Lukas 17:20-21

「Kapan Kerajaan Allah datang ?

Renungan ini merupakan terjemahan dari versi bahasa Mandarin 「爾道自建」, tema Injil Lukas ditulis oleh 彭家鏗 yang dipublikasi pada bulan Juni 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院).

(Lukas 17:20-21 [ITB])
20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang,
Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

Pada zaman Tuhan Yesus, orang Yahudi sangat berharap kedatangan Kerajaan Allah, adalah harapan atas pemberitaan dahulu oleh nabi-nabi akan hari datangnya Yehova (misal: Yes. 61:1-11; Mik. 4:1-4; Za. 14:1), adalah Allah yang oleh diri-Nya sendiri campur tangan dalam sejarah manusia, Messias datang di antara manusia, mengembangkan zaman Allah memegang tampuk kuasa, melepaskan mereka dari tangan bangsa asing. Pertanyaan yang diajukan orang Farisi mencerminkan hati mereka yang peduli pada kapan waktu kedatangan Kerajaan Allah, dan juga harapan bisa membedakan tanda-tandanya (Luk. 17:20). Namun pemahaman Tuhan Yesus tentang kedatangan Kerajaan Allah bukan seperti pemahaman mereka, Dia tahu bahwa kedatangan Kerajaan Allah bukan dengan kekuatan militer menolong bangsa Israel, berdasarkan Injil Lukas, Tuhan Yesus memandang dinyatakannya kuasa Roh Kudus di dunia dan memberikan kekuatan kepada para pelayan Tuhan adalah bukti datangnya Kerajaan Allah di dunia (Luk. 4:18-19).

Oleh karena itu, Tuhan Yesus tidak memberikan jawaban sesuai harapan mereka, sebaliknya pada saat yang sama menekankan Kerajaan Allah hadir dalam hati manusia, yakni di antara komunitas yang membuat kebenaran Kerajaan Allah menjadi yang nyata (Luk. 17:21). Sesungguhnya, kitab Injil dan seluruh Perjanjian Baru semuanya menekankan waktu kedatangan Kerajaan Allah yang tidak bisa diprediksi, dan berulang-kali mengingatkan orang percaya agar tidak menghitung-hitung menerka-nerka kapan hari akhir (misal: Mar. 13:32-37; 1 Tes. 5:1-4; 1 Pet. 3:10-13), dan sebaliknya harus mempergunakan waktu-waktu sebelum kedatangan Tuhan untuk melakukan pelayanan, yakni berdasarkan kuasa Roh Kudus membuat kuasa Kerajaan Allah menjadi nyata (Kis. 1:6-8), karena Tuhan Yesus pasti akan datang lagi (1 Tes. 4:13-18; 1 Kor. 15).

Kuasa Kerajaan Allah sudah berkembang sejak kedatangan Tuhan Yesus yang pertama kali (melalui kuasa Roh Kudus), hanya perlu menunggu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali baru sepenuhnya dinyatakan (pengertian ganda “sudah dan belum kedatangan Kerajaan Allah”, lihat Luk. 11:2, 20). Oleh karena itu, dalam waktu penantian kedatangan Tuhan yang kedua kali, semua penulis Perjanjian Baru memperingatkan orang percaya, bahwa jangan memandang enteng kepastian kedatangan Tuhan yang kedua kali, harus waspada dan sungguh-sungguh melayani Tuhan (Mar. 13; Mat. 24 – Mat. 27), jangan kuatir apakah Tuhan akan datang, ada penghiburan, harus dengan setia menjalani kehidupan (1 Tes. 4:13-18; 2 Kor. 5:1-11).

Renungkan:

Pandangan Perjanjian Baru atas akhir zaman (hari akhir) mengingatkan orang percaya zaman ini, hidup menantikan hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, haruslah menjaga agar tidak membuat kehidupan iman dikurangi menjadi sekedar tekat untuk dapat masuk Kerajaan Surga. Sebaliknya harus menjalani hidup di dunia ini yang berpusat pada Kerajaan Allah, membuat nyata misi dari Tuhan Yesus (Luk. 4:18-19), melalui kuasa Roh Kudus menjalani jalan Kerajaan Allah, membuat nyata kuasa Kerajaan Allah di antara manusia, membuat kebenaran salib menjadi nyata.