「Sion yang Adil Benar」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yesaya 62:1-3 [ITB])
1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. 2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri. 3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu
Yesaya 62 adalah bagian pusat dari Yesaya ketiga, dan ayat 1-3 merangkum teologi dari Yesaya ketiga tentang Sion. Nama 「Sion」 tentu saja merujuk kepada Yerusalem, tetapi juga digunakan sebagai gambaran teologis yang lebih banyak lagi, dan di dalam kitab Yesaya 「Sion」 merupakan konseptualisasi pemerintahan tertinggi TUHAN di bumi, keadilan dan kebenaran mendapatkan realisasi yang ultima dan utama di Sion, di dalamnya tidak akan ada lagi penindasan, dan semua warga adalah keturunan keadilan kebenaran, mereka hidup dalam damai satu sama lain, bangsa-bangsa datang ke Sion untuk mencari hukum Allah dan keadilan, meletakkan perebutan dan perang antar bangsa, dan bagian terpenting adalah bahwa Tuhan Penebus memerintah menjadi Raja di Sion, Ia memerintah kota itu dengan kasih dan keadilan kebenaran, dan kemuliaan-Nya menyertai tinggal bersama umat-Nya. Oleh karena itu, keadilan Sion bukanlah keadilan berdasarkan standar rakyat, tetapi adalah keadilan teologis (terkait dan berasal dari Allah), yaitu, itu adalah pemerintahan adil benar yang berdasarkan prinsip aturan yang ditetapkan oleh TUHAN dalam hukum Allah (hukum Taurat), sehingga pada akhirnya manusia dapat hidup bersama dalam damai dan sukacita, semua orang fasik mendapatkan pembalasan setimpal yang pantas.
Yes. 62:1-3 merangkum konsep 「Sion」 yang disebutkan di atas. Ayat 1 menunjukkan bahwa TUHAN memiliki hati yang panjang sabar hendak membuat Sion dan Yerusalem tidak dapat berdiam diri dan tenang, menghendaki keadilan dan terang Sion bersinar keluar, ini berarti bahwa TUHAN bertekad untuk memanggil para nabi untuk terus menerus berbicara kepada Sion dan Yerusalem, agar Sion tidak dapat berdiam diri lagi dan tinggal tenang saja. TUHAN menolak ketenangan kulit luar yang berasal dari ketidakadilan dan ketidakbenaran Sion, karena ketenangan seperti itu didasarkan pada penindasan dan pemaksaan kekerasan, Tuhan akan membuat Sion tidak damai, yaitu, menghendaki agar orang tidak boleh melupakan bahwa keadilan kebenaran belum tiba, suara menyerukan menuntut dan memperjuangkan keadilan masih belum boleh berhenti. Ayat 2 menunjukkan bahwa perjuangan yang benar dan adil ini harus diketahui oleh bangsa-bangsa dan raja-raja, mereka pada akhirnya akan melihat kebenaran Sion dan kemuliaan Allah. Ayat 3 menggambarkan dorongan semangat kepada nabi, ia di tangan TUHAN akan menjadi mahkota yang ada di telapak tangan Allah, misi dia di zaman ketidakadilan tersebut mungkin banyak menghadapi tantangan, tetapi ia akan menjadi mutiara dalam telapak tangan Allah, nilainya tidak ditentukan oleh respons para pendengar, tetapi ditentukan oleh kepastian dan panggilan Allah, asal ia seumur hidup mengejar keadilan kebenaran, sampai Sion dapat melihat keadilan kebenaran. TUHAN telah memanggil para nabi selama berabad-abad untuk membuat Sion tidak dapat berdiam diri dan tinggal tenang, ini bukan karena Allah membenci Sion, tetapi karena Allah terlalu mencintai Sion, berharap Sion dapat mendengarkan perkataan yang disampaikan lewat para nabi dan bertobat.
Renungkan:
Apakah kita, seperti para nabi, berjuang untuk kedatangan keadilan dengan antusiasme kasih TUHAN terhadap Sion? Atau apakah kita menutup mata terhadap masalah kemiskinan dan penindasan di masyarakat? Injil bukan hanya sekadar memberi orang hidup kekal di surga, tetapi ini adalah cara hidup kita, yaitu cara hidup mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Ketika kita mengikuti antusiasme kasih TUHAN terhadap keadilan kebenaran, maka suatu hari kita akan melihat realisasi keadilan kebenaran dan menjadi berkat bagi semua bangsa-bangsa. Apakah Anda bersedia?
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)
Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.