Keluaran 6:1-9

Nama Allah dan janji-Nya

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 6:1-9 [ITB])
1 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya.
2 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: Akulah TUHAN.
3 Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.
4 Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing,
5 tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku. 6 Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: 『Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. 7 Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. 8 Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN.』
9 Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.

Perikop ini menggunakan nama Allah dan janji-Nya menghubungkan kitab Keluaran dan kitab Kejadian.

Dalam Alkitab, nama sering mewakili sifat seseorang, mengetahui nama seseorang, dapat mengenal orang tersebut berdasarkan nama itu. Allah memiliki nama, orang-orang menggunakan nama ini untuk mengenal Allah, mengetahui sifat-Nya, mengalami karya perbuatan-Nya, menikmati persekutuan dengan Dia, dan menceritakan tentang kemuliaan-Nya.

Dalam Perjanjian Lama disebutkan beberapa nama Allah, tetapi secara ketatnya, Allah hanya menyatakan satu nama, yakni Yahweh (YHWH) (dalam Alkitab bahasa Indonesia ditulis menjadi TUHAN), yang lain semua adalah nama sebutan, misalnya Allah (‘ ĕlōhîm, Supreme Ones) bentuk jamak dari kata (‘ ēl), artinya Allah yang maha besar, kuat dan dahsyat (Ul. 10:17; Neh. 9:32), umumnya digunakan untuk mengungkapkan hubungan antara Allah dan segala ciptaan, seperti dalam Kejadian 1. Jika nama tersebut ditambah dengan kata sandang pasti (hā ‘ĕlōhîm), maka dapat diterjemahkan sebagai Allah yang benar (the True God).

Kepada para leluhur nenek moyang, Allah menggunakan nama: Allah Yang Mahakuat / Mahakuasa (‘el šadday), atau lebih baik diterjemahkan sebagai Allah seluruh Berkat, karena Abraham, Ishak, dan Yakub mengenal Allah melalui mengalami pemeliharaan yang melimpah, tapi ini masih pengalaman dan pengenalan terbatas.

Sampai ketika Allah menjawab permintaan Musa, Ia menyingkapkan nama kudus-Nya Yahweh (YHWH, TUHAN) (Kel. 3:14). Ini mengungkapkan semua sifat Allah, kemuliaan, kelimpahan, anugerah penuh, dan kuasa kekuatan Allah melalui nama ini. Sejak saat itu, Allah menggunakan nama ini untuk mengadakan perjanjian dengan manusia untuk menunjukkan kekudusan, keadilan, kasih, dan kesetiaan-Nya.

Janji Allah sering kali dikeluarkan ketika Dia membuat perjanjian dengan manusia, dan janji Allah meskipun akan melewati masa waktu sejak diberikan hingga pemenuhan, namun pada akhirnya pasti akan digenapi, menunjukkan bahwa Dia adalah Allah yang setia memelihara perjanjian. Janji yang Allah berikan kepada pribadi, biasanya akan digenapi dalam hidupnya, seperti yang dijanjikan Allah kepada Abraham, Sara bahwa tahun depan akan melahirkan anak laki-laki Ishak (Kej. tujuh belas). Namun janji kepada kelompok terkadang digenapi dalam waktu yang lama, seperti janji kepada leluhur nenek moyang bahwa keturunan mereka akan mendapatkan tanah Kanaan yang indah (Kejadian 15).

Begitu janji Allah dinyatakan, tidak akan ditarik kembali, pasti akan memenuhi rencana Allah, menyatakan kehendak baik-Nya dan kekuatan kuasa-Nya. Sekarang Allah mengingat perjanjian yang dibuat-Nya dengan para leluhur nenek moyang, akan Ia genapi, disertai seruan kuat dan doa dalam iman dari orang.

Renungkan:
Nama Allah mewakili Diri-Nya, sehingga manusia dapat lebih kaya melimpah mengalami Allah, mengenal Allah lebih mendalam.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.