「Garam dan terang」
Oleh Rev. Dr. Louis Chan Chi-hang (陳智衡)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Matius 5:13-20 [ITB])
13 「Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan. 15 Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga memberi terang kepada semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.」
17 「Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu huruf terkecil atau satu titik pun tidak akan lenyap dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan diberi tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkannya, ia akan diberi tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga. 20 Aku berkata kepadamu: Jika hidupmu tidak lebih benar daripada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Dalam bagian Khotbah di Bukit, Matius 5:13-20 Yesus mengajar murid-murid-Nya dan menunjukkan bahwa mereka adalah 「garam dunia」 dan 「terang dunia」. Fungsi garam adalah untuk mengawetkan dan membumbui. Jika rasa asinnya hilang, maka garam itu tidak ada gunanya lagi dan dibuang. Demikian pula, umat Kristiani harus memberikan pengaruh rohani di dunia. Selanjutnya Yesus berkata bahwa murid-murid adalah terang dunia. Terang tidak dapat disembunyikan dan harus ditempatkan di atas kaki dian untuk menerangi seluruh keluarga. Hal ini menekankan agar umat Kristiani harus memberikan kesaksian di dunia, membiarkan orang lain melihat perbuatan baiknya, dan memuliakan Bapa di Surga.
Yesus lebih lanjut menyatakan bahwa Dia datang untuk menggenapi hukum Taurat dan pengajaran para nabi, bukan untuk menghapuskannya. Dia memperingatkan bahwa siapa pun yang meniadakan salah satu yang paling kecil pun dari perintah hukum Taurat dan mengajar orang lain melakukannya, ia akan diberi tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga; tetapi siapa pun yang menaati dan mengajarkan perintah akan diberi tempat yang tinggi di Kerajaan Surga. Yesus menunjukkan bahwa jika kebenaran para murid tidak melebihi kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, mereka tidak akan dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Yesus menyebut kita 「garam dunia」 dan 「terang dunia」. Ini adalah panggilan identitas dan tanggung jawab. Ketika kita menyebarkan keharuman Kristus dalam hidup kita, kita mempunyai pengaruh rohani terhadap orang-orang di sekitar. Jika garam kehilangan rasa asinnya, maka ia kehilangan nilainya. Demikian pula, jika iman kita hanya dalam kata-kata tanpa kesaksian konkret, atau bahkan ketika orang-orang yang tidak beriman mirip sebagai orang Kristen lebih daripada kita, maka kita harus bertanya pada diri kita sendiri, apakah kita benar-benar murid Kristus? Jika orang Kristen kehilangan keharumannya dan tidak bersinar lagi, itu sama dengan kehilangan unsur-unsur yang hakikat sebagai seorang Kristen.
「Terang dunia」 mengingatkan bahwa keimanan kita tidak bisa disembunyikan dalam ranah pribadi saja, tetapi harus ditempatkan di tempat terbuka untuk menerangi orang lain. Iman bukanlah urusan pribadi. Iman bukan sekedar pembacaan Alkitab secara pribadi, saat teduh meditasi rohani, dan doa. Iman bukan sekedar pergi ke gereja untuk beribadah dan persekutuan pada akhir pekan dan hari Minggu. Umat Kristen harus bisa menghidupi kesaksiannya di tempat lain selain di gereja, seperti di rumah, di sekolah, di tempat kerja, dan sebagainya. Jika kita menggunakan iman kita untuk mempengaruhi masyarakat dan hati orang lain, orang lain akan melihat Tuhan melalui tindakan kita.
Refleksi Iman:
1. Yesus berkata bahwa kita adalah 「garam dunia」 dan jika kita kehilangan rasa asin maka menjadi tidak ada gunanya. Apakah kita menjalankan pengaruh rohani yang seharusnya dimiliki orang Kristen dalam kehidupan kita? Di mana saja dan dalam aspek apa saja kita dapat menunjukkan lebih lanjut kebenaran dan kekuatan iman kita?
2. 「Terang Dunia」 mengingatkan kita bahwa iman kita harus diperlihatkan secara terbuka, bukan disembunyikan secara pribadi. Bagaimana kita dapat menjadikan iman sebuah berkat dalam kehidupan orang lain di keluarga kita, tempat kerja, sekolah, dan lain-lain?
Renungan pemahaman Injil Matius (Januari 2025)
Renungan pemahaman Injil Matius
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Matius ditulis oleh Rev. Dr. Louis Chan Chi-hang (陳智衡) yang dipublikasi pada bulan Januari 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.