「Doa mengucap syukur (2)」
Oleh: Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Tes. 1:3 [TB2])
3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.
Terjemahan CUVT 「… jerih payah usaha penuh penderitaan yang kalian tanggung karena kasih, dan ketekunan yang kalian miliki karena pengharapan akan Tuhan Yesus Kristus …」
Pekerjaan yang dilakukan karena iman
Dalam budaya sosial pada masa itu, hubungan antara pemberi dan penerima sangat ditandai oleh timbal balik dan kesetiaan; penerima diharapkan untuk menyatakan kesetiaan kepada pemberi. Dengan latar belakang ini, iman orang percaya kepada Tuhan bukan hanya pengakuan batin, tetapi mencakup tanggapan setia yang konkret dan berkelanjutan kepada pemberi —Tuhan. Oleh karena itu, 「pekerjaan imanmu」 yang disebutkan dalam ayat 3, pekerjaan yang dilakukan karena iman, kemungkinan merujuk pada kesaksian Kristen dari orang-orang percaya di Tesalonika, yang hidup mereka diperbarui setelah percaya kepada Tuhan, yang secara alami terwujud dalam kehidupan sehari-hari mereka. 「Pekerjaan」 ini sangat jelas terlihat dalam kesetiaan mereka yang berkelanjutan kepada Kristus di tengah penganiayaan dan kesaksian mereka yang berani tentang Tuhan (1 Tes. 1:6-10). Dengan kata lain, iman bukan hanya pernyataan tentang posisi agama, tetapi demonstrasi kesetiaan kepada Kristus melalui tindakan nyata.
Jerih payah usaha penuh penderitaan yang ditanggung karena kasih
Dalam suratnya, Paulus sangat menegaskan kasih yang diungkapkan oleh orang-orang percaya di Tesalonika, yang meluas kepada saudara-saudari seiman, mereka yang dilayani di luar komunitas, dan para pemimpin orang percaya (1 Tes. 4:9-10, 5:13; 2 Tes. 1:3). Patut dicatat bahwa 「usaha kasihmu」 yang disebutkan dalam ayat 3, juga merupakan alasan penting bagi ucapan syukur Paulus kepada Allah. Oleh karena itu dalam konteks ini memahami 「kasih」 di ayat ini sebagai praktik nyata orang percaya saling mengasihi adalah penafsiran yang tepat. Kasih timbal balik inilah yang memungkinkan orang percaya untuk saling memperhatikan dan melayani satu sama lain di dalam komunitas (lihat 1 Tes. 5:13), bahkan dengan mengorbankan tenaga fisik dan mental mereka, hingga mereka merasa kelelahan secara fisik. Dengan demikian kata 「jerih payah usaha」 menyoroti pengorbanan nyata dari kasih, bukan hanya berhenti pada ungkapan emosional atau verbal.
Ketekunan yang lahir dari pengharapan dalam Tuhan kita Yesus Kristus
Paulus sangat prihatin tentang apakah orang-orang percaya di Tesalonika dapat mempertahankan iman mereka di tengah penganiayaan dan godaan, karena mereka menghadapi tekanan masyarakat (1 Tes. 2:14; 3:1-5). Dalam situasi ini, Tuhan Yesus Kristus menjadi objek dan dasar pengharapan mereka. 「Pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus」 yang disebutkan dalam ayat 3 secara khusus merujuk pada pengharapan akan kedatangan Tuhan yang kedua (lihat 1 Tes. 1:10; 2:19; 3:13; 4:15; 5:23), dan pengharapan ini menumbuhkan karakter 「ketekunan」 dalam kehidupan orang percaya.
Terdapat hubungan erat antara ketekunan dan pengharapan: karena apa yang diharapkan adalah sesuatu yang belum sepenuhnya terwujud, seseorang perlu bertekun dalam menunggu (lihat Roma 8:25). Melalui kesabaran dan penghiburan yang diberikan Allah, orang percaya dapat berpegang teguh pada pengharapan mereka di dalam Kristus. Di sini, perlu dibedakan antara berbagai aspek 「kesabaran」 dan 「ketekunan」: yang pertama lebih condong pada toleransi terhadap orang lain, yaitu, tidak mudah marah atau tidak membalas ketika tersinggung atau dirugikan; yang kedua mengacu pada kemampuan untuk bertahan menghadapi keadaan dan situasi, tidak berkecil hati atau menyerah dalam kesulitan, tetapi terus bergerak maju. Inilah tepatnya ketekunan yang ditunjukkan oleh orang-orang percaya di Tesalonika dalam pengharapan mereka akan kedatangan kedua Tuhan Yesus Kristus, dan ketekunan itu sendiri menjadi ungkapan nyata dari pengharapan tersebut.
Singkatnya, ketiga kata 「pekerjaan,」 「usaha,」 dan 「ketekunan」 saling berkaitan:「pekerjaan」 merujuk pada tindakan positif dan nyata, 「usaha」 menekankan sejauh mana seseorang mengerahkan diri hingga kelelahan fisik, dan 「ketekunan」 mengandaikan lingkungan yang penuh dengan kesulitan dan tekanan. Bersama-sama, ketiganya menggambarkan kehidupan Kristen yang lengkap yang dijalani oleh orang-orang percaya di Tesalonika dalam iman, kasih, dan pengharapan.
Refleksi:
Penderitaan yang dialami jemaat Tesalonika karena kasih juga mengajak kita untuk merenungkan praktik kita sendiri dalam komunitas iman kita. Ingatlah pengalaman merawat dan melayani satu sama lain bersama saudara-saudari Anda: bagaimana pengalaman itu menginspirasi kasih Anda dan mendorong Anda untuk terus berbuat baik? Tindakan kebaikan yang tampaknya biasa ini seringkali merupakan manifestasi kasih yang paling sejati.
Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 1 Tesalonika ditulis oleh Rev. Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩) yang dipublikasi pada bulan Mei 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.