Tag Archives: tugas imam

Imamat 24:1-4

Menyalakan cahaya lampu dan menyediakan minyak

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 24:1-4 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk yang tulen untuk lampu, supaya lampu dapat dipasang dan tetap menyala. 3 Harun harus tetap mengatur lampu-lampu itu di depan tabir yang menutupi tabut hukum, di dalam Kemah Pertemuan, dari petang sampai pagi, di hadapan Allah. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. 4 Di atas kandil dari emas murni haruslah tetap diaturnya lampu-lampu itu di hadapan Allah.

Tanpa cahaya, kehidupan tidak dapat lahir.

Ketika Allah menciptakan dunia, hal pertama yang diciptakan adalah terang (Kejadian 1:3-5) menjelaskan bahwa TUHAN menerangi dunia yang gelap dan kacau dengan cahaya yang Dia perintahkan, dan dunia yang kacau ini melambangkan kekuatan jahat, kekuatan yang mengancam keberadaan kehidupan dan membawa kecemasan serta kekacauan. Namun, Allah menggunakan kuasa-Nya untuk memerintahkan cahaya datang, cahaya ini membawa kehidupan ke dalam kegelapan, membawa harapan ke dalam kegelisahan. Cahaya juga melambangkan sifat Allah. Allah adalah Allah yang memberi kehidupan. Dia pertama-tama memberi cahaya agar dunia penuh kehidupan.

Imamat 24:1-4 menyatakan bahwa di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir yang menutupi tabut hukum, dari malam hingga pagi Harun di hadapan Allah harus mengatur lampu-lampu itu. Ini menunjukkan bahwa lampu di tempat kudus tidak boleh padam, dan Harun melambangkan seperti Allah, di tempat kudus terus menerangi yang gelap, mengusir kegelapan. Kita harus melihat dari apa yang dikatakan dalam Kejadian 1 untuk memahami terang cahaya di tempat kudus ini, terang melambangkan kuasa Allah dan penciptaan, dan juga melambangkan kehidupan. Terang inilah yang menang atas kekacauan dan kegelapan. Dan Imamat 24:1-4 menyatakan bahwa harus ada lampu yang selalu menyala, yang melambangkan cahaya kekal (eternal light). Fokus lainnya adalah pada minyak, yang melambangkan pemeliharaan Allah, yang berarti bahwa hanya energi yang dianugerahkan Allah yang dapat bersinar untuk tempat kudus.

Tanggung jawab menyalakan pelita itu ada pada imam, sebagai perantara antara Allah dan umat-Nya, setiap tindakan imam memiliki makna simbolis dari ritual tersebut, dan sekarang imam perlu menyalakan pelita dan menyediakan minyaknya, membuat orang dapat melihat bahwa kemuliaan Allah itu kekal, melambangkan bahwa imam mewakili Allah untuk membawa cahaya terang bagi dunia. Tidak peduli seberapa besar kegelapan dunia, seberapa dalamnya dosa, dan seberapa besar kekerasan, tidak ada yang dapat menyangkal terang yang dibawakan oleh Allah, karena penyalaan pelita oleh imam adalah ketetapan kekal dari generasi ke generasi (zaman ke zaman), dan mewakili pelayanan yang kekal. Cahaya terang kekal membutuhkan pelayanan kekal, dan pelayanan kekal ini menyatakan bahwa meskipun kegelapan itu hebat, tetapi kegelapan itu berumur pendek, dan cahaya terang hidup merupakan suatu yang kekal, yang merupakan harapan hidup bagi manusia.

Renungkan:
Apakah hidup Anda gelap? Apakah lingkungan Anda penuh dengan kegelapan dosa? Apakah dunia yang Anda lihat penuh kekerasan? Apakah Anda melihat bahwa ada banyak orang jahat? Harap percayalah bahwa ini hanya sementara. Dalam Perjanjian Baru, kita sebagai imamat yang rajani harus selalu menyalakan pelita untuk bersinar bagi Allah, membuat dunia melihat cahaya kehidupan ada di mana-mana, agar kegelapan melihat akhir dirinya, agar kehidupan kelabu menjadi cerah, dan biarkan masa depan tanpa harapan berubah menjadi langit baru dan bumi baru yang penuh harapan. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.