Keluaran 14:1-20

Ketakutan. Kemuliaan Allah

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 14:1-20 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, demikian: 2 Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut.
3 Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka. 4 Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN. Lalu mereka berbuat demikian.
5 Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita? 6 Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta. 7 Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya.
8 Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel.
Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.
9 Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.
10 Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, 11 dan mereka berkata kepada Musa: Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? 12 Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.
13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. 14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.
15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. 18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.
19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. 20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.

Ketika orang Israel keluar dari Mesir, Allah menyuruh Musa agar orang Israel balik kembali dan berkemah di tepi laut, dan Firaun akan datang untuk mengejar orang Israel, tetapi Allah akan dimuliakan karena Firaun, TUHAN akan menyatakan kemuliaan-Nya, dan orang Mesir tahu bahwa Dialah TUHAN (ayat 1-4).

Mari bertanya, bukankah orang-orang Israel sekarang sudah keluar dari Mesir, mengapa harus ada peristiwa ini lagi? Sebenarnya, meskipun bangsa Israel telah diselamatkan keluar dari Mesir, namun pertempuran antara TUHAN dan Firaun belum berakhir, maka ada catatan ini.

Pertama, aspek geografis: Pi-Hahirot (kuil hirot (dewi)), Migdol (menara atau benteng), dan Baal-Zefon (tuan penguasa utara) adalah semua pertahanan perbatasan Mesir di Semenanjung Sinai, juga terdapat jalan kuno, adalah garis tapal batas mengejar budak yang melarikan diri, lewat dari sini, sudah tidak bisa terkejar kembali.

Kedua, aspek psikologis: Alkitab memiliki pemahaman yang mendalam tentang sifat manusia. Orang Mesir menderita sepuluh tulah dan mendesak orang Israel untuk meninggalkan Mesir. Setelah mereka benar-benar pergi, Firaun dan orang Mesir menyesal, mengirimkan pasukan elite untuk mengejar Israel (ayat 5-9). Tujuannya bukan untuk menangkap kembali, tetapi untuk memusnahkan mereka, harga diri Firaun sudah runtuh.

Respons orang Israel adalah ketakutan, kemudian berseru kepada TUHAN dan mengeluh kepada Musa. Mereka merasa lebih baik menjadi budak di Mesir daripada mati di padang gurun tanpa tempat untuk dikuburkan (ayat 10-14). Ini adalah reaksi khas orang-orang yang telah lama tertindas dan tiba-tiba dibebaskan, mereka merindukan kehidupan yang teratur di masa lalu, tetapi melupakan penderitaan penganiayaan fisik dan mental dahulu itu.

Ketiga, aspek spiritual: dahulu Firaun dengan kesombongan kata-kata tinggi menanggapi permintaan Musa dan Harun: Siapakah TUHAN itu … Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi (Kel. 5:2). Kali ini, pukulan terakhir Allah terhadap Firaun, menghancurkan tentara Mesir, itu akan membuat orang Mesir mengenal siapakah TUHAN itu (Kel. 14:4).

TUHAN menyuruh Musa untuk mengarahkan tongkatnya ke laut, dan laut akan terbelah, dan orang Israel akan berjalan di atas tanah yang kering. Tiang awan dan api akan pindah berada di antara orang Israel dan tentara Mesir, sehingga orang Mesir tidak dapat melewatinya untuk mendekati orang Israel. Tentara Mesir mengejar mereka dan turun ke dasar laut, tetapi mereka ditelan oleh banjir. TUHAN akan dimuliakan (ayat 14-20).

Renungkan:
Ada laut di depan, ada para pembinasa mengejar di belakang, umat Israel ketakutan, tetapi Musa berkata kepada mereka: Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu … (ayat 13)


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.