「Dunia ritual dari tradisi imamat」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 1:1-2 [ITB])
1 TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan:
2 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.
TUHAN dari Tabernakel berbicara kepada Musa (Im. 1:1), memerintahkan agar Musa menyampaikan kata-kata ini (dăbēr) mengatakan kepada bani Israel (Im. 1:2), TUHAN tidak mengatakan langsung kepada umat Israel, tetapi Ia menetapkan Musa sebagai juru bicara (yaitu: nabi), oleh karena itu, apa yang dituliskan dalam Kitab Imamat adalah suatu jenis pembicaraan terkait nabi, yakni wahyu yang dinyatakan oleh Allah melalui Musa sebagai model perkataan nabi.
Namun, ketika kita membaca Kitab Imamat, kita akan menghadapi beberapa permasalahan: mengapa perkataan nabi sering mengulang-ulang deskripsi ritual pengorbanan yang sama, tampaknya sangat membosankan itu. Gereja kadang-kadang merasa tidak tahan terhadap ritual pengorbanan itu, karena ritual pengorbanan tampaknya merupakan ritual eksternal, jika tidak memiliki kesalehan di dalam hati, maka ritual pengorbanan tampak tidak berguna, kita lebih cinta kedewasaan rohani internal diri, dan merasa bahwa ritual pengorbanan ini 「tidak memiliki makna」 adalah formulasi rutinitas saja, dan merasa detil dari ritual pengorbanan bisa ada juga bisa diabaikan, ditambah Surat Ibrani seperti memberikan penilaian evaluasi yang negatif terhadap sistem pengorbanan dalam Kitab Imamat, sehingga kita sering merasa yakin bahwa Kitab Imamat bisa ada bisa juga diabaikan, merasa tidak mengandung ajaran rohani.
Tetapi dalam tradisi imam, ritual pengorbanan adalah pengalaman penyertaan hadirat Allah, melalui langkah-langkah ritual pengorbanan, orang yang mempersembahkan korban berjumpa lagi dengan Allah, banyak peneliti percaya bahwa perjumpaan melalui ritual pengorbanan adalah proses yang mengubah “tidak ada aturan” menjadi ada keteraturan, mencerminkan diciptakannya 「pemisahan」: 「Haruslah kamu dapat membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, antara yang najis dengan yang tidak najis」 (Im. 10:10); 「membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan」 (Im. 11:47); 「Akulah TUHAN, Allahmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain. Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan」 (Im. 20:24b-25). Kata 「dipisahkan / membedakan」 muncul berulang kali, kata ini juga muncul dalam Kitab Kejadian pasal 1 (salah satunya Kej. 1:4 「Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap」), menunjukkan bahwa ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang utama adalah melakukan tindakan menciptakan batas-batas, kekacauan dalam kategori / golongan dibuat menjadi adanya keteraturan, demikian juga tujuan utama ritual pengorbanan dalam Kitab Imamat adalah untuk mengembalikan kehidupan yang dalam kekacauan kepada keteraturan penciptaan, membuat situasi yang kacau tidak teratur menjadi situasi yang memiliki klasifikasi, menjadi komunitas yang teratur (memiliki aturan).
Terutama karena Israel adalah 「bangsa yang kudus」(Kel. 19:5-6), mereka harus memiliki hidup terpisah yang berbeda dari bangsa-bangsa asing. Oleh karena itu, mereka sering sering datang ke Kemah Pertemuan (Tabernakel) untuk mempersembahkan korban, tujuannya mengingat dosa-dosa mereka dan dirinya najis, dan tugas imam adalah untuk membantu mereka melalui arti yang disimbolkan dalam ritual pengorbanan, sehingga mereka kembali kepada kehidupan yang memiliki keteraturan, dan memberitahukan tatanan keteraturan penciptaan agar masyarakat Israel dapat menghayati kebaikan dan keindahan Allah. Dilihat dari sudut ini, Kitab Imamat membawa misi kenabian, melalui ritual pengorbanan, membawa kembali umat Israel kepada kehidupan yang memiliki keteraturan.
Renungkan:
Apakah ada perbedaan antara hidup Anda dan orang-orang asing? Dalam banyak kasus, untuk memenuhi selera orang lain, kita akan berkompromi ketika menghadapi lingkungan yang tidak menguntungkan, kita tidak mau mengikuti kualitas hidup Kristen dan berharap untuk hidup di wilayah abu-abu dan hidup yang campur baur. Tapi pesan hari ini memungkinkan kita untuk melihat pentingnya pemisahan, karena itu membangun identitas bangsa Israel. Apakah Anda memiliki tekad seperti itu?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.