「Yunus pergi meninggalkan hadirat Allah」
Oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yunus 4:5 [TB2])
5 Yunus keluar dari kota itu, lalu duduk di sebelah timurnya. Di situ ia mendirikan sebuah pondok dan duduk di bawah naungannya, melihat apa yang akan terjadi atas kota itu.
Yunus meninggalkan kota itu setelah TUHAN mengajukan pertanyaan kepadanya, dan ia tidak menjawab pertanyaan TUHAN tersebut. Kepergian ini menandai kedua kalinya dalam kitab Kejadian Yunus meninggalkan hadirat TUHAN. Yunus duduk di sisi timur kota, arah yang berlawanan dari yang pertama (dalam pasal satu, ia pergi ke Tarsis, yang berada di barat). Arah 「timur」 dalam Kitab Kejadian mengandung konotasi 「meninggalkan Allah.」 Ketika Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, teks mencatat, 「Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.」 Ayat ini menunjukkan bahwa Yunus tampaknya telah kembali memberontak terhadap Allah seperti di awal kitab Yunus. Yunus membangun pondok tempat perlindungan untuk dirinya sendiri, yang mungkin mirip dengan tempat perlindungan yang didirikan orang Israel di padang gurun sebelum memasuki Kanaan (lihat Imamat 23), yang menggambarkan keadaan eksternal dan internal Yunus pada saat itu, mungkin berkaitan dengan kematian, sama seperti padang gurun bagi orang Israel. Lingkungan ini sesuai dengan lingkungan di pasal satu, di mana laut dan padang gurun melambangkan kematian. Di sini, penulis Kitab Yunus sengaja menyebutkan bahwa pondok yang ia dirikan menyediakan naungan, dan Yunus digambarkan duduk di bawah naungan pondok tersebut. Deskripsi ini mengingatkan kita pada konsep Alkitab tentang Allah sebagai naungan tempat berlindung bagi umat manusia (lihat Mazmur 91:1-2).
Meskipun Yunus telah berpaling dari hadirat Allah dan menolak untuk berkomunikasi dengan-Nya, ia tetap berada di bawah perlindungan Allah. Di ayat berikutnya, Yunus juga mengungkapkan sukacita karena berada di bawah perlindungan Allah. Yunus duduk di sisi timur kota, di satu sisi menikmati naungan ini, dan di sisi lain, ingin melihat apa yang terjadi di Niniwe. Tujuan ini agak aneh, karena Allah telah memutuskan untuk tidak mendatangkan tulah lagi ke atas kota itu, dan Yunus sendiri tahu hal ini; jika tidak, ia tidak akan menunjukkan kemarahan di ayat 4:4. Oleh karena itu, sangat mungkin ia masih menyimpan secercah harapan bahwa karena kemarahannya dan ancaman kematian yang diungkapkan dalam 4:4, Allah akan mengubah rencana-Nya untuk tidak mendatangkan tulah; atau mungkin Yunus duduk di sana dengan harapan melihat penduduk kota itu jatuh ke dalam dosa lagi, sehingga Allah mungkin mendatangkan tulah atas mereka karena dosa-dosa mereka.
Refleksi:
1. Kemarahan antar manusia seringkali justru memperlebar jarak di antara mereka; demikian pula, hubungan kita dengan Tuhan dapat dengan mudah merenggang karena kemarahan batin, bahkan berubah menjadi pemberontakan. Hari ini, mari kita renungkan: bagaimana kita menghadapi kemarahan yang mungkin tersembunyi di hadapan Tuhan? Cobalah untuk berdiam diri di hadapan Tuhan dan biarkan kemarahan atau kebingungan Anda terhadap-Nya muncul. Bagaimana saya akan menghadapinya dan dengan jujur mengungkapkan kemarahan dan pertanyaan saya tanpa menjauhkan diri dari Tuhan? Terutama ketika kemarahan ini berkaitan dengan Tuhan, tidaklah mudah bagi kita untuk mengungkapkannya, dan kita bahkan mungkin secara aktif menyembunyikannya.
Renungan pemahaman Kitab Yunus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yunus ditulis oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee yang dipublikasi pada bulan Desember 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.