Wahyu 5:11-14

「Seluruh Bumi Patut Menyembah」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 5:11-14 [ITB])
11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, 12 katanya dengan suara nyaring: 「Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!」
13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: 「Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!」
14 Dan keempat makhluk itu berkata: 「Amin」. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

Pemandangan 「penyembahan puji-pujian」 yang digambarkan dalam perikop ini sangat megah. Yohanes tidak hanya melihat empat makhluk dan tua-tua yang beribadah di surga (lihat teks sebelumnya 5:6-10), ia melihat berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa malaikat (ayat 12), dan bahkan 「semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya」 ── semua ciptaan antara langit dan bumi, seluruh alam semesta, bersama menaikkan suara pujian (ayat 13). Makhluk hidup dan tua-tua berkata: Amin. Dan melanjutkan sujud sembah (ayat 14).

Apakah kita juga mau ikut dalam ibadah kosmik ini? Apakah juga merasa terdorong oleh kuasa penciptaan Allah dan penebusan Kristus sehingga menaikkan pujian penghormatan kepada Allah? Itu tergantung apakah kita memiliki mata rohani untuk melihat kemuliaan serta otoritas Allah dan Kristus.

Jika kita hidup dalam aniaya kesusahan, kita seketika itu mungkin tidak melihat Tuhan memegang kuasa kendali, dan tidak melihat Tuhan memiliki kuasa, kebijaksanaan, kehormatan, dan kemuliaan. Namun, jika dapat meletakkan beban yang ada, masuk ke pelukan alam, atau mendongakkan kepala melihat kepada bintang dan menikmati keajaiban penciptaan indah, saat itu pandangan kita akan tidak sama, puji-pujian mungkin timbul secara spontan.

Wahyu pasal 4-5 menggambarkan Yohanes terangkat ke surga, ia seperti terlepas dari aniaya dan kesusahan di bumi, datang ke alam surga, melihat apa yang tak terlihat di bumi. Kita tahu bahwa penglihatan Yohanes jauh lebih besar dari kemegahan alam semesta bahkan lebih menggetarkan, itu juga memiliki implikasi bagi kita, karena dia ada di bawah pimpinan Roh Kudus untuk melihat penglihatan ini, serta berdasarkan perintah Yesus untuk menuliskan penglihatan itu menjadi pertolongan bagi kita.

Menurut catatan Wahyu pasal 4-5, penyembahan dari alam semesta ini tidak terjadi pada awal penglihatan, tetapi pada akhir. Dalam teks sebelumnya, kita telah melihat kemuliaan takhta, gulungan kitab, munculnya Anak Domba, lalu empat makhluk dan tua-tua menyanyikan sebuah lagu baru, sekarang sampai pada bagian akhir pasal 4-5 yakni 5:11-14, kita melihat alam semesta semua menaikkan pujian, ini seharusnya merupakan puncak ibadah eskatologis surgawi.

Dari struktur pasal empat hingga lima dapat dilihat bahwa pujian kosmik eskatologis ini diletakkan pada dasar penciptaan Allah dan penebusan Yesus Kristus. Ternyata Wahyu 4 – 5 menyajikan paralelisme dalam deskripsi pujian. Pasal 4 berfokus pada Ia yang duduk di atas takhta, memuji kekudusan-Nya (Why. 4:8) dan karya ciptaan-Nya (Why. 4:11). Pasal 5 berfokus pada terbunuhnya Anak Domba, memuji karya keselamatan-Nya (Why. 5:9-10) dan Ia layak memegang otoritas kedaulatan (Why. 5:12). Sampai ke perikop hari ini, dapat dilihat bahwa puji-puji alam semesta dinaikkan 「bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba」 bersama keduanya disandingkan dan dipuji (ayat 13). Tuhan kita, Yesus Kristus, meskipun direndahkan dan dibunuh, tetapi segera menyusul kebangkitan-Nya, kemenangan, dan menggenapkan penebusan, Dia sekarang telah naik ke surga, layak memegang kuasa otoritas, dan bersama Allah layak menerima pujian dari seluruh semesta.

Pujian para malaikat adalah seperti ini: 「Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian」 (ayat 12) . Satu seri tujuh atribut ini ada dalam Perjanjian Lama, merupakan pujian kepada Allah TUHAN (Yehova) (lih. 1 Taw. 29:11 「Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.」), tetapi sekarang ini diterapkan pada Anak Domba.

Kita berada di bumi, meskipun tidak lepas dari kesulitan dan penganiayaan, belum melihat semua manusia percaya kepada Yesus Kristus, namun penglihatan dan nubuatan Yohanes memberitahukan kita: akhir yang penuh puji-pujian adalah kepastian tak terelakkan, karena Tuhan pencipta dan penebusan layak dipuji. Pada saat ini, ada penyembahan di surga, dan ketika akhir zaman tiba, seluruh alam semesta harus berserah takluk kepada Tuhan dan memuji-Nya.

Renungkan:

Salah satu kalimat Doa Bapa Kami 「datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga」 (Matius 6: 9). Apakah doa tersebut berkaitan dengan perikop ini?

Apakah ada kesulitan dalam situasi Anda? Sudahkah Anda berdoa untuk penyembahan seluruh bumi sebagaimana yang dinyatakan dalam tulisan suci agar terjadi?


Renungan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 1 – 10 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan Desember 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.