2 Tes. 3:3-5

「Janji Peneguhan Pekerjaan」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Tes. 3:3-5 [ITB])
3Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 4Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.5Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

Terdapat sebuah peralihan yang jelas terlihat antara perikop ini dengan dua ayat sebelumnya, sebelumnya Paulus mendorong orang percaya berdoa bagi orang yang memberitakan Injil, memohon agar kebenaran Tuhan diberitakan tersebar dengan cepat. Tetapi di sini Paulus yakin Allah akan meneguhkan dan melindungi orang percaya. Bermula tentang pelayanan orang yang memberitakan Injil, Paulus melangkah lebih maju memberikan perhatian atas pekerjaan orang percaya Tesalonika di dunia ini, apakah masih tetap taat melakukan pengajaran yang ia berikan. Ayat kedua (2 Tes. 3:2) dan ketiga terdapat sebuah perbandingan yang jelas terlihat, yakni adalah antara orang kurang memiliki iman dan Tuhan yang setia. Selain itu Paulus yang dari ayat 3 menyebutkan pekerjaan Allah, di ayat 4 beralih masuk berbicara tentang pekerjaan manusia. Alur pemikiran perikop ini juga mengulang urutan pemikiran dalam 2 Tes. 2:13-15, bahkan memakai kata yang sangat mirip.

Allah adalah setia! Kita tidak perlu kuatir dan meragukan kasih-Nya kepada kita. Dia selamanya tidak akan membuat kita kecewa (bukan menjawab sesuai cara kita yang mungkin justru membuat kita kecewa), hanya hendaklah bersedia percaya bersandar kepada Dia, Dia pasti meneguhkan pekerjaan kita. Kita memahami orang percaya di gereja Tesalonika, mengetahui mereka akan menaati Allah, sehingga kemuliaan Allah bisa dinyatakan. Maka Paulus berharap mereka memiliki kasih Allah dan ketekunan Kristus, membuat mereka dapat teguh dalam pekerjaan di dunia.

Kasih Allah memberikan jaminan kepada kita tidak kaget dengan perubahan keadaan; ketekunan Kristus memberikan teladan kepada kita untuk bertahan dengan tekun. Keduanya adalah kepastian yang sangat dibutuhkan orang percaya di zaman kini. Kita tidak sepatutnya di dalam kerohanian hanya mempertahankan keadaan saat ini saja; juga tidak sepatutnya dipengaruhi oleh lingkungan, mudah marah, penuh rasa kuatir, berreaksi sama seperti orang secara umum. Ada sebagian orang bahkan berpendapat bahwa pekerjaan adalah semacam kutukan, adalah penderitaan yang hanya bisa diterima tanpa bisa berbuat apa-apa. Tetapi sebenarnya Allah memberikan kepada kita pekerjaan, pos dan tanggung jawab untuk dipikul, adalah semacam berkat. Generasi yang bertumbuh setelah perang dunia kedua, tidak memiliki terlalu banyak penderitaan dan tempaan pengalaman hidup, mungkin memiliki pemikiran yang tidak sesuai kenyataan atas pekerjaan. Tentu saja dalam setiap generasi, bahkan setiap hari, selalu terdapat sebagian orang yang hanya ingin bersandar orang lain untuk menghidupi diri sendiri, memperalat kasih orang lain atau menghamburkan sumber daya masyarakat, hanya tahu mendapatkan keuntungan dari usaha keras orang lain, tidak pernah ingin mencapainya dengan memikul tanggung jawab diri sendiri, ini juga adalah permasalahan yang dihadapi gereja Tesalonika.

Renungkan: saat kita mendapatkan kesempatan bekerja yang mendapatkan penghasilan ataupun pos tanggung jawab yang bersifat sukarela di antara keluarga, masyarakat, gereja dan komunitas lain yang tidak sama, bagaimana kita mendapatkan peneguhan dan perlindungan dari Allah? Bagaimana memakai sikap yang mengasihi Allah dan sikap yang memakai ketekunan Kristus untuk melayani dalam zaman ini?