「Allah sendiri akan memelihara rumah-Nya 」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān) yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Zakharia 9:1-10 [ITB])
1 Ucapan Ilahi. Firman TUHAN datang atas negeri Hadrakh dan berhenti di Damsyik. Sebab kepunyaan Tuhanlah kota-kota Aram serta segala suku Israel; 2 juga Hamat yang berbatas kepadanya, pula Tirus dan Sidon, sekalipun mereka sangat bijaksana. 3 Tirus mendirikan tembok benteng bagi dirinya dan menimbun perak seperti debu dan emas seperti lumpur di jalan.
4 Namun sesungguhnya, Tuhan akan membuatnya miskin dan akan melontarkan kekuatannya ke dalam laut, dan kota itu sendiri akan habis dimakan api.
5 Askelon akan melihatnya, lalu takut; juga Gaza, lalu gemetar sangat; Ekronpun, sebab harapannya sudah kandas. Dari Gaza raja akan binasa dan Askelon tidak akan didiami lagi. 6 Di Asdod akan diam keturunan campuran, dan kebanggaan orang Filistin akan Kulenyapkan. 7 Aku akan melenyapkan darah dari mulutnya dan kejijikan dari antara giginya, dan yang tinggal dari merekapun akan menjadi kepunyaan Allah kita. Mereka akan dianggap seperti suatu kaum di Yehuda, dan orang Ekron seperti orang Yebus.
8 Aku berkemah dekat rumah-Ku sebagai pengawal terhadap mereka yang lalu-lalang; tidak akan ada lagi penindas mendatanginya, sebab sekarang Aku sendiri telah mengindahkannya. 9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.
10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
Ayat kunci: 「 Aku berkemah dekat rumah-Ku sebagai pengawal terhadap mereka yang lalu-lalang; tidak akan ada lagi penindas mendatanginya 」 (Za. 9:8a)
Nabi Zakharia mencatat dua pengilhaman tentang kedatangan Messiah yang pertama kali dan yang kedua kali, menunjukkan kepada umat sisa yang kembali bahwa Messiah akan berperang bagi mereka (Za. 9:1-14:21). Dengan latar belakang Tuhan akan berperang bagi Israel dan memukul bangsa-bangsa asing, dituliskanlah pengilhaman pertama tentang 「memukul Hadrakh 」 untuk menunjukkan rencana Allah: bahwa Messiah pada kedatangan yang pertama akan memanggil dan mengumpulkan ulang Israel, tetapi Sang Gembala Agung akan ditolak, sehingga dalam tangan gembala palsu domba-domba tersebut dihukum diserakkan ke bangsa-bangsa asing; namun pada kedatangan kedua kali, Yerusalem akan dilepaskan dari pengepungan, Ia akan menghakimi bangsa-bangsa asing, menolong Israel, dan membangun Kerajaan-Nya di muka bumi. Pengilhaman ini bertujuan mendorong umat sisa yang kembali agar hidup menurut kebenaran, dan dengan gairah menantikan kedatangan Messiah (Za. 9:1-11:17).
Perikop hari ini Za. 9:1-10, mempunyai dua inti: (1) Pengadilan dan hukuman bagi bangsa-bangsa asing (Za. 9:1-8); (2) Kedatangan Messiah (Za. 9:9-10) (lihat Yes. 9:6-7; 11:1-5; Mi. 5:2-4).
Pengadilan dan hukuman bagi bangsa-bangsa asing (Za. 9:1-8) adalah bagian penggenapan karya keselamatan. Perhatikan kata 「mata 」 di ayat 1 dan 8. (Lihat catatan di bawah: tentang tidak ada kata 「mata 」 dalam terjemahan ITB)
A mata manusia berharap keselamatan dari TUHAN (Za. 9:1-2)
B hukuman datang pada kota-kota di utara (Za. 9:2-4)
B’ hukuman datang pada kota-kota di selatan (Za. 9:5-7a)
A’ mata TUHAN menjaga penggenapan karya keselamatan (Za. 9:7-8)
Tiga hal yang kita amati: (1) Kemenangan atas semua musuhnya yang dahulu akan dibawakan oleh Messiah ke Yerusalem (lihat Catatan Blogger di bawah tentang pentingnya Yerusalem); (2) 「mata manusia memandang berharap kepada TUHAN 」 (ayat 1) adalah orang-orang Yahudi yang menantikan kedatangan Messiah menghancurkan musuh, dan 「 mata TUHAN 」 (ayat 8) yang mengawasi manusia seperti mengawasi setiap suku-suku Israel; (3) Hukuman TUHAN bukan untuk membinasakan tetapi untuk menyelamatkan manusia. Setelah melalui penghukuman, umat sisa akan berbalik kepada TUHAN (Za. 9:7) (catatan Blogger: “… yang tinggal dari merekapun akan menjadi kepunyaan Allah … ” artinya yang sisa), 「mereka akan dianggap seperti suatu kaum di Yehuda 」 artinya mereka akan menjadi sama seperti salah satu suku Israel, tepat seperti frasa berikutnya 「orang Ekron seperti orang Yebus 」 yang mengingatkan peristiwa saat Daud merebut Yerusalem, ia tidak membinasakan orang Yebus yang tinggal di kota itu dan membiarkan mereka melebur jadi bagian dari orang Israel (lihat 2Sam. 5:6-9; 24:16; 1Taw. 11:4, 9; 21:18)
Ayat 9-10 (Za. 9:9-10) terdapat tiga inti tentang kedatangan Messiah: keselamatan, keharmonisan (damai), dan kuasa (memerintah). Tiga pengamatan: (1) Ia adalah adil dan benar; (2) Inti berita para nabi: Messiah adalah Raja (lihat Yes. 9:6-7; 11:1-5; Mi. 5:2-4); (3) Tujuan kedatangan-Nya: memerintah dalam kedamaian. Walaupun dalam teks kelihatannya seakan-akan Kerajaan Allah akan datang menyeluruh di muka bumi pada saat kedatangan Sang Raja, namun Perjanjian Baru memperjelas bahwa nubuat ini akan digenapi secara bertahap. Berdasarkan Injil Matius dan Yohanes, kedatangan Sang Raja sudah digenapi, sebelum Tuhan disalibkan, Ia menaiki keledai berkemenangan memasuki Yerusalem (Mat. 21:1-7; Yoh. 12:14-15). Nubuat dalam ayat 10 (Za. 9:10) menunggu digenapi saat hari akhir zaman.
Renungkan: seruan nabi Zakharia 「Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion 」 (Za. 9:9) belum digenapi di antara orang Israel. Namun kita yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, sepatutnya bersukaria. Apakah setiap hari dalam kehidupanmu memancarkan sukaria karena bersandar kepada-Nya?
Rencanakan: setiap hari sebelum meninggalkan rumah, bacakan Amsal 17:22 「Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang 」
Doa: Tuhan, bimbinglah saya agar benar-benar paham untuk menanggalkan segala kekuatiran kepada-Mu, karena dengan yakin Engkau memelihara saya. Biarlah hidup saya terus memancarkan sukacita dan menularkannya kepada orang sekeliling. Amin.
Catatan:
1. Penjelasan tentang tidak adanya kata 「mata 」 di ayat 1 dan 8 dalam terjemahan ITB:
Za. 9:1b dalam ITB (juga RSV) menterjemahkan sebagai “Sebab kepunyaan Tuhanlah kota-kota Aram serta segala suku Israel;” sedangkan dalam sebagian besar terjemahan Inggris misal KJV “when the eyes of man, as of all the tribes of Israel, [shall be] toward the LORD.” terdapat kata 「mata 」
Demikian juga Za. 9:8b, oleh KJV “… I seen with mine eyes” sedangkan ITB menterjemahkan fungsional sebagai “… Aku sendiri telah mengindahkannya”
Jika menggunakan terjemahan Inggris maka akan mudah membuat perbandingan ayat 1 dan 8:
A mata manusia berharap keselamatan dari TUHAN (Za. 9:1-2)
dan
A’ mata TUHAN menjaga penggenapan karya keselamatan (Za. 9:7-8)
sehingga mudah mendapatkan suatu kesimpulan yang menggabungkan kedua ide dalam ayat 1 dan 8.
Untuk penjelasan yang lebih banyak dan keuntungan pengamatan bentuk engsel, lihat: Struktur Engsel (Chiastic)