「Tangan Karunia Memimpin Saya 」
Akitab tidak banyak menggunakan nama wanita sebagai nama kitab, hanya ada dua kitab yakni: Ester dan Rut, dan kedua kitab ini menunjukkan kontras: Ester adalah wanita Yahudi yang dibawa ke negara asing, menikah dengan raja asing, naik takhta menjadi permaisuri, menyelamatkan orang Israel dari bencana pemusnahan suku (genosida); Rut adalah wanita asing dari Moab, menikah dengan orang Yahudi, sepanjang hidup mengalami kesusahan, sejak awal sampai akhir bersama-sama dengan Naomi sang mertua, pada akhirnya mengalami kemurahan Tuhan, menjadi nenek buyut dari Daud raja Israel (lihat Rut. 4:21-22). Kitab Rut dimasukkan ke dalam Alkitab sebagai bagian kitab-kitab sejarah, diletakkan setelah Kitab Hakim-Hakim, namun dalam tradisi Yahudi kitab Rut diletakkan di kelompok bagian ketiga dari kitab suci bahasa Ibrani yang disebut Gulungan Tulisan / Ketubim (the Writings). Terdapat tiga pengelompokan kitab-kitab dalam kitab suci bahasa Ibrani: Taurat, Nabi-Nabi, dan Gulungan Tulisan (lihat Luk. 24:44); Kitab Mazmur yang disebutkan dalam Luk. 24:44 adalah kelompok Gulungan Tulisan / Ketubim. Kitab Rut termasuk dalam kelompok kitab sejarah bersama empat kitab yang lain disebut sebagai 《 Gulungan 5 kitab kecil 》 (Megilloth) (yaitu : Kidung Agung, Rut, Ratapan, Pengkhotbah, dan Ester). Orang Yahudi memakai kelima kitab ini sebagai bacaan ibadah (Lectionary readings) pada lima hari raya, dan kitab Rut dibacakan pada hari raya Pentakosta (Shavuot atau Hari raya Tujuh Minggu dalam Ul. 16:10) yakni hari raya panen orang Israel di musim gugur. Kitab Rut termasuk dalam bentuk gaya penulisan narasi, kurang membicarakan sebab akibat dari peristiwa yang terjadi, namun mempunyai alur yang jelas dalam perkembangan kisah, memakai percakapan, komunikasi dan interaksi antara para tokoh (dari seluruh 80 ayat, terdapat 55 ayat berbentuk percakapan), serta melalui tindakan para tokoh untuk membawakan perkembangan alur kisah.
Kisah di dalam kitab Rut secara permukaan tidak memperlihatkan Allah yang bertindak langsung di dalam lingkungan manusia, namun tokoh dalam kisah percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang ikut campur dalam kehidupan mereka. Seluruh kitab tidak ada catatan akan perkataan Allah, hanya sekali saja menyebutkan tindakan Allah secara langsung ikut campur adalah setelah Naomi kehilangan suami dan anak yang meninggal di Moab, ia secara tidak langsung 「mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka 」 (Rut. 1:6b), dan penulis kitab secara langsung memberitahukan pembaca: bahwa Boas dan Rut mendapatkan anak adalah 「atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.」 (Rut. 4:13b). Walaupun kitab Rut tidak banyak berbicara tentang Allah bertindak secara langsung, namun dalam setiap peristiwa yang terjadi para tokoh percaya bahwa semuanya berasal dari Allah yang mereka sembah. Kisah dalam Kitab Rut dicatat dengan plot yang hidup, penuh ketegangan, narasi berkembang dimulai dengan tragedi, mengisahkan Rut seorang wanita Moab yang bertahan setia kepada Naomi sang mertua, sebuah plot tentang “tidak menyerah tidak meninggalkan”, berakhir dengan sukacita besar dari semua orang, akhir yang sempurna. Di balik semua ini, adalah Allah yang memegang kuasa mengendalikan dan memimpin dengan tangan kemurahan-Nya.
Kitab Rut tidak hanya merupakan puisi sejarah tentang perasaan seseorang, pengaturan kisah juga sederhana dan jelas, kita bahkan bisa menikmatinya sebagai kisah yang terbentuk dari empat episode, satu pasal satu episode. Setiap episode dapat dipelajari sebagai satu bagian, masing-masing episode memiliki 「lokasi」 masing-masing untuk menonjolkan inti beritanya. Episode pertama terjadi di perjalanan pulang menuju Betlehem, fokus diletakkan pada perbincangan antara Naomi sang mertua dengan Rut sang menantu (Rut. 1:7-22); Episode kedua terjadi di ladang, dikisahkan pertemuan Boas dengan Rut (Rut. 2:1-23); Episode ketiga terjadi di tempat pengirikan, Rut menerima instruksi Naomi, menemui Boas di pengirikan (Rut. 3:1-18); Episode keempat terjadi di pintu gerbang kota, menonjolkan 「orang itu」 yang melepaskan haknya dan Boas yang menanggung (Rut. 4:1-12); terakhir adalah reuni besar (Rut. 4:13-17) dan kata-kata penutup (Rut. 4:18-22). Oleh karena itu, kita dapat memakai empat lokasi sebagai poros, mengamati para tokoh dalam kisah, saling interaksi mereka, merenungkan pembicaraan antara mereka, untuk menikmati perkembangan keseluruhan kisah. Namun dalam perjalanan menikmati kisah ini, jangan melupakan pokok yang ingin disampaikan penulis kitab: Allah adalah pemeran utama yang memegang kendali dalam keseluruhan perkembangan peristiwa, kasih kemurahan-Nya yang mengalir tiada batas kepada para tokoh dalam kisah.
Renungkan: apakah anda sungguh-sungguh percaya bahwa apapun yang engkau lalui, di perjalanan (pengalaman hidup), di ladang (dalam pekerjaan, dalam kehidupan), di pengirikan (pernikahan, keluarga) dan juga di pintu gerbang kota (tempat bertransaksi, pengaduan pengadilan) dan sebagainya, semuanya ada dalam tangan kasih kemurahan Allah?
Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).