2 Raja-raja 13:14-21

「Elisa meninggal dunia」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Raja-raja 13:1-13 [ITB])
1 Dalam tahun kedua puluh tiga zaman Yoas bin Ahazia, raja Yehuda, Yoahas, anak Yehu, menjadi raja atas Israel di Samaria; ia memerintah tujuh belas tahun lamanya.
2 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia hidup menuruti dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Ia tidak menjauhinya.
3 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel, lalu diserahkan-Nyalah mereka ke dalam tangan Hazael, raja Aram, dan ke dalam tangan Benhadad, anak Hazael, selama zaman itu.
4 Tetapi kemudian Yoahas memohon belas kasihan TUHAN, dan TUHAN mendengarkan dia, sebab Ia telah melihat, bagaimana beratnya orang Israel ditindas oleh raja Aram. 5 TUHAN memberikan kepada orang Israel seorang penolong, sehingga mereka lepas dari tangan Aram dan dapat duduk di kemah-kemah mereka seperti yang sudah-sudah. 6 Hanya mereka tidak menjauh dari dosa-dosa keluarga Yerobeam, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, melainkan mereka terus hidup dalam dosa itu. Juga patung Asyera masih berdiri di Samaria.
7 Sebab tidak ada laskar ditinggalkan pada Yoahas, selain dari lima puluh orang berkuda dan sepuluh kereta dan sepuluh ribu orang berjalan kaki, sebab raja Aram telah membinasakan mereka dan meniupkan mereka seperti abu pengirikan.
8 Selebihnya dari riwayat Yoahas dan segala yang dilakukannya dan kepahlawanannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel? 9 Kemudian Yoahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Samaria. Maka Yoas, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
10 Dalam tahun ketiga puluh tujuh zaman Yoas, raja Yehuda, Yoas anak Yoahas, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah enam belas tahun lamanya.
11 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa yang disuruh Yerobeam bin Nebat dilakukan orang Israel, tetapi terus hidup dalam dosa itu.
12 Selebihnya dari riwayat Yoas dan segala yang dilakukannya dan kepahlawanannya, bagaimana ia berperang melawan Amazia, raja Yehuda, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel? 13 Setelah Yoas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka duduklah Yerobeam di atas takhta ayahnya. Dan Yoas dikuburkan di Samaria di samping raja Israel.

(2 Raja-raja 13:14-21 [ITB])
14 Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!
15 Berkatalah Elisa kepadanya: Ambillah busur dan anak-anak panah! Lalu diambillah busur dan anak-anak panah. 16 Berkatalah ia kepada raja Israel: Tariklah busurmu! Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja, 17 serta berkata: Bukalah jendela yang di sebelah timur! Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: Panahlah! Lalu dipanahnya.
Kemudian berkatalah Elisa: Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap. 18 Sesudah itu berkatalah ia: Ambillah anak-anak panah itu! Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: Pukulkanlah itu ke tanah! Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti. 19 Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram.
20 Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun. 21 Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.

(2 Raja-raja 13:22-25 [ITB])
22 Hazael, raja Aram, menindas orang Israel sepanjang umur Yoahas. 23 Tetapi TUHAN mengasihani serta menyayangi mereka, dan Ia berpaling kepada mereka oleh karena perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub, jadi Ia tidak mau memusnahkan mereka dan belum membuang mereka pada waktu itu dari hadapan-Nya.
24 Kemudian matilah Hazael, raja Aram, maka Benhadad, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. 25 Yoas bin Yoahas merebut kembali dari tangan Benhadad bin Hazael kota-kota yang dalam peperangan direbut Benhadad dari tangan Yoahas, ayah Yoas. Tiga kali Yoas mengalahkan dia dan mendapat kembali kota-kota Israel.

2 Raja-raja 13 kembali meletakkan fokus kepada kerajaan Israel. Penilaian Alkitab terhadap Yoahas bin Yehu dan Yoas bin Yoahas hampir sama: melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia hidup menuruti dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula … tidak menjauhinya (ayat 2, 11) Terlepas dari apakah itu kerajaan Yehuda (selatan) atau kerajaan Israel (utara), penyembahan berhala masih serius, tetapi telah berubah dari penyembahan Baal sebelumnya menjadi penyembahan anak lembu emas.

Namun, yang menarik adalah meskipun kedua raja ini sangat berdosa, mereka masih tahu bagaimana memohon belas kasihan dan kasih karunia TUHAN ketika mereka gagal. Tetapi kemudian Yoahas memohon belas kasihan TUHAN, dan TUHAN mendengarkan dia, sebab Ia telah melihat, bagaimana beratnya orang Israel ditindas oleh raja Aram. TUHAN memberikan kepada orang Israel seorang penolong, sehingga mereka lepas dari tangan Aram dan dapat duduk di kemah-kemah mereka seperti yang sudah-sudah(ayat 4-5) Alkitab tidak mengatakan siapa pembebas itu. Tetapi ini bukan fokus penting, fokus penting di sini adalah karena permohonan Yoahas, maka untuk sementara waktu Israel bisa lepas dari penindasan raja Aram.

Begitu pula pengakuan dosa dari Yoas anak Yoahas berkaitan dengan kematian Elisa. Bukan itu saja, tetapi Alkitab menempatkan kematian Elisa sejajar dengan kelangsungan hidup bangsa Israel — Elisa akan mati, dan bangsa Israel juga akan mati, jadi apa yang harus dilakukan? Jadi Yoas datang dan memohon bantuan kepada Elisa yang sedang sakit mendekati ajalnya. Yoas memanggil Elisa Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda! (ayat 14). Memang benar bahwa Elisa memang telah menjadi kereta Israel dan tentara berkuda Israel selama bertahun-tahun, dan dia telah berkali-kali menyelamatkan Israel dari kesulitan.

Elisa, yang sedang sakit mendekati ajalnya, menyuruh Yoas untuk memukulkan anak panah ke tanah, dan sebelumnya telah berkata, Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap. Tetapi Yoas memukul hanya tiga kali, ia tidak mencoba yang terbaik. Elisa berharap dia menyerang lima atau enam kali. Namun, Yoas tidak melakukan sekuat tenaga yang terbaik. Kisah berakhir di sini. Elisa meninggal.

Renungkan:
Lakukan yang terbaik adalah refleksi rohani hari ini. Memang benar kita telah melihat sepanjang sejarah Israel, kita tahu bahwa Allah telah mengutus nabi yang berbeda untuk membantu Israel. Sekarang Israel pernah memiliki Elia abdi Allah, dan Elisa abdi Allah, dan bahkan Israel selalu memiliki TUHAN sebagai Allah mereka. Tetapi semua ini sia-sia — Israel tidak berusaha sebaik mungkin dengan segenap tenaga dan segenap hati menanggapi Allah.

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu (Ul. 6:5). Apakah anda sudah melakukannya dengan sebaik mungkin hari ini?


Renungan pemahaman Kitab 2 Raja-raja

Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Raja-raja ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.