「Gereja — Umat Allah di Padang Gurun」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)
(Why. 12:1-6 [ITB])
1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. 2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
Membaca perikop ini bisa memiliki perasaan 「melihat gambaran yang penuh gerakan.」 Kitab Suci menggambarkan tiga tokoh: perempuan, naga merah, anak laki-laki; ketiga tokoh sangat jelas, plotnya sangat dinamis, dan pergerakan tokohnya sangat besar: naga merah besar menyeret bintang-bintang jatuh ke atas bumi, Anak lelaki itu dirampas dari bumi dan dibawa lari ke langit, dan perempuan itu setelah melahirkan dalam kesakitan, kemudian melarikan diri ke padang gurun. Ayat 1 dan 3 menunjukkan bahwa ini adalah 「tanda besar」 yang dilihat Yohanes di Surga (ayat 1, 3). 「Tanda besar」 adalah 「pemberi tanda isyarat」(sign), bukan nubuat, tetapi cara simbolis untuk mencerminkan kenyataan. Perikop ini hanya beberapa ayat saja dengan ringkas menguraikan gambaran atas sejarah penebusan dan situasi di mana Gereja berada.
Kita dapat mengetahui dari latar belakang Yahudi bahwa perempuan ini tidak menunjuk pada seseorang, tetapi simbol dari umat pilihan Allah (ayat 1). Kitab Kejadian mencatat bahwa Yusuf, bapa leluhur, bermimpi tentang matahari, bulan, dan sebelas bintang membungkuk menyembah dia (Kej. 37:9), ini merujuk kepada seluruh keluarga Israel, dan perempuan itu memiliki tanda-tanda indah ini, menunjukkan bahwa ia adalah komunitas perjanjian. Dia mengandung, dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan (ayat 2), mewakili komunitas perjanjian sangat menderita di bawah jajahan bangsa-bangsa asing dan menyerukan permohonan keselamatan Allah (Yes. 26:16–18). Mesias datang untuk mewujudkan penggenapan penebusan keselamatan bagi umat-Nya, seperti yang disimbolkan perempuan itu melahirkan seorang Anak dalam kesakitan. Yesus sendiri mengingatkan para murid sebelum penyaliban: 「Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan …」, tetapi Yesus juga menubuatkan bahwa setelah kebangkitan dan kenaikan-Nya, 「dukacitamu akan berubah menjadi sukacita」 (Yoh. 16:20–21)!
Naga merah melambangkan Setan, itu sangat jelas, tujuh kepala dan sepuluh tanduk melambangkan kekuatan dan kekuasaan yang mendominasi (ayat 3). 「Ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi」 (ayat 4), ini adalah Setan dengan menggunakan kekerasan menganiaya umat Allah berusaha membuat mereka tersandung dan jatuh ke tanah. Ia juga tidak akan lepas tangan atas Mesias yang diutus Allah. Oleh karena itu, dalam gambaran dinamis di perikop ini, naga Merah mencoba menelan Anak yang melambangkan Mesias, tetapi Anak itu adalah Raja atas segala raja, Yesus Kristus, Dia telah naik ke Surga dan duduk di takhta Allah (ayat 5).
Ayat terakhir dari paragraf ini menguraikan tahap masa kini dari sejarah keselamatan: 「Perempuan itu lari ke padang gurun」 (ayat 6a). Pada saat ini, Kristus telah naik ke surga, dan perempuan itu mewakili kelompok Perjanjian Baru, yakni Gereja. Maksud ayat ini adalah bahwa gereja Perjanjian Baru, sama seperti umat Allah dari Perjanjian Lama, akan mengalami ujian padang gurun. Kita mengikuti Tuhan, di jalan yang penuh kesulitan dan bahaya, dan jalan di depan hanya tampak kegelapan gulita. Kita hanya bisa mengandalkan pilar awan dan pilar api berjalan maju selangkah demi selangkah, tetapi 「telah disediakan suatu tempat」oleh Allah (ayat 6b): perlindungan-Nya, kekuatan-Nya, ada juga pemeliharaan-Nya (ayat 6c), seperti yang dikatakan pemazmur, 「Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku」 (Mzm. 23:5).
Oh Tuhan! Mohon jaga peliharalah Gereja milik-Mu ini sampai Engkau datang lagi! Di saat kita berada dalam perjalanan melintasi hutan belantara, di hari-hari yang dilambangkan dengan seribu dua ratus enam puluh (1.260) hari ini, mohon Engkau setiap hari menambahkan kekuatan kepada kami, biarlah kami dalam kegelapan lebih lagi haus dan mencintai cahaya terang-Mu!
Renungkan:
Ketika saya percaya kepada Tuhan Yesus, tahukah saya bahwa seumur hidup saya akan berjalan melintasi belantara? Apakah saya bersedia menerima ujian dan terus bertahan di lingkungan yang sulit?
Di masa lalu, Tuhan menyediakan manna kepada bangsa Israel dan memelihara hidup mereka. Saat ini, Ia dengan berbagai cara masih mendukung kebutuhan orang percaya, termasuk dalam kehidupan dan juga spiritual. Pemeliharaan apa yang telah saya terima dalam kehidupan saya saat ini? Di aspek mana saya perlu berdoa untuk memohon pemeliharaan Tuhan?
Seribu dua ratus enam puluh hari dalam perikop Kitab Suci adalah hari-hari antara sesudah Tuhan naik ke surga, sampai Tuhan datang kembali, adalah hari-hari Gereja bersaksi di bumi. Apakah saya ada di antara mereka juga menjadi saksi bagi Kristus? Di sisi lain, pernahkah merasa bahwa Setan mencoba menjatuhkan saya ke tanah sehingga saya tidak lagi menjadi saksi?
Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.