「Memohon Kasih dan Berdamai」
Siasat dan ketakutan sudah sirna. Semua adalah tangan kasih kemurahan Allah yang membawakan perubahan pada diri orang, adalah penyataan kasih karunia Allah.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kej. 33:1-4 [ITB])
1Yakubpun melayangkan pandangnya, lalu dilihatnyalah Esau datang dengan diiringi oleh empat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu.
2Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di belakang sekali.
3Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.
4Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.
(Bacalah kitab Kej. 33) Pasal 33 mencatat pertemuan kembali Yakub dan Esau, berdamai dan kemudian berpisah, berakhirlah sudah perjalanan Yakub mengelana di tanah asing, juga sudah menyelesaikan dendam permusuhan dua puluh tahun antara ia dan Esau.
Pasal ini dapat dibagi menjadi empat bagian: (1) Kakak adik bertemu kembali (Kej. 33:1-4), (2) Dua orang saling berbincang (Kej. 33:5-11), (3) Dua orang berpisah (Kej. 33:12-17), (4) menetap di tanah Kanaan (Kej. 33:18-20).
Pasal ini dengan melimpah menunjukkan kelapangan dada Esau, juga Yakub yang bersungguh-sungguh penuh rasa gentar. Esau seperti ayah dalam 「perumpamaan anak yang hilang」, 「berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisan」 (lihat Luk. 15:20), dengan meriah menyambut pertemuan kembali dengan adik laki-laki yang lama berpisah. Dan Yakub seperti negeri jajahan menyambut maha raja, memakai tata cara istana, 「sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya」. Yakub sekali lagi menekankan anak-anaknya semua adalah 「karunia Allah」, ia mengutus orang mengirimkan hadiah ternak kepada Esau, adalah 「Untuk mendapat kasih tuanku」. Ia sekali lagi memohon Esau menerima hadiah persembahan ini, dengan sungguh-sungguh memohon: 「Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkaupun berkenan menyambut aku」 (Kej. 33:10)
Di dalam catatan kisah ini berkali-kali mengulang kata-kata kunci, menghubungkan pasal ini dan pasal-pasal yang sebelumnya, termasuk 「muka / wajah」 (pānîm, Kej. 33:10 [2 kali], berkoresponden 「Pniel」 Kej. 32:26-28); lalu 「karunia」 (ḥānan, Kej. 33:5, 11), 「mendapat kasih」 (ḥēn, Kej. 33:8, 10, 15); Dengan penekanan bahwa semuanya semua adalah kasih karunia Allah.
Yakub sekali lagi menyebut diri sendiri adalah 「hambamu」 (Kej. 33:5, 14), menyebut Esau adalah 「tuanku」 (Kej. 33:8, 13, 14, 15. Ayat 14 [2 kali]), memutar-balikkan berkat yang diberikan kepada dirinya dari Ishak ayahnya — ia menjadi 「tuan」 atas kakaknya (Kej. 27:29 「… jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu」); yang istimewa khusus adalah ia mengirimkan 「kawanan ternak」 (bahasa asli adalah maḥăneh, 「pasukan」) diberikan kepada Esau sebagai 「hadiah persembahan」 (minḥâ punya makna upeti, Kej. 33:10), berkoresponden Kej. 32:18, 20, 21. Malah berulang kali memohon Esau menerima ini 「berkat」 (bǝrākâ, Kej. 33:11, KJV 「blessing」, diterjemahkan oleh ITB sebagai 「tanda salam」), seperti ada maksud bahwa 「berkat」 yang ia peroleh dari membohongi ayah serta kakak laki itu hendak dikembalikan kepada Esau, tindakan minta maaf serta ganti rugi kesalahan. Dan Esau menerima hadiah persembahan itu, mewakili bahwa dua orang tidak memperhitungkan dendam yang dahulu, dengan tulus berdamai. (Dendam, siasat dan ketakutan sudah sirna digantikan ketulusan hati dan perdamaian.)
Renungkan: Apakah engkau pernah minta maaf serta ganti rugi kesalahan kepada orang untuk memohon pengampunan? Jika pernah ada, maka sepatutnya dapat merasakan tidak enaknya rasa itu. Tetapi tidak peduli Yakub yang mengusahakan berdamai, atau adalah Esau yang mengampuni Yakub, semua adalah tangan kasih kemurahan Allah yang membawakan perubahan pada diri orang, adalah penyataan kasih karunia Allah.