Hakim-hakim 17:1-13

「Mikha ── keluarga pencuri」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 17:1-13 [ITB])
1 Ada seorang dari pegunungan Efraim, Mikha namanya. 2 Berkatalah ia kepada ibunya: Uang perak yang seribu seratus itu, yang diambil orang dari padamu dan yang karena itu kauucapkan kutuk, aku sendiri mendengar ucapanmu itu, memang uang itu ada padaku, akulah yang mengambilnya. Lalu kata ibunya: Diberkatilah kiranya anakku oleh TUHAN.
3 Sesudah itu dikembalikannyalah uang perak yang seribu seratus itu kepada ibunya. Tetapi ibunya berkata: Aku mau menguduskan uang itu bagi TUHAN, aku menyerahkannya untuk anakku, supaya dibuat patung pahatan dan patung tuangan dari pada uang itu. Maka sekarang, uang itu kukembalikan kepadamu. 4 Tetapi orang itu mengembalikan uang itu kepada ibunya, lalu perempuan itu mengambil dua ratus uang perak dan memberikannya kepada tukang perak, yang membuat patung pahatan dan patung tuangan dari pada uang itu; lalu patung itu ditaruh di rumah Mikha.
5 Mikha ini mempunyai kuil. Dibuatnyalah efod dan terafim, ditahbiskannya salah seorang anaknya laki-laki, yang menjadi imamnya. 6 Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
7 Maka ada seorang muda dari Betlehem-Yehuda, dari kaum Yehuda; ia seorang Lewi dan tinggal di sana sebagai pendatang. 8 Lalu orang itu keluar dari kota Betlehem-Yehuda untuk menetap sebagai pendatang di mana saja ia mendapat tempat; dan dalam perjalanannya itu sampailah ia ke pegunungan Efraim di rumah Mikha. 9 Bertanyalah Mikha kepadanya: Engkau dari mana? Jawabnya kepadanya: Aku orang Lewi dari Betlehem-Yehuda, dan aku pergi untuk menetap sebagai pendatang di mana saja aku mendapat tempat. 10 Lalu kata Mikha kepadanya: Tinggallah padaku dan jadilah bapak dan imam bagiku; maka setiap tahun aku akan memberikan kepadamu sepuluh uang perak, sepasang pakaian serta makananmu. 11 Orang Lewi itu setuju untuk tinggal padanya. Maka orang muda itu menjadi seperti salah seorang anaknya sendiri. 12 Mikha mentahbiskan orang Lewi itu; orang muda itu menjadi imamnya dan diam di rumah Mikha. 13 Lalu kata Mikha: Sekarang tahulah aku, bahwa TUHAN akan berbuat baik kepadaku, karena ada seorang Lewi menjadi imamku.

Bagian akhir dari 《Kitab Hakim-hakim》 ── 17:1 – 21:25 berbeda dengan bagian sebelumnya. Di satu sisi, tidak ada catatan tentang orang Israel yang ditindas oleh orang asing; kedua, tidak ada catatan adanya hakim-hakim. Selain itu, jika di bagian sebelumnya terus-menerus menggunakan frasa orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN, tetapi di bagian akhir ini secara utama berulang dikatakan tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri(17:6, 18:1, 19:1, 21:35), seolah-olah mengatakan kepada kita: kekacauan pada waktu itu berawal dari tidak adanya pemerintah pusat yang kuat, agak berbeda dengan sebelumnya bahwa rakyat Israel melakukan penyimpangan iman.

Perikop pasal 17 ini di awal memberi kita kesan negatif tentang Mikha ── dia mencuri! Alkitab mencatat bahwa Mikha mengaku bersalah dan mengembalikan seribu seratus keping perak yang dicuri, karena ia takut pada kutukan yang diberikan ibunya terhadap pencuri.

Ibu Mikha juga memiliki masalah yang sangat serius. Di ayat 3 dia mengatakan bahwa dia akan mempersembahkan uang kepada TUHAN, ayat 4 mencatat bahwa kemudian dia hanya memberikan seperlima kepada tukang perak; dan hukum Taurat secara tegas melarang patung berhala (Keluaran 20:4, 23) Oleh karena itu, orang Israel pada waktu itu tidak boleh memiliki berhala, dan pada saat yang sama mereka tidak dapat membuat patung yang menyerupai apapun. Namun, ibu Mikha melanggar hukum Taurat.

Selain itu, Keluaran 20:24 Kaubuatlah bagi-Ku mezbah dari tanah dan persembahkanlah di atasnya korban bakaranmu dan korban keselamatanmu, kambing dombamu dan lembu sapimu. Pada setiap tempat yang Kutentukan menjadi tempat peringatan bagi nama-Ku, Aku akan datang kepadamu dan memberkati engkau, memungkinkan orang untuk membangun mezbah di mana Allah menampakkan diri, tetapi Mikha melakukan ini di rumahnya sendiri (ayat 4, 5); tidak hanya itu, ayat 5 bahkan mengatakan Mikha salah seorang anaknya laki-laki menjadi imamnya, itu dapat terlihat bahwa Mikha mengabaikan aturan orang Lewi sebagai imam. Beberapa ahli Perjanjian Lama percaya bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakcukupan distribusi orang Lewi di berbagai daerah pada saat itu, atau Mikha dengan sengaja ataupun tidak sengaja melanggar peraturan hukum Taurat.

Paruh kedua peristiwa (ayat 7-13) mencatat kemunculan seorang Lewi yang sebenarnya. Apa masalahnya?

Agama – seolah-olah telah menjadi produk privatisasi keluarga Mikha. Dia membuat patung berhala, mendirikan kuil, membuat efod dan patung lainnya, bahkan mengabaikan aturan bahwa orang Efraim tidak boleh menjadi imam, dan bahkan mempergunakan sarana yang banyak ── akomodasi, makanan, serta setiap tahun sepuluh uang perak setahun, sepasang pakaian, untuk membuat seorang pemuda Lewi tinggal menetap.

Renungkan:
Sama seperti judul yang digunakan untuk renungan Hakim-hakim 2:6-13 Akibat tanpa pengajaran; pasal 17 di sini membuat kita melihat masalah keluarga Mikha ── berbuat dosa dan pelanggaran hukum Taurat, dan privatisasi agama menjadi kepemilikan pribadi. Ayat 6 mengatakan: pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri, bisakah masalah kegagalan dalam iman keagamaan dapat diselesaikan oleh seorang raja?
Apa pendapat kita tentang Allah dan apa yang Allah tuntut dari kita?


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.