Mazmur 47:1-9

「TUHAN Raja Israel selaras sebagai Raja seluruh bumi dan semua bangsa」

Oleh Rev. Paul Cheung Wan-hoi (張雲開)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 47:1-9 [TB2])
1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur.

Hai segala bangsa, bertepuktanganlah,
………elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!
2 Sebab dahsyatlah TUHAN, Yang Maha Tinggi,
………Raja yang besar atas seluruh bumi.
3 Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kami,
………suku-suku bangsa ke bawah kaki kami,
4 Ia memilih bagi kami tanah pusaka kami,
………kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Sela
5 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai,
………TUHAN diiringi bunyi sangkakala.

6 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,
………bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!
7 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi,
………bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
8 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa,
………Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

9 Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul
………sebagai umat Allah Abraham.
Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi;
………Ia sangat dimuliakan.


Mazmur 47 menggunakan perayaan raja naik takhta atau penobatan raja manusia untuk mendorong semua bangsa-bangsa agar berseru bahwa TUHAN adalah Raja seluruh bumi. Seluruh mazmur ini dapat dibagi menjadi dua bagian (ayat 1-5 dan ayat 6-8) dan penutup (ayat 9). Kedua bagian ini diawali dengan seruan untuk bersorak kepada Allah (ayat 1, 6); tetapi yang lebih penting, kedua bagian ini dan ayat penutup diakhiri dengan naik (ʿālāh) atau kata depan atas (ʿal) (ayat 5 Allah telah naik (עָלָה `alah), 8 Allah memerintah sebagai raja atas (עַל `al) bangsa-bangsa, 9b Ia sangat dimuliakan (עָלָה `alah)). Ayat 2, 7, dan 9b merupakan premis utama dari keseluruhan mazmur, masing-masing diawali dengan kata sebab (kî) untuk menunjukkan bahwa Allah adalah penguasa seluruh bumi, ayat 2 menggunakan bentuk lain dari naik (ʿālāh) untuk menyebutkan Allah, Yang Maha Tinggi (ʿęlyôn). Oleh karena itu, keseluruhan mazmur dipenuhi dengan status dan otoritas Allah yang agung, dan raja merupakan deskripsi konkret dari identitas yang agung ini.

Ayat 1-2 dan 6-8 pada dasarnya memiliki struktur yang sama, dengan ayat 2 dan 7 membentuk premis utama mazmur tersebut, dan premis utama ini juga muncul di ayat 9b, tetapi ayat 9 merupakan variasi, dan kontennya terintegrasi menjadi satu. Sang pemazmur dirijen memandu orang-orang di seluruh bumi untuk bertepuk tangan, bersorak, dan menyanyikan pujian kepada Allah, karena TUHAN adalah Raja yang agung atas seluruh bumi. Ayat 5 di tengah mazmur memperkenalkan ketinggian TUHAN Yang Maha Tinggi dalam bentuk gerakan naik, dengan menggunakan kata naik (ʿālāh)

Namun, struktur mazmur ini tidak serapi yang dijelaskan di atas. Pembaca yang jeli akan menyadari bahwa isi ayat 3 dan 4 tidak serasi dengan bagian teks lainnya, baik dari segi isi dan struktur, dan bahkan di paruh pertama epilog (9 a). Dengan kata lain, jika ayat 3-4 dan 9a dihilangkan, seluruh mazmur akan lebih rapi dan terpadu. Seluruh mazmur ini menekankan bahwa TUHAN adalah Tuhan seluruh bumi dan Raja segala bangsa. Visi dan konsepnya membawakan sifat universal dan menyeluruh. Akan tetapi, ayat 3-4 dan 9b mengungkapkan otoritas TUHAN secara sempit melalui hubungan-Nya dengan Israel. Bangsa-bangsa menentang Israel, sehingga seruan dalam ayat 1 dan 6 menjadi seakan-akan diselipkan secara paksa, memberi orang perasaan sepertinya merusak tujuan seluruh mazmur ini.

Namun, di sinilah letak visi sang pemazmur. Allah orang Israel selalu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi, Yang Mahatinggi, Tuhan atas seluruh bumi. Namun, Israel mengetahui hal ini adalah karena dalam sejarah Tuhan seluruh bumi ini memilih Israel sendiri sebagai objek perjanjian-Nya dan menjadikannya warisan-Nya. Oleh karena itu, Israel tidak dapat mengabaikan hubungan yang unik antara Allah dan dirinya, dan bahkan harus mengakui ketegangan yang tidak bersahabat antara Israel dengan bangsa-bangsa lain yang diakibatkan oleh hubungan yang unik ini.

Dalam penglihatan terbatas Perjanjian Lama sang pemazmur, selain dari bangsa-bangsa yang ditaklukkan oleh Israel (ayat 3), ia tidak dapat melihat bagaimana dua situasi dapat didamaikan satu sama lain, di satu sisi TUHAN sebagai Raja Israel dapat diselaraskan dengan sisi lain TUHAN sebagai Raja seluruh bumi dan semua bangsa. Namun, dalam penutup mazmur tersebut, sang pemazmur secara ajaib mencantumkan para pemuka bangsa-bangsa dan umat Allah Abraham secara berdampingan (dalam teks aslinya, keduanya hanya tercantum secara berdampingan tanpa kata sambung, Nobles of peoples have been gathered, the people of the God of Abraham.) Ia tidak mencampuradukkan keduanya, tetapi juga tidak membuat perbedaan substansial apa pun antara otoritas Allah atas keduanya. Ini dapat dikatakan sebagai nubuat tentang hal-hal besar yang akan dicapai Allah dalam Kristus pada periode Perjanjian Baru mendatang. Hanya saja penglihatan sang nabi tidak begitu jelas pada saat itu.

Tidak sulit untuk memahami mengapa Mazmur 47 kemudian menjadi mazmur utama yang dibacakan pada Hari Kenaikan di gereja. Umat Kristen membaca tentang bagaimana Israel menyatakan TUHAN sebagai Raja seluruh bumi, Raja segala bangsa, melalui gambaran penobatan raja dan menaiki tangga menuju takhtanya, dan bangsa-bangsa dapat menanggapi panggilan pemazmur untuk menyanyikan pujian bagi Allah dan memuji-Nya, bersorak dengan suara kemenangan bahwa Allah adalah Raja. Keadaan ini jelas tidak terjadi pada zaman pemazmur, tetapi mulai terjadi pada zaman Kristus, di antara orang-orang percaya non-Yahudi, dan terus terjadi, dan pada akhirnya akan terjadi sepenuhnya. Setelah Kristus mati dan bangkit, lima puluh hari kemudian naik ke surga, di mana Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan menjadi Kepala raja-raja di bumi. Oleh karena itu, meskipun Mazmur 47 tidak secara langsung merujuk kepada Kristus, tetapi menyatakan bahwa Kristus dan Bapa adalah satu; sebagaimana Bapa, demikian pula Kristus. Apa yang mustahil bagi Israel telah digenapi dalam Kristus Yesus. Bagi kita orang Kristen non-Yahudi, Mazmur 47 ini memiliki makna yang sangat mendalam.

Doa:
Ya Allah Bapa, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau tidak mengecualikan kami, bangsa-bangsa non-Yahudi, dari pintu keselamatan, dan tidak memerintah atas kami dengan kekuasaan penghakiman yang tanpa mengubah kami dengan kuasa kasih karunia-Mu. Dalam Kristus Yesus, kami semua tunduk pada otoritas-Mu, dan kami berharap semakin banyak orang yang dapat bersorak kepada-Mu di bawah kekuasaan-Mu. Kemuliaan Raja ini hanya milik-Mu saja. Kehendak-Mu terjadilah di bumi seperti di surga. Amin.