「Lebih besar benci kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya」
Oleh Rev. Dr. Fung Yiu-wing (馮耀榮)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Samuel 13:14-16 [ITB])
14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. 15 Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: 「Bangunlah, enyahlah!」 16 Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: 「Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi.」 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia.
Putra sulung Daud, Amnon, sangat mencintai Tamar saudara tirinya sehingga dia jatuh cinta. Kemudian, dengan licik dia menodainya, dan kemudian dia dengan kejam tidak memenuhi permintaannya dan mengusirnya, memberinya pukulan memalukan ganda.
Daud mendengar ini, dia hanya tahu marah tetapi tidak menghukum (13:21). Namun, ini juga tidak mengherankan, sebagaimana ayah demikian putra, Daud menodai istri orang lain belum lama ini. Dia melihat bayangan dirinya pada diri putranya, ia kehilangan otoritas moral, dan gagal menangani perbuatan jahat putranya. Prilaku Amnon juga mencerminkan Saul, keduanya telah berubah menjadi kebencian terhadap orang yang mereka cintai. Saul mengejar hendak membunuh Daud, yang dia sebelumnya kasihi dan promosikan; Amnon mengejar Tamar, yang membuatnya jatuh cinta.
Daud melihat sisi gelap dirinya pada diri putra sulungnya, dan melihat bayangan orang-orang yang telah menganiaya dia. Orang sering harus menghadapi bayang-bayang masa lalu lagi dan lagi, Daud yang tegas mengambil keputusan dan pandai, kali ini juga lumpuh. Dia hanya menunjukkan kemarahan, tetapi tidak memperingatkan dan menghukum Amnon, yang sayangnya menyebabkan serangkaian tragedi di mana pembunuhan antara saudara laki-laki serta anak dan ayah.
Renungkan:
Manusia adalah makhluk yang emosional, mudah terjerat oleh perasaan cinta dan benci yang ekstrem, sehingga mereka membuat kesalahan dan menyebabkan konsekuensi yang tidak terduga. Umat Allah harus berjaga-jaga dan berdoa, memahami bahwa cinta sejati adalah memberi dan berkorban daripada posesif, dan juga waspada terhadap tragedi cinta yang berubah menjadi kebencian.
Renungan pemahaman Kitab 1, 2 Samuel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 1, 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Fung Yiu-wing (馮耀榮) dipublikasi pada bulan April 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.