
「Tim kepemimpinan yang mau bertanggung jawab」
Oleh Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yos. 9:18-21 [ITB])
18 Orang Israel tidak menewaskan, sebab para pemimpin umat telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel. Lalu bersungut-sungutlah segenap umat kepada para pemimpin. 19 Berkatalah pemimpin-pemimpin itu kepada seluruh umat: 「Kami telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel; oleh sebab itu kita tidak dapat mengusik mereka. 20 Beginilah akan kita perlakukan mereka: membiarkan mereka hidup, supaya kita jangan tertimpa murka karena sumpah yang telah kita ikrarkan itu kepada mereka.」 21 Lagi kata para pemimpin kepada mereka: 「Biarlah mereka hidup.」 Maka merekapun dijadikan tukang belah kayu dan tukang timba air untuk segenap umat, seperti yang ditetapkan oleh para pemimpin mengenai mereka.
Bani Israel menghancurkan kota Yerikho dan Ai sehingga membuat orang-orang dari suku-suku lain gemetar, sangat wajar jika mereka bersatu melawan orang Israel, tetapi bagaimana suku-suku yang dekat dengan Israel akan bertahan? Yosua pasal 9 menggambarkan Gibeon yang berlokasi tiga hari jauhnya dari wilayah Israel, mengirim orang-orang yang berpura-pura datang dari jauh, meminta membuat perjanjian dengan Israel. Para pemimpin Israel mempercayai kata-kata mereka dan membuat perjanjian dengan mereka untuk tidak membunuh mereka. Yosua 9:14 mencatat bahwa para pemimpin Israel membuat keputusan untuk membuat perjanjian dengan mereka tanpa bertanya kepada TUHAN. Belakangan diketahui bahwa orang-orang ini sebenarnya adalah orang Gibeon di daerah yang dekat hanya tiga hari perjalanan. Bani Israel tidak senang dengan keputusan para pemimpin yang salah, perlu diperhatikan Yosua 9:15 mencatat bahwa keputusan Yosua membuat negosiasi damai diambil tanpa bertanya terlebih dahulu kepada TUHAN; Yosua 9:18-21 mencatat para pemimpin Israel bersama-sama menanggapi kritik dari seluruh jemaat. Penulis percaya bahwa para pemimpin tidak mempertanyakan kepemimpinan Yosua dan tidak bermaksud untuk menggulingkannya. Sebaliknya, mereka bersama dengan Yosua pada saat krisis ini menghadapi ketidakpuasan seluruh jemaat, dan pada saat yang sama menepati janji mereka untuk tidak menyakiti orang Gibeon, agar tidak menghindari murka Allah. Orang Israel menghargai perjanjian. Dari fakta bahwa mata-mata berjanji untuk menyelamatkan keluarga Rahab, terlihat bahwa orang Israel setia menepati janji. Ketika orang Israel tertipu sehingga membuat perjanjian dengan orang Gibeon, para pemimpin Israel tetap menghormati semangat perjanjian, tetapi mereka meminta orang Gibeon untuk melakukan kerja keras untuk orang Israel. Yosua 9:24 mencatat bahwa orang Gibeon khawatir bahwa Musa telah berpesan agar orang Israel menghancurkan semua musuh, jadi mereka menipu orang Israel untuk membuat perjanjian dengan mereka. Ketika Israel berada di Mesir, saat itu mereka adalah budak, melakukan kerja keras untuk orang Mesir. Sekarang mereka meninggalkan Mesir untuk menjadi orang bebas. Patut dicatat bahwa Yosua 9:26 menggambarkan Yosua memakai orang Gibeon sebagai pekerja keras, bertujuan untuk menyelamatkan mereka dari serangan tangan Israel, dan bukan untuk menindas mereka. Penulis percaya bahwa Yosua memimpin Israel untuk menyerang Kanaan tidak hanya dengan kebijakan pemusnahan total, tetapi juga dengan keinginan untuk membangun perdamaian.
Renungkan:
1. Yosua tidak bertanya kepada Allah tentang membuat perjanjian dengan orang Gibeon. Bagaimana seharusnya kita belajar untuk bertanya atas segala sesuatu kepada Allah?,
2. Para pemimpin Israel mendukung Yosua untuk mengatasi kesulitan ketika Yosua mengalami krisis kepemimpinan, mencerminkan bahwa Yosua dan para pemimpin memiliki kedekatan rekan kerja yang erat. Bagaimana kita harus belajar dari mereka?
3. Menepati janji sangat penting untuk menghindari murka Allah. Bagaimana kita hendaknya mempelajari semangat menepati janji?
Renungan pemahaman Kitab Yosua
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Dr. Benedict Kwok Hung-biu (郭鴻標) dipublikasikan pada bulan Juni 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.