「Datang ke depan Takhta Tuhan」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) Alliance Bible Seminary H.K.
(Why. 4:4-8a [ITB])
4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. 5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. 6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. 7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. 8a Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam
Dalam perikop kemarin (4:1-3), Yohanes menggambarkan keindahan Allah dan takhta-Nya. Kemudian, dalam ayat hari ini (4:4-8a), Yohanes menggambarkan kondisi di sekeliling takhta, yang sangat menarik perhatian pembaca adalah apa yang ada di sekitar takhta, termasuk dua puluh empat tua-tua, tujuh obor, dan empat makhluk hidup.
Kitab Wahyu adalah penulisan dalam bentuk sastra apokaliptik, sehingga makna teksnya tidak murni harafiah literal. Tua-tua, tujuh, dan makhluk hidup semuanya memiliki arti simbolis. 「Tujuh obor」 (CUVT menerjemahkan sebagai 「tujuh lampu」) maknanya tidak terlalu sulit untuk dimengerti, karena teks itu sendiri memberikan penjelasan: 「itulah ketujuh Roh Allah.」 (ayat 5). Angka 「tujuh」 di sini juga simbolis, menunjukkan 「lengkap / sempurna」, karena itu, tujuh roh adalah roh yang lengkap sempurna, yaitu Roh Kudus. Teks mengatakan: 「dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta」, ini adalah khas manifestasi dari Allah (lih. 8:5; 11:19; 16:18). Di hadapan takhta terdapat tujuh obor menyala-nyala, ini adalah penampilan megah raja-raja Romawi kuno, namun di hadapan takhta Allah kita, bukan obor dari dunia, tetapi Roh Allah sendiri. Dia memiliki secara penuh hikmat pengertian, nasihat dan keperkasaan, … (Yes. 11:2), pasti lebih mampu daripada obor dari dunia, yang tidak hanya menerangi istana di bumi saja, tetapi juga memancar di seluruh cakrawala semesta di hadapan Allah.
Di hadapan takhta surga, ada 「lautan kaca」 bagaikan 「kristal」. Lautan ini melambangkan 「cakrawala」. Interpretasi ini dari Perjanjian Lama kitab Yehezkiel: 「Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai cakrawala, yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan, terbentang di atas kepala mereka.」 (Yeh. 1:22) Dalam penglihatan Yohanes , 「empat makhluk」yang penuh dengan mata di sebelah depan dan belakang (ayat 6), terdapat kemiripan dengan penglihatan yang dijelaskan nabi Yehezkiel, membuat orang menyadari bahwa 「empat makhluk」 adalah utusan Allah, mereka melayani Tuhan di bawah cakrawala yang diciptakan oleh Tuhan, mengawasi segala penjuru memperhatikan semua hal.
Siapalah 「24 tua-tua」? Ini sepertinya menarik. Ada yang mengatakan mereka adalah malaikat, beberapa orang mengatakan mereka adalah orang percaya yang telah naik ke surga, tetapi bagaimanapun, kita bisa sangat yakin: mereka adalah wakil komunitas orang-orang kudus di surga. Ini bukan hanya karena jumlah dari kepala suku Israel dan para rasul adalah dua puluh empat, representasi umat Allah disimbolkan dengan dua puluh empat, tetapi terlebih juga karena tua-tua berpakaian putih, mahkota di kepala, dan pernah disebutkan dalam teks di atas di tujuh surat kepada gereja (Why. 2:10; 3:5), semua yang dikenakan itu adalah janji Anak Manusia, yang akan Ia berikan kepada pemenang, jadi identitas tua-tua ini adalah pemenang, atas nama orang-orang yang bertahan sampai akhir, orang-orang percaya yang telah membuat kesaksian indah. Malaikat membawa Yohanes ke surga untuk melihat mereka, juga agar kita yang masih di bumi bisa melihat kemuliaan mereka dan terdorong dan merindukan pahala surgawi.
Kita tidak berhalangan memperhatikan bahwa posisi dari para penatua ini sangat dekat dengan takhta Allah, dan dekat sekali mengelilingi takhta Allah. Berdasarkan uraian ayat 4 dan 5, orang-orang ini hanya duduk dalam hadirat Tuhan, yang dirangkul oleh Allah yang duduk di takhta dan tujuh roh Allah. Bukankah ini adalah keindahan duduk bersama Tuhan di atas takhta (3:21)?
Kita adalah orang-orang yang sudah ditebus oleh Tuhan, dapat kita duduk bersama Tuhan seperti ini, lalu apa lagi yang ingin kita minta?
Renungkan:
Yohanes menggunakan istilah 「tua-tua」 untuk melambangkan pemenang yang bersaksi bagi Tuhan. Apa karakteristik dari sebutan ini?
Roh Kudus disebut 「tujuh Roh」 dalam perikop, menunjukkan bahwa Ia sempurna, misalnya: hikmat, pengertian, nasihat dan keperkasaan (Yesaya 11:2). Sudahkah saya mengalami Roh Kudus membantu saya di bidang-bidang ini? Bagaimana saya dapat mengalami bantuan Roh Kudus?
Renungan pemahaman Kitab Wahyu (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 1 – 10 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan Desember 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Kristen.