertanya lagi: 「lalu bagaimana kita pulang rumah?」 Anak kecil yang polos, tanpa rasa kuatir berkata: 「ayah memiliki kunci pintu, saya memiliki ayah maka bisa pulang rumah!」 Yesus Kristus adalah inti pusat hidup orang percaya, lalu iman kasih pengharapan adalah karakter yang menyeluruh dari kehidupan orang percaya, tidak boleh kurang satu pun.
Walaupun surat 1 Yohanes tidak memiliki format seperti surat pada umumnya, yakni tidak menyebutkan nama penerima surat, ucapan berkat atau syukur; di bagian kata-kata penutup juga tidak terdapat salam kepada penerima surat. Tetapi sebenarnya penulis surat menyebutkan penerima surat, mereka adalah kelompok orang yang melampaui batasan waktu, yakni semua 「yang percaya kepada nama Anak Allah」 (1 Yoh. 5:13), kelompok penerima surat termasuk orang percaya dalam Kristus pada zaman ini. Dengan ini kita akan dapat merasakan relevansi dan kedekatan surat 1, 2, 3 Yohanes dengan kita.
Renungkan: Surat Yohanes bukan dituliskan bersumber dari pengetahuannya, tetapi adalah pengalaman diri sendiri terhadap Yesus. Apakah engkau sudah mengalami hidup baru yang didapatkan di dalam Kristus? Yohanes menekankan apa yang ia tuliskan semuanya adalah apa yang ia pernah lihat dengan mata sendiri, yang pernah ia raba dengan tangannya, apa yang ia alami disampaikan kepada kita, ia bersaksi bagi Tuhan. Di dalam kehidupanmu sebagai orang Kristen, ada berapa banyak waktu engkau berbagi pengalaman rohani dengan saudara saudari yang lain? Yohanes bersedia memiliki hidup dalam persekutuan dengan orang lain, dengan demikian ia baru bisa mendapatkan sukacita yang berkepenuhan. Orang percaya berbagi kesaksian bukan hanya sekedar melaksanakan tanggung jawab, namun adalah juga mendapatkan sukacita.