Keluaran 3

Dipanggil dan penugasan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 3 [ITB])
1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri.
Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 3 Musa berkata: Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu? 4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: Musa, Musa! dan ia menjawab: Ya, Allah.
5 Lalu Ia berfirman: Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus. 6 Lagi Ia berfirman: Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
7 Dan TUHAN berfirman: Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. 10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.
11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir? 12 Lalu firman-Nya: Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.
13 Lalu Musa berkata kepada Allah: Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? Apakah yang harus kujawab kepada mereka? 14 Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU. Lagi firman-Nya: Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.』」
15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. 17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami. 19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.
20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi. 21 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa, 22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu.

Keluaran 3 juga disebut pasal semak duri, dinamai menurut penglihatan Musa atas semak duri yang terbakar oleh api tetapi tidak hancur. Musa yang berusia delapan puluh tahun dipanggil untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.

15 ayat bagian depan dari pasal ini dapat dibagi menjadi empat bagian: (1) penglihatan semak duri dalam nyala api, mengenal Allah yang kudus (ayat 1-6), (2) janji negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu, mengenal kesetiaan Allah (ayat 7-9), (3) janji memimpin umat Allah keluar dari Mesir, mengenal tentang penyertaan Allah (ayat 10-12), (4) disingkapkan nama Allah, mengenal tentang nama Allah (ayat 13-15).

Nyala api di sini melambangkan kesucian Allah, Allah yang kudus ini tidak tinggi duduk diam di sorga, tetapi turun dari langit untuk mendekati manusia. Manifestasi kekudusan-Nya bukanlah untuk menghancurkan orang berdosa, tetapi untuk menganugerahkan kebajikan keindahan-Nya yang kudus kepada manusia.

Sejak dahulu di waktu Abraham, Allah berjanji untuk memberikan tanah yang berlimpah dengan susu dan madu (Kejadian 15). Empat ratus tahun kemudian, janji ini akan digenapi, menunjukkan kesetiaan dan kasih Allah.

Dihadapkan dengan pengutusan dari TUHAN, Musa merasa tidak layak. Tetapi Allah mengatakan kepadanya bahwa masalahnya bukan pada Musa yang berkata Siapakah aku ini? tetapi peduli Dia yang mengutusnya. Allah berjanji untuk menyertainya, dan terlebih lagi dia akan membawa umat Allah ke gunung ini untuk melayani Allah.

Yang terpenting adalah Allah menjawab pertanyaan Musa: apa arti nama Allah YHWH ? (ayat 13) jawabannya adalah Allah: AKU ADALAH AKU (ayat 14). Ini setidaknya memiliki enam implikasi makna berikut : Dia adalah satu-satunya Allah yang sejati (dewa-dewa bukan Allah, tidak ada allah lain); Dia ada dengan sendirinya (tidak ada kekuatan eksternal lain yang membuat Dia ada); Dia adalah Allah pencipta (alam semesta dan semua adalah ciptaan Dia); Allah yang tidak pernah berubah Allah (tidak dibatasi oleh ruang dan waktu); Dia adalah Allah yang dapat dialami (orang-orang menjadikan pengalaman akan Allah sebagai kesaksian hidup, seperti Yahweh Rapha, Yahweh Nissi) ; nama-Nya menunjukkan bahwa Ia bukan Allah yang tidak dikenal, dan Ia bersedia menggunakan namanya untuk bersekutu dengan manusia sehingga orang dapat menyembah Dia, mewartakan Dia, dan berdoa kepada-Nya dalam Nama ini.

Panggilan Allah kepada Musa telah menjadi model panggilan hamba Allah sepanjang masa: semua iman kepercayaan orang, pengalaman, dan pengetahuan di masa lalu tidak cukup untuk menanggung panggilan baru dari Allah. Tidak heran banyak orang sangat merasa dirinya tidak layak ketika mereka mendapat panggilan dari Allah. Panggilan Allah adalah perubahan drastis dalam hidup, yang membawa perubahan arah atas apa yang dikejar, perbaikan konsep diri, dan transformasi sistem nilai.

Renungkan:
(1) orang memahami dirinya sendiri di dalam pengenalan dan pengetahuan tentang Allah.
(2) dalam kehidupan sehari-hari, tetaplah waspada dan siap menerima panggilan Allah serta menerima misi tugas baru kapan saja.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.